prostatitis tagged posts

Apa itu Prostatitis? Ini Penjelasannya

Munculnya peradangan pada kelenjar prostat yang terjadi secara tiba-tiba atau akut dan berkembang secara bertahap dalam waktu yang lama (kronis) disebut dengan prostatitis. Selain peradangan, kondisi ini juga dikarenakan adanya pembengkakan, kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih dan memiliki fungsi sebagai cairan semen yang memberi nutrisi pada sperma.

Kelenjar prostat merupakan salah satu organ pada sistem reproduksi pria yang memiliki fungsi dalam proses produksi sperma. Apabila kelenjar prostat membengkak atau mengalami peradangan, maka akan muncul rasa nyeri pada panggul. Selain itu rasa nyeri yang ada juga akan terasa pada saat buang air kecil dan ketika mengalami ejakulasi.

Penyebab Prostatitis Berdasar Jenis

  • Bakteri Akut

Kondisi ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang terjadi pada kelenjar prostat, jenis bakteri yang menjadi pemicu munculnya peradangan sama dengan bakteri yang menyebabkan infeksi di dalam saluran kemih dan infeksi menular seksual, seperti eshericha coli, pseudomonas, neisseria gonorrhoeae dan chlamydia trachomatis.

  • Bakteri Kronis

Jenis bakteri penyebab peradangan pada prostat ini sama dengan bakteri akut, yang menjadi pembeda adalah bakteri akut muncul dan bertambah dalam waktu yang cukup singkat. Sementara itu bakteri kronis bakal berkembang dengan lambat, bisa dalam kurun waktu beberapa bulan, peradangan jenis ini juga disebabkan penyakit lain seperti ginjal, TBC, HIV dan sarkoidosis.

Gejala peradangan beragam bisa dari yang paling ringan hingga berat, beberapa di antaranya adalah demam disertai menggigil, aliran urine melemah dan urine berbusa hingga berbau tak sedap. Seseorang yang mengalami gejala peradangan otak juga akan terus menerus merasa ingin buang air kecil hingga sulit buang air kecil dan sering buang air kecil di malam hari.

Selain itu gejala lain yang biasa dialami oleh para penderita adalah rasa nyeri ketika buang air baik kecil maupun besar dan juga ketika ejakulasi. Kemudian perasaan nyeri di beberapa bagian, seperti perut, pangkal paha, penis, testis dan perineum atau area antara pangkal testis dan anus serta area punggung bawah.

Diagnosis

Dokter yang melakukan diagnosa akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit yang diderita pasien, setelah itu dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan fisik. Salah satunya dengan melakukan colok dubur, tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya pembesaran para prostat, selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti.

  • Tes darah yang fungsinya untuk mendeteksi infeksi di dalam darah, prosesnya meliputi hitung darah lengkap dan pemeriksaan kadar prostate-specific antigen (PSA).
  • Tes urine yang bertujuan untuk mengetahui jenis yang terdapat di dalam urine para pasien penderita penyakit ini.
  • Prostatic massage atau pijat prostat, pemeriksaan ini dilakukan pada saat prosedur colok dubur dilakukan, tujuannya untuk memperoleh sampel cairan sekresi dari prostat lalu dianalisis.
  • Pemindaian dengan menggunakan USG atau CT scan, tujuan dilakukan pemindaian ini adalah untuk melihat prostat dengan lebih jelas.

Pengobatan Prostatitis

Pengobatan yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini terdapat beberapa cara, mulai dari konsumsi obat hingga operasi. Untuk pengobatan dengan konsumsi obat-obatan seperti antibiotik, penghambat alfa dan obat antiinflamasi nonsteroid yang berfungsi untuk mengurangi peradangan yang terjadi.

Sementara itu prosedur operasi bisa dilakukan terhadap pasien apabila terdapat batu pada prostat penderita. Dokter nantinya akan melakukan pemotongan disertai dengan pengangkatan prostat melalui prosedur transurethral resection of the prostate (TURP) atau prostaktetomi total.

More