Turun Berok tagged posts

Operasi Turun Berok

Turun berok, atau istilah lain sebagai hernia, merupakan suatu kondisi dimana jaringan dan organ dalam tubuh menjulur keluar melalui jaringan otot yang tidak dapat menopang. Kondisi turun berok biasanya akan semakin memburuk. Oleh karena itu, operasi turun berok perlu dilakukan untuk mencegah masalah tersebut.

Jika pasien mengalami kondisi seperti ini, mereka dapat melakukan operasi turun berok. Namun, operasi tersebut bergantung pada ukuran dan gejala yang dialami penderita. Operasi turun berok dapat dilakukan dengan menaruh organ atau jaringan yang keluar kembali di dalam tubuh.

Pasien yang mengalami turun berok sebaiknya menjalani operasi, karena turun berok biasanya tidak dapat sembuh dengan sendiri. Dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi turun berok jika pasien mengalami rasa nyeri pada tubuh sehingga dapat mengganggu aktivitasnya.

Pada sebagian kasus, hernia juga dapat menyebabkan terjebaknya atau berhentinya jaringan pada aliran darah di dalam tubuh sehingga dapat membentuk jaringan mati atau yang disebut sebagai gangren. Kondisi ini disebut sebagai hernia strangulata atau usus yang terjepit.

Pasien Yang Perlu Menjalani Operasi Turun Berok

Pada umumnya, pasien yang mengalami berbagai bentuk hernia perlu melakukan operasi turun berok. Kondisi-kondisi hernia yang dialami pasien sehingga membutuhkan operasi turun berok adalah sebagai berikut:

  • Hernia dengan gejala tertentu

Pasien yang mengalami hernia yang memicu nyeri atau rasa tidak nyaman dan jika kondisinya memburuk, maka perlu menjalani operasi turun berok.

  • Hernia inkarserata

Hernia inkarserata terjadi karena jaringan terjebak di dalam dinding perut.

  • Hernia strangulata

Hernia strangulata terjadi karena bagian usus yang terjepit sehingga perlu dicegah dengan operasi.

Prosedur Operasi Turun Berok

Jika Anda menderita hernia, Anda sebaiknya menjalani operasi turun berok. Namun, sebelum menjalani operasi turun berok, Anda perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Beritahu dokter jika Anda hamil.
  • Beritahu dokter jika Anda mengkonsumsi obat-obatan, terutama jika Anda konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Tanyakan dokter jika Anda perlu mengkonsumsi obat tertentu sampai hari operasi. Jika diperbolehkan dokter, Anda perlu menggunakan obat sesuai arahan dokter.
  • Puasa sesuai arahan dokter.

Sebelum melakukan operasi, dokter juga akan membius Anda dengan bius total, bius regional, atau bius lokal. Setelah dibius, dokter dapat melakukan operasi turun berok dengan dua teknik, antara lain:

  • Bedah terbuka

Dokter akan memulai operasi dengan membuat sayatan pada bagian tubuh di dekat area hernia. Setelah membuka sayatan, dokter akan mengembalikan atau mengangkat hernia dari jaringan sekitarnya.

Dokter kemudian memberi jahitan pada jaringan otot yang lemah. Dokter juga akan memasang jaring sintetis (mesh) untuk memperkuat dinding otot yang lemah. Setelah itu dokter menjahit sayatan.

  • Operasi laparoskopi

Dokter akan memulai teknik operasi ini dengan memberikan 3 sampai 5 sayatan kecil pada bagian tubuh yang mengalami hernia. Dokter akan menggunakan alat laparoskop, yang merupakan tabung dengan kamera pada bagian ujung, agar dapat melihat isi perut pasien.

Dokter kemudian menggunakan gas yang dialirkan ke dalam perut untuk memperlebar ruang dalam perut dan dapat melihat organ dalam perut lebih jelas. Setelah itu dokter menggunakan alat bedah kecil untuk memperbaiki hernia. Cara memperbaiki hernia adalah dengan menjahit otot yang lemah dan memasang mesh.

Setelah itu, dokter mengeluarkan laparoskop dan alat lainnya dari perut. Dokter kemudian menjahit bagian tubuh yang disayat.

Apa Yang Perlu Dilakukan Setelah Menjalani Operasi Turun Berok?

Setelah selesai melakukan operasi turun berok, kondisi pasien akan dipantau oleh dokter. Selain itu, pasien perlu melakukan janji temu dengan dokter untuk melihat perkembangan pada tubuh yang telah dioperasi dan melepas bekas jahitan.

Proses pemulihan berlangsung sekitar satu minggu. Selama masa pemulihan berlangsung, pasien sebaiknya gunakan waktu untuk beristirahat dan jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat seperti mengangkat beban.

Komplikasi

Selain itu, operasi turun berok dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang memungkinkan terjadi adalah sebagai berikut:

  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan.
  • Gangguan pernafasan.
  • Pendarahan.
  • Infeksi.
  • Kerusakan pada saraf.
  • Kerusakan pada pembuluh darah atau organ.
  • Nyeri.
  • Kambuh.
More