Category Penyakit

perbedaan mulas dan gerd

Mulas Atau GERD? Berikut Perbedaannya!

Apakah saya menderita mulas atau GERD?

Sakit perut akibat mulas memang terkadang terjadi pada kita. Biasanya dengan meminum obat yang dijual bebas selama beberapa waktu, sakit itu sembuh. Namun sakit akibat mulas memiliki gejala yang hamper mirip dengan GERD. Untuk mengetahui apakah Anda hanya mulas atau GERD, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang perlu Anda jawab:

  • Apakah Anda memiliki gejala GERD selama lebih dari dua minggu meskipun telah meminum obat yang dijual secara bebas?

Jika jawabannya iya, maka kemungkinan besar Anda terkena penyakit refluks asam lambung atau GERD.

  • Apakah pola nyeri di dada Anda berubah atau semakin parah?

Jika jawabannya iya, Anda perlu mewaspadai gejala GERD dan berkonsultasi pada seorang ahli.

  • Apakah gejala yang Anda alami termasuk regurgitasi – dimana gas dan sedikit makanan terasa naik dari perut ke area mulut?

Jika jawabannya iya, berarti katup LES Anda tidak menutup dengan baik sehingga berakibat naiknya asam lambung sampai ke mulut. Gejala GERD ini menyebabkan bau mulut dan untuk kondisi yang parah, bisa menyebabkan suara parau.

  • Apakah Anda sering bangun di malam hari karena nyeri di dada?

Gejala GERD sering menyerang di malam hari karena saat posisi kita terbaring, asam lambung akan mudah naik terutama bila katup LES tidak menutup sempurna.

  • Apakah Anda sulit menelan?

Keadaan dimana seseorang sulit menelan disebut dengan disfagia. Asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan dapat melukai saluran yang ada di dalamnya sehingga iritasi tersebut menyebabkan Anda sulit untuk menelan makanan dan tenggorokan terasa sakit saat digunakan untuk menelan.

  • Apakah rasa mulas terasa lebih lama dibandingkan biasanya?

Jika rasa tidak nyaman tersebut berlangsung selama lebih dari satu minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pengobatan GERD yang sesuai dengan kondisi Anda.

  • Apakah Anda merasakan sesak napas, asma yang kambuh serta rasa sakit saat berolahraga?

Ketika seseorang terkena GERD, tekananan pada perut dapat mengakibatkan asam yang naik dan membuat dada terasa sesak dan perut terasa sakit saat digunakan untuk membungkuk.

  • Apakah berat badan Anda menurun tanpa sebab dan kehilangan nafsu makan?

Kemungkinan besar hal ini bukan masalah mulas saja. GERD membuat kita kehilangan nafsu makan dan akhirnya berat badan pun menurun.

  • Apakah rasa mulas itu mengganggu produktivitas Anda?

Ketika rasa mulas dirasakan terus menerus sehingga rutinitas Anda terganggu, perlu diagnosa lebih lanjut untuk menentukan apakah itu benar-benar mulas biasa saja atau GERD.

  • Apakah dosis obat bebas yang Anda minum untuk mengatasi mulas semakin besar?

Jika biasanya Anda hanya meminum obat satu kali sehari namun sekarang sudah meningkat menjadi tiga kali sehari, Anda perlu mewaspadai munculnya gejala GERD.

More
computer vision syndrome

Computer Vision Syndrome, Mata Tegang Akibat Terlalu Lama Menatap Layar

Bekerja di depan layar komputer hingga 8 jam sehari merupakan hal yang biasa bagi para pegawai kantoran. Hal ini tentu saja mengakibatkan mata tegang.

Permasalahan mata tegang dan pandangan kabur akibat menatap layar terlalu lama disebut sebagai computer vision syndrome (CVS). Kondisi ini tak hanya disebabkan karena terlalu lama bekerja di depan komputer, tetapi juga terlalu banyak menatap layar gawai (smartphone, tablet, televisi, dan sebagainya).

Apa Itu Computer Vision Syndrome?

Computer vision syndrome terjadi karena mata kita melihat ke arah yang sama berulang kali. Kondisi ini bisa memburuk ketika Anda bekerja di depan layar untuk waktu yang lama karena Anda harus terus fokus dan melihat berulang-ulang. Mungkin sesekali Anda akan melihat ke kertas-kertas, lalu kembali mengetik di komputer dan menatap layar. Mata Anda pun bereaksi terhadap perubahan gambar dari kertas ke layar sehingga otak dapat memproses apa yang Anda lihat. Semua hal ini tentu membutuhkan kerja keras otot mata Anda.

Sayangnya, tak seperti buku atau lembaran kertas, layar komputer memiliki cahaya yang kontras dan silau. Bila Anda sudah memiliki masalah mata sebelumya (minus, plus, silindris), menatap layar komputer terlalu lama tentu saja membuat mata semakin tegang.

Gejala Computer Vision Syndrome

Memang belum ada bukti bahwa layar komputer menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mata. Namun, rutin melihat layar gawai untuk waktu yang lama dapat membuat mata tegang serta rasa tak nyaman.

Beberapa gejala berikut mungkin Anda rasakan:

  • Mata kering
  • Pandangan kabur
  • Penglihatan ganda
  • Mata perih dan kemerahan
  • Sakit kepala
  • Tegang di area leher dan punggung

Kondisi ini harus segera diatasi karena dapat mengganggu produktivitas kerja.

Cara Mengatasi Mata Tegang Akibat Computer Vision Syndrome

  • Jangan duduk terlalu dekat. Idealnya layar komputer harus berjarak sekitar 60 cm dari wajah Anda.
  • Atur monitor dengan baik. Para ahli menyebutkan bahwa bagian tengah monitor harus berjarak sekitar 10 sampai 20 cm lebih rendah dari mata Anda. Melihat agak ke bawah selama bekerja berarti mata lebih sedikit terekspos layar komputer dan bisa mengurangi mata kering.
  • Optimalkan kontras atau cahaya layar. Tulisan hitam dengan layar yang terang bagus untuk penglihatan.
  • Kurangi cahaya yang menyilaukan. Hindari cahaya-cahaya yang datang dari bayangan jendela. Gunakan filter anti silau pada monitor Anda dan kenakan kacamata khusus untuk membantu mata lebih nyaman.
  • Istirahatkan mata. Coba tips 20-20-20. Istirahatkan mata selama 20 detik setiap kali sudah melihat ke layar selama 20 menit dengan melihat benda lain dengan jarak setidaknya 20 kaki (6 meter). Lakukan ini sambil meregangkan otot leher dan pundak.
  • Sering berkedip. Cegah mata kering dengan sering berkedip. Gunakan tetes mata yang melembabkan jika dibutuhkan.
  • Ganti ukuran tulisan. Perbesar ukuran tulisan agar mata lebih mudah untuk fokus.
  • Lakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali.  Seiring berjalannya waktu, kondisi mata bisa mengalami perubahan. Mata tegang dan mudah lelah bisa disebabkan karena lensa kacamata yang sudah tak sesuai kebutuhan mata. Gunakan lensa progresif terutama jika Anda banyak bekerja melihat layar dan buku berganti-gantian..

Meski kita menganggap bahwa computer vision syndrome hanyalah permasalahan sepele akibat terlalu lama bekerja di depan komputer, namun sebaiknya lakukan usaha pencegahan agar kondisi ini tidak semakin memburuk.

More
tips mengatasi heartburn

Tips Mengatasi Heartburn yang Muncul di Malam Hari

Heartburn atau rasa panas di dada bisa muncul kapan saja, termasuk ketika Anda tidur di malam hari. Lalu, bagaimana cara mengatasi heartburn?

Pernahkah Anda merasakan pahit di mulut, batuk kronis yang tak kunjung sembuh, sakit tenggorokan, dan kelelahan saat bangun pagi? Jika ya, mungkin Anda mengalami heartburn di malam hari.

Banyak orang mengalami heartburn atau rasa panas di dada karena kondisi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang parah. Kondisi ini mengganggu tidur malam dan membuat orang tidak dapat beraktivitas dengan baik keesokan harinya.

Bila Anda termasuk salah satu orang yang sering mengalami rasa panas di dada ketika malam hari, cobalah dengan mengubah gaya hidup untuk mengatasi heartburn.

7 Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari untuk Mengatasi Heartburn

  1. Makanan bersifat asam seperti cuka, tomat, anggur, dan jeruk
  2. Makanan pedas seperti cabai dan lada
  3. Makanan berlemak dan berminyak
  4. Cokelat dan mint
  5. Minuman bersoda
  6. Minuman berkafein
  7. Minuman beralkohol

Selain mengurangi atau menghindari makanan dan minuman di atas, Anda juga wajib mengubah gaya makan Anda untuk mengatasi heartburn atau rasa panas di dada.

  • Jangan langsung berbaring setelah makan karena asam lambung bisa merambat naik ke kerongkongan.
  • Makanlah dalam porsi yang kecil.
  • Kurangi kebiasaan makan camilan sebelum tidur.
  • Berhenti makan tiga jam sebelum tidur.
  • Jangan makan terlalu cepat karena makanan bisa menumpuk di perut dan memproduksi asam lambung yang banyak

Mengubah Pola Hidup untuk Mengatasi Heartburn atau Rasa Panas di Dada

Dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, Anda dapat meredakan heartburn yang kerap datang di malam hari. Berikut tipsnya!

  1. Hindari pakaian ketat dan ikat pinggang yang terlalu kencang. Penggunaan korset juga dapat mengganggu pernapasan serta menekan asam lambung ke atas.
  2. Jauhkan diri Anda dari penyebab stres. Stres terbukti dapat meningkatkan produksi asam lambung di dalam perut
  3. Menurunkan berat badan. Berat badan ideal akan menjauhkan Anda dari penyakit yang bisa bersarang di dalam tubuh termasuk refluks asam lambung. Lakukan olahraga yang mengharuskan Anda banyak melakukan gerakan agar lemak dalam tubuh terbakar.
  4. Jika Anda minum antasida lebih dari sekali dalam seminggu, kemungkinan besar Anda menderita GERD dan bukan heartburn biasa. Sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  5. Cobalah mengunyah permen karet di malam hari. Hal ini dapat memperbanyak produksi air liur di dalam mulut yang menetralkan asam lambung.
  6. Gejala setiap orang bisa berbeda satu sama lain. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi untuk mengetahui secara pasti penyebab heartburn.
  7. Masa kehamilan juga memicu terjadinya rasa panas di dada dan GERD. Konsultasikan kepada dokter yang menangani kehamilan Anda.
  8. Heartburn semakin parah setelah berolahraga? Minumlah air yang banyak agar tubuh kembali terhidrasi dan pencernaan kembali normal.
  9. GERD yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kanker esofagus. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila sakit berlanjut.
  10. Catat perkembangan kesehatan Anda mulai dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi hingga nyeri yang Anda rasakan.
  11. Usahakan tidak makan sesaat sebelum tidur. Beri jeda tiga jam.
  12. Jangan langsung berolahraga setelah makan. Beri jeda kurang lebih dua jam.
  13. Nikotin dapat memperparah heartburn.
  14. Beberapa jenis pengobatan dapat memicu refluks asam lambung. Konsultasikan hal ini kepada dokter Anda.
  15. Gunakan bantal tidur yang lebih tinggi untuk mengganjal punggung dan kepala agar posisinya lebih tinggi dari perut
  16. Ketika Anda membungkuk, pusatkan tekanan pada lutut bukan pada perut karena dapat mendorong asam lambung untuk naik ke atas

More
tips meredakan sembelit di perjalanan

Tips Meredakan Sembelit Saat Dalam Perjalanan

Gangguan pencernaan yang menyebabkan susah buang air besar sering menjadi gangguan dalam melakukan beragam aktivitas. Salah satu yang paling sering membuat jengkel adalah ketika Anda sedang melakukan perjalanan. Tapi jangan khawatir, simak tips untuk meredakan sembelit saat berada dalam perjalanan berikut ini.

Siapkan Bekal untuk Perjalanan
Saat konstipasi atau sembelit terjadi, Anda tentu perlu untuk memperhatikan asupan makanan agar pencernaan dapat kembali bekerja dengan normal. Pilihan makanan yang ada di jalan bisa menjadi sangat menggiurkan dan menarik untuk dicoba, tetapi perhatikan kebersihan dan higienitas dari makanan yang disajikan. Jangan sampai Anda malah mendapatkan kondisi pencernaan yang semakin parah. Selain itu, pastikan juga bekal yang disiapkan memiliki kandungan serat yang cukup untuk meredakan konstipasi atau sembelit Anda.

Perhatikan Pilihan Menu Berserat
Jika Anda menginginkan bekal makanan yang enak dan simpel, perhatikan pilihan menu makanan berserat dengan tepat. Anda dapat menyiapkan roti atau sereal gandum dan beberapa kantong kacang-kacangan sebagai camilan di perjalanan. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda menyiapkan juga potongan buah-buahan dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan serat tubuh.

Batasi Makanan Rendah Serat

Saat berlibur, Anda pasti akan sangat bersemangat untuk menyicipi beragam pilihan makanan khas yang ada di tempat tersebut. Akan tetapi, kondisi pencernaan yang kurang baik harus Anda prioritaskan hingga benar-benar pulih sebelum menjelajahi pilihan kuliner yang menarik. Hindari makan makanan dengan kandungan serat rendah, seperti keju, permen, daging, pizza, makanan olahan, keripik, dan es krim. Bersabarlah sebentar hingga pencernaan kembali pulih.

Minum Banyak Air
Minum air tambahan mungkin tidak dapat berdampak langsung pada upaya meredakan sembelit. Akan tetapi, cara ini dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Mendapatkan cukup cairan tubuh juga dapat membantu mencegah dehidrasi, yang dapat menjadi penyebab sembelit atau konstipasi terjadi. Pastikan untuk selalu membawa botol air. Jika Anda tidak bisa mendapatkan air minum yang bersih, minumlah dari air mineral kemasan dalam botol, jus buah, atau minuman nonkafein lainnya.

Batasi Kafein dan Alkohol
Minuman mengandung kafein dan alkohol sangat berisiko tinggi menambah masalah sembelit Anda. Alkohol dan kafein dapat menyebabkan dehidrasi sehingga akan memperparah sembelit yang Anda alami saat bepergian. Untuk itu, cobalah membatasi alkohol dan minuman dengan kafein. Anda dapat menggantinya dengan air putih atau jus buah segar.

Tetap Aktif Bergerak

Saat berpergian, itu artinya Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di dalam mobil, kereta, kapal, atau pesawat. Sayangnya, ketika Anda berhenti bergerak dan menghabiskan banyak waktu untuk duduk, organ pencernaan Anda juga akan diam dan tidak memproses sisa makanan dengan optimal. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, sering-seringlah beristirahat untuk meregangkan tubuh dan bergerak. Setelah itu, begitu Anda mencapai tujuan, segera lakukan kegiatan fisik, seperti berjalan-jalan atau bersepeda, untuk membuat tubuh Anda bergerak.

Jangan Abaikan Dorongan Alami Tubuh Anda
Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin mengabaikan keinginan untuk buang air besar saat berlibur. Anda mungkin merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum atau jadwal jalan-jalan yang terlalu padat, sehingga terasa sulit untuk menemukan toilet umum. Tetapi mengabaikan dorongan alami untuk buang air terkadang bisa menyebabkan sembelit. Untuk itu, pastikan untuk menjadwalkan waktu ke toilet pada jeda istirahat selama perjalanan.

Bersantai Saat Menggunakan Toilet         
Jika Anda biasanya menggunakan toilet hanya pada waktu tertentu, cobalah untuk memberikan waktu luang untuk bersantai tanpa ada rasa dikejar waktu untuk melanjutkan perjalanan. Berikan tubuh Anda waktu untuk bersantai, Anda dapat mendudukan diri di toilet sambil membaca majalah atau koran. Jika Anda tetap tidak dapat buang air besar dalam 10 menit, coba lagi saat ada dorongan alami.

Persiapan Menjelang Perjalanan
Jika Anda sering mengalami sembelit saat bepergian, lakukanlah persiapan lebih awal. Salah satu caranya adalah mulai mengonsumsi obat pelunak feses atau pencahar dalam beberapa hari hingga seminggu sebelum Anda pergi. Kemudian lanjutkan meminumnya saat Anda berlibur. Ini akan membantu melunakkan feses Anda dan membuatnya lebih mudah untuk keluar.

Gunakan Pencahar dengan Tepat
Jika pengaturan pola makan dan olahraga tidak membantu, Anda mungkin perlu mencoba obat pencahar untuk mengatasi sembelit selama perjalanan. Sayangnya, mengonsumsi obat pencahar terlalu sering berisiko membuat tubuh Anda bergantung padanya. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakannya pada waktu yang mendesak dan tidak terlalu lama.

More