Category Penyakit

tips mengatasi heartburn

Tips Mengatasi Heartburn yang Muncul di Malam Hari

Heartburn atau rasa panas di dada bisa muncul kapan saja, termasuk ketika Anda tidur di malam hari. Lalu, bagaimana cara mengatasi heartburn?

Pernahkah Anda merasakan pahit di mulut, batuk kronis yang tak kunjung sembuh, sakit tenggorokan, dan kelelahan saat bangun pagi? Jika ya, mungkin Anda mengalami heartburn di malam hari.

Banyak orang mengalami heartburn atau rasa panas di dada karena kondisi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang parah. Kondisi ini mengganggu tidur malam dan membuat orang tidak dapat beraktivitas dengan baik keesokan harinya.

Bila Anda termasuk salah satu orang yang sering mengalami rasa panas di dada ketika malam hari, cobalah dengan mengubah gaya hidup untuk mengatasi heartburn.

7 Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari untuk Mengatasi Heartburn

  1. Makanan bersifat asam seperti cuka, tomat, anggur, dan jeruk
  2. Makanan pedas seperti cabai dan lada
  3. Makanan berlemak dan berminyak
  4. Cokelat dan mint
  5. Minuman bersoda
  6. Minuman berkafein
  7. Minuman beralkohol

Selain mengurangi atau menghindari makanan dan minuman di atas, Anda juga wajib mengubah gaya makan Anda untuk mengatasi heartburn atau rasa panas di dada.

  • Jangan langsung berbaring setelah makan karena asam lambung bisa merambat naik ke kerongkongan.
  • Makanlah dalam porsi yang kecil.
  • Kurangi kebiasaan makan camilan sebelum tidur.
  • Berhenti makan tiga jam sebelum tidur.
  • Jangan makan terlalu cepat karena makanan bisa menumpuk di perut dan memproduksi asam lambung yang banyak

Mengubah Pola Hidup untuk Mengatasi Heartburn atau Rasa Panas di Dada

Dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, Anda dapat meredakan heartburn yang kerap datang di malam hari. Berikut tipsnya!

  1. Hindari pakaian ketat dan ikat pinggang yang terlalu kencang. Penggunaan korset juga dapat mengganggu pernapasan serta menekan asam lambung ke atas.
  2. Jauhkan diri Anda dari penyebab stres. Stres terbukti dapat meningkatkan produksi asam lambung di dalam perut
  3. Menurunkan berat badan. Berat badan ideal akan menjauhkan Anda dari penyakit yang bisa bersarang di dalam tubuh termasuk refluks asam lambung. Lakukan olahraga yang mengharuskan Anda banyak melakukan gerakan agar lemak dalam tubuh terbakar.
  4. Jika Anda minum antasida lebih dari sekali dalam seminggu, kemungkinan besar Anda menderita GERD dan bukan heartburn biasa. Sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  5. Cobalah mengunyah permen karet di malam hari. Hal ini dapat memperbanyak produksi air liur di dalam mulut yang menetralkan asam lambung.
  6. Gejala setiap orang bisa berbeda satu sama lain. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi untuk mengetahui secara pasti penyebab heartburn.
  7. Masa kehamilan juga memicu terjadinya rasa panas di dada dan GERD. Konsultasikan kepada dokter yang menangani kehamilan Anda.
  8. Heartburn semakin parah setelah berolahraga? Minumlah air yang banyak agar tubuh kembali terhidrasi dan pencernaan kembali normal.
  9. GERD yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kanker esofagus. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila sakit berlanjut.
  10. Catat perkembangan kesehatan Anda mulai dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi hingga nyeri yang Anda rasakan.
  11. Usahakan tidak makan sesaat sebelum tidur. Beri jeda tiga jam.
  12. Jangan langsung berolahraga setelah makan. Beri jeda kurang lebih dua jam.
  13. Nikotin dapat memperparah heartburn.
  14. Beberapa jenis pengobatan dapat memicu refluks asam lambung. Konsultasikan hal ini kepada dokter Anda.
  15. Gunakan bantal tidur yang lebih tinggi untuk mengganjal punggung dan kepala agar posisinya lebih tinggi dari perut
  16. Ketika Anda membungkuk, pusatkan tekanan pada lutut bukan pada perut karena dapat mendorong asam lambung untuk naik ke atas

More
tips meredakan sembelit di perjalanan

Tips Meredakan Sembelit Saat Dalam Perjalanan

Gangguan pencernaan yang menyebabkan susah buang air besar sering menjadi gangguan dalam melakukan beragam aktivitas. Salah satu yang paling sering membuat jengkel adalah ketika Anda sedang melakukan perjalanan. Tapi jangan khawatir, simak tips untuk meredakan sembelit saat berada dalam perjalanan berikut ini.

Siapkan Bekal untuk Perjalanan
Saat konstipasi atau sembelit terjadi, Anda tentu perlu untuk memperhatikan asupan makanan agar pencernaan dapat kembali bekerja dengan normal. Pilihan makanan yang ada di jalan bisa menjadi sangat menggiurkan dan menarik untuk dicoba, tetapi perhatikan kebersihan dan higienitas dari makanan yang disajikan. Jangan sampai Anda malah mendapatkan kondisi pencernaan yang semakin parah. Selain itu, pastikan juga bekal yang disiapkan memiliki kandungan serat yang cukup untuk meredakan konstipasi atau sembelit Anda.

Perhatikan Pilihan Menu Berserat
Jika Anda menginginkan bekal makanan yang enak dan simpel, perhatikan pilihan menu makanan berserat dengan tepat. Anda dapat menyiapkan roti atau sereal gandum dan beberapa kantong kacang-kacangan sebagai camilan di perjalanan. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda menyiapkan juga potongan buah-buahan dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan serat tubuh.

Batasi Makanan Rendah Serat

Saat berlibur, Anda pasti akan sangat bersemangat untuk menyicipi beragam pilihan makanan khas yang ada di tempat tersebut. Akan tetapi, kondisi pencernaan yang kurang baik harus Anda prioritaskan hingga benar-benar pulih sebelum menjelajahi pilihan kuliner yang menarik. Hindari makan makanan dengan kandungan serat rendah, seperti keju, permen, daging, pizza, makanan olahan, keripik, dan es krim. Bersabarlah sebentar hingga pencernaan kembali pulih.

Minum Banyak Air
Minum air tambahan mungkin tidak dapat berdampak langsung pada upaya meredakan sembelit. Akan tetapi, cara ini dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Mendapatkan cukup cairan tubuh juga dapat membantu mencegah dehidrasi, yang dapat menjadi penyebab sembelit atau konstipasi terjadi. Pastikan untuk selalu membawa botol air. Jika Anda tidak bisa mendapatkan air minum yang bersih, minumlah dari air mineral kemasan dalam botol, jus buah, atau minuman nonkafein lainnya.

Batasi Kafein dan Alkohol
Minuman mengandung kafein dan alkohol sangat berisiko tinggi menambah masalah sembelit Anda. Alkohol dan kafein dapat menyebabkan dehidrasi sehingga akan memperparah sembelit yang Anda alami saat bepergian. Untuk itu, cobalah membatasi alkohol dan minuman dengan kafein. Anda dapat menggantinya dengan air putih atau jus buah segar.

Tetap Aktif Bergerak

Saat berpergian, itu artinya Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di dalam mobil, kereta, kapal, atau pesawat. Sayangnya, ketika Anda berhenti bergerak dan menghabiskan banyak waktu untuk duduk, organ pencernaan Anda juga akan diam dan tidak memproses sisa makanan dengan optimal. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, sering-seringlah beristirahat untuk meregangkan tubuh dan bergerak. Setelah itu, begitu Anda mencapai tujuan, segera lakukan kegiatan fisik, seperti berjalan-jalan atau bersepeda, untuk membuat tubuh Anda bergerak.

Jangan Abaikan Dorongan Alami Tubuh Anda
Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin mengabaikan keinginan untuk buang air besar saat berlibur. Anda mungkin merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum atau jadwal jalan-jalan yang terlalu padat, sehingga terasa sulit untuk menemukan toilet umum. Tetapi mengabaikan dorongan alami untuk buang air terkadang bisa menyebabkan sembelit. Untuk itu, pastikan untuk menjadwalkan waktu ke toilet pada jeda istirahat selama perjalanan.

Bersantai Saat Menggunakan Toilet         
Jika Anda biasanya menggunakan toilet hanya pada waktu tertentu, cobalah untuk memberikan waktu luang untuk bersantai tanpa ada rasa dikejar waktu untuk melanjutkan perjalanan. Berikan tubuh Anda waktu untuk bersantai, Anda dapat mendudukan diri di toilet sambil membaca majalah atau koran. Jika Anda tetap tidak dapat buang air besar dalam 10 menit, coba lagi saat ada dorongan alami.

Persiapan Menjelang Perjalanan
Jika Anda sering mengalami sembelit saat bepergian, lakukanlah persiapan lebih awal. Salah satu caranya adalah mulai mengonsumsi obat pelunak feses atau pencahar dalam beberapa hari hingga seminggu sebelum Anda pergi. Kemudian lanjutkan meminumnya saat Anda berlibur. Ini akan membantu melunakkan feses Anda dan membuatnya lebih mudah untuk keluar.

Gunakan Pencahar dengan Tepat
Jika pengaturan pola makan dan olahraga tidak membantu, Anda mungkin perlu mencoba obat pencahar untuk mengatasi sembelit selama perjalanan. Sayangnya, mengonsumsi obat pencahar terlalu sering berisiko membuat tubuh Anda bergantung padanya. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakannya pada waktu yang mendesak dan tidak terlalu lama.

More