Syok Kardiogenik Bukan Gagal jantung, Ini Bedanya

Sulit Bernapas Merupakan Salah Satu Tanda tanda Syok yang Harus ...

Gangguan kesehatan yang menyerang bagian kardiovaskular memang selalu menyeramkan. Pasalnya, jantung dan juga pembuluh darah adalah organ vital yang ketika mereka tidak berfungsi maka akan memengaruhi kondisi seluruh tubuh. Itulah mengapa serangan jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi. Lalu, bagaimana dengan syok kardiogenik?

Banyak orang menyangka syok kardiogenik sama seperti gagal jantung lantaran, secara umum, gejala yang timbul serupa. Namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Jika gagal jantung merupakan satu kondisi di mana otot jantung menjadi sangat lemah, karena tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh, syok kardiogenik membuat jantung sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan tubuh

Kondisi gagal jantung biasanya dipicu oleh beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, aritmia alias gangguan ritme jantung, kerusakan katup jantung, diabetes, anemia, hingga hipertensi.

Sementara itu, syok kardiogenik terjadi lantaran komplikasi dari serangan jantung. Jika masalah permasalahan “yang ada di hulu” tidak tertangani dengan baik, seseorang yang menderita gangguan jantung ini bisa tak tertolong.

Perbedaan Gagal Jantung dan Syok Kardiogenik dari Sisi Gejalanya

Seseorang yang mengalami gagal jantung akan merasakan gejala utama seperti sesak napas dan rasa lelah hampir sepanjang hari. Pasalnya, seseorang yang menderita gagal jantung tidak mampu memasok darah ke otot serta organ penting lainnya dengan jumlah yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, gagal jantung pun memiliki andil dalam kurangnya pasokan darah ke ginjal. Imbasnya, terjadi penumpukan cairan di tubuh dan mulai muncul gejala, seperti pembengkakan di kaki dan perut, kenaikan berat badan, hingga sering buang air kecil terutama pada malam hari.

Kondisi gagal jantung akan lebih tersiksa jika dia berbaring di permukaan datar. Pasalnya, posisi seperti itu membuat kinerja jantung semakin melemah. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan saat tidur malam hari sehingga mengharuskan pengidapnya duduk atau berdiri agar mampu menghirup udara. Meskipun demikian, gejala gagal jantung biasanya berbeda-beda antara satu orang dan yang lainnya.

Sedangkan pada syok kardiogenik, gejala yang muncul sebenarnya mirip dengan gagal jantung, hanya saja lebih serius. Waspadai jika merasakan beberapa gejala, seperti napas cepat dan terasa pendek, jantung berdebar-debar atau takikardia, denyut nadi melemah, nyeri dada, hingga pucat dan tangan serta kaki terasa dingin.

Akan tetapi, syok kardiogenik pun memiliki gejala unik. Artinya, gejala khusus yang ditimbulkan lantaran kondisi tersebut, seperti linglung atau merasa selalu gelisah, mudah berkeringat, hingga hilang kesadaran alias pingsan. Kondisi ini pun bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil atau dalam beberapa kasus pengidapnya tidak bisa buang air kecil sama sekali.

***

Syok kardiogenik sebenarnya jarang terjadi. Kemungkinan terjadinya kondisi ini meningkat jika seseorang memiliki berbagai faktor risiko, utamanya berkaitan dengan keadaan jantung itu sendiri.

Namun, orang-orang yang berusia lanjut atau mereka yang mengidap diabetes, serta tekanan darah tinggi juga memiliki risiko mengalami syok kardiogenik. Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui kondisi jantung Anda untuk meminimalisir risiko dan melakukan upaya pencegahan sesegera mungkin.

Jika Anda merupakan orang yang berisiko, usahakan melakukan cek kesehatan dan segera pergi ke rumah sakit jika merasa mengalami gejala-gejala yang mengarah pada jantung. Penanganan gagal jantung atau syok kardiogenik yang cepat dan tepat diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa berujung pada kematian.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>