Category Penyakit

Mengenal Gejala-Gejala Tay-Sachs

Mengenal Gejala-Gejala Tay-Sachs

Tay-Sachs adalah penyakit pada sistem saraf pusat yang merupakan kelainan neurodegeneratif. Penyakit saraf ini umumnya dialami oleh bayi dan bisa berakibat fatal. Tay-Sachs disebabkan oleh rusaknya gen pada kromosom 15 (HEX-A). Kerusakan gen ini menyebabkan tubuh tak mampu memproduksi protein heksosaminidase A.Tanpa protein heksosaminidase A tersebut, bahan kimia bernama gangliosida akan menumpuk di sel saraf otak dan menghancurkan sel-sel otak. 

Saat Tay-Sachs mulai menggerogoti otak, penderitanya akan kehilangan kontrol otot. Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, hingga kematian. Tay-Sachs adalah penyakit yang turun-temurun. Kondisi itu artinya, kedua orangtua dapat menurunkan penyakit ini pada anaknya.

Gejala-gejala Tay-Sachs

Gejala Tay-Sachs pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa bentuknya berbeda-beda. Selain itu, awal mula munculnya gejala pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa juga tidak sama.

Gejala Tay-Sachs yang terjadi pada bayi

Gejala Tay-Sachs biasanya akan muncul saat bayi mencapai usia 6 bulan. Namun, kerusakan saraf sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam rahim. Perkembangan penyakit Tay-Sachs pada tubuh bayi sangatlah cepat. Biasanya, bayi yang mengidap Tay-Sachs akan meninggal dunia di usia 4-5 tahun. Berikut ini adalah gejala Tay-Sachs pada bayi yang harus diwaspadai:

  • Tidak bisa mendengar
  • Kekuatan otot yang melemah
  • Respons kaget yang terus meningkat
  • Hilangnya fungsi otot
  • kebutaan
  • Otot kaku
  • Perkembangan mental dan sosial yang terlambat
  • Lambatnya pertumbuhan bayi
  • Munculnya bintik merah pada makula (area di dekat pusat retina).

Jika bayi yang menderita Tay-Sachs mengalami kejang-kejang atau sesak napas, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi layanan darurat medis untuk mencegah komplikasi.

Gejala Tay-Sachs pada remaja dan orang dewasa

Dibandingkan bayi, kasus Tay-Sachs pada remaja dan orang dewasa sangat jarang terjadi. Selain itu, gejalanya dianggap lebih ringan.Tidak hanya itu, bentuk gejala Tay-Sachs dibagi menjadi tiga jenis, yakni remaja, kronis, dan dewasa.Gejala Tay -Sachs pada remaja umumnya muncul di usia 2-10 tahun dan penderitanya akan hidup hingga usia 15 tahun.Sedangkan gejala kronis Tay-Sachs biasanya akan muncul di usia 10 tahun, tetapi perkembangan Tay-Sachs jenis ini dianggap lambat. Gejalanya meliputi kram otot, tremor, hingga sulit berbicara.Sementara itu, gejala Tay-Sachs pada orang dewasa dianggap paling ringan. Gejalanya meliputi:

  • Otot lemah
  • Bicara cadel
  • Sulit mengingat
  • Cara berjalan tidak seimbang
  • Tremor.

Tingkat keparahan dan angka kematian penyakit Tay-Sachs pada orang dewasa berbeda-beda, tidak seperti pada bayi. Tay-Sachs dapat didiagnosis sejak dini menggunakan tes prenatal, seperti chorionic villus sampling (CVS) dan amniosintesis. Umumnya, tes genetik juga akan dilakukan jika ayah dan ibu merupakan carrier atau pembawa penyakit Tay -Sachs.Biasanya, tes prenatal CVS akan dilakukan saat usia kehamilan mencapai 10-12 minggu. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari plasenta lewat perut atau vagina. Amniocentesis dilakukan saat usia kehamilan mencapai 15-20 minggu. Metode ini dilakukan dengan memeriksa sampel cairan ketuban melalui jarum yang dimasukkan ke dalam perut ibunya. Melalui berbagai tes ini, dokter dapat mendiagnosis Tay-Sachs pada bayi. Tay-Sachs adalah penyakit saraf yang menyebabkan kelainan neurodegeneratif. Oleh karena itu, penyakit ini tidak boleh disepelekan

More

Alasan Anak Perempuan Lebih Sering Mengalami Growing Pains

Merupakan rasa nyeri dan kram tetapi terkadang juga seperti berdenyut disebut dengan growing pains. Pada kebanyakan kasus, gejala yang dirasakan para muncul di tungkai bawah atau kaki, dan beberapa kondisi lainnya juga bisa terjadi pada tungkai atas. Meskipun kondisi tersebut jauh lebih jarang dialami dalam kasus yang terjadi.

Munculnya sensasi nyeri banyak terjadi pada anak berusia tiga hingga empat tahun dan delapan hingga 12 tahun. Selain itu, kondisi ini lebih sering dialami anak perempuan ketimbang anak laki-laki, biasanya rasa sakit yang muncul kerap terjadi di malam hari namun tidak disertai dengan adanya kelainan fisik.

Penyebab Anak Perempuan Growing Pains

Aktivitas fisik yang semakin kerap menjadi salah satu penyebab munculnya kondisi ini, tidak heran jika banyak anak-anak usia sekola yang paling sering mengalaminya. Dokter ahli menyebutkan jika kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak usia prasekolah, yakni tiga hingga empat tahun dan usia sekolah, delapan sampai 12 tahun.

Menariknya, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak perempuan ketimbang laki-laki dengan sebab tersendiri. Aktivitas berlebih menggunakan otot-otot tungkai bawah, seperti berlati, memanjat, melompat dan aktivitas fisik lain yang bisa menyebabkan nyeri otot. Aktivitas fisik berlebihan yang dilakukan di siang hari bisa meningkatkan risiko kondisi ini di malam hari.

Penyebab pasti kondisi ini belum bisa diketahui karena belum adanya penelitian yang membuktikan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan pertumbuhan anak maupun kecepatan pertumbuhan. Namun para ahli menduga jika kondisi ini terjadi akibat aktivitas berlebihan pada otot-otot kaki, hingga akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Cara Mencegah dan Mengobati

Karena penyebab dari kondisi ini belum diketahui, untuk mencegahnya pun juga belum dapat ditemukan atau juga belum ada. Para orang tua mungkin hanya akan mengurangi risikonya dengan tidak membiarkan anak melakukan aktivitas fisik secara berlebih di siang hari. Meski dengan begitu, pada kebanyakan kasus kondisi ini tidak serius dan hilang dengan sendirinya.

Pengobatan kondisi ini juga belum diketahui secara medis karena belum tersedia, hal ini dikarenakan kondisi tersebut umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu satu hingga dua tahun. Jika tidak kunjung hilang dalam kurun waktu tersebut, gejala yang muncul akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu.

Namun demikian, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan para orang tua untuk sedikit mengobati kondisi tersebut. Setidaknya meredakan rasa tidak nyaman yang dirasakan sang anak perempuan di malam hari, perhatikan dan terapkan beberapa langkah untuk mengobati kondisi tersebut.

  • Tempelkan kompres hangat pada bagian tubuh anak yang mengalami nyeri, bisa disertai dengan memjat otot kaki yang sakit.
  • Memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, jangan memberi aspirin karena obat jenis ini memicu munculnya sindrom Reye pada anak.
  • Ajak anak melakukan latihan relaksasi otot di siang hari, tujuannya mencegah nyeri pada malam hari ketika mereka tidur.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter jika anak mengalami beberapa tanda atau gejala terkait growing pains yang dialami anak perempuan. Terutama ketika anak mengalami nyeri pada tungkai, selain itu terdapat pula kondisi lain yang patut diwaspadai dan sebagai tanda untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Seperti nyeri yang tidak kunjung hilang hingga terus terasa hingga di pagi hari, nyeri yang parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Munculnya nyeri di daerah sendi hingga menyebabkan sendi tampak merah dan bengkak.

More

Pembengkakan Limpa, Apakah Bisa Jadi Pertanda Kanker?

Pembengkakan limpa atau disebut splenomegali biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian kiri atas. Umumnya, tanda  ini tidak dianggap serius padahal bisa jadi terdapat bahaya dibaliknya.

Bengkaknya limpa mengakibatkan tekanan pada organ lain di sekitarnya sehingga memengaruhi aliran darah menuju limpa dan menyebabkan limpa tidak berfungsi dengan baik. Kanker menjadi salah satu kemungkinan pembengkakan limpa, bisa jadi leukima atau limfoma.

Leukimia

Sel leukimia menyebabkan pembengkakan pada limpa maupun hati. Biasanya penderita sering  merasa kekenyangan atau perut penuh meskipun makan sedikit. Namun, dianosa tetap harus dilanjutkan untuk memastikan penyakit yang diderita. Meskipun, kondisi organ-organ ini tertutup oleh tulang rusuk bawah, dokter dapat mendeteksi bila ada kejadian pembengkakan.

Leukimia merupakan jenis kanker darah akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkontrol. Sama-sama jenis kanker darah, perbedaan leukimia dan limfoma terletak dali permulaan tumbuhnya kanker. Leukimia bermula di sumsum tulang belakang, sedangkan limfoma bermula di kelenjar getah bening.  

Tanda dan gejala leukimia secara umum diantaranya adalah penurunan berat badan yang tidak diharapkan, demam, berkeringat di malam hari, dan kehilangan nafsu makan. Sedangkan, tanda dan gejala yang lebih spesifik, diantaranya:

  • Mudah lelah dan lemas
  • Pusing
  • Nafas pendek
  • Pucat
  • Infeksi yang tidak kunjung sembuh
  • Memar merah atau ungu di kulit
  • Pendarahan, bisa dalam bentuk mimisan, pendarahan gusi, atau menstruasi dengan volum darah yang melebihi normal

Jika telah menyebar, kanker dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di dekat permukaan tubuh sehingga timbul benjolan di bagian leher, ketiak, atau selangkangan yang bisa dilihat mata. Pembengkakan juga bisa terjadi pada kelenjar getah bening di dada atau perut, namun harus dideteksi menggunakan CT scan atau MRI.

Beberapa bentuk perawatan dan pengobatan leukimia yaitu kemoterapi, targeted therapy, imunoterapi, tindakan operasi, radiasi, dan stem sel. Perawatan dan pengobatan tersebut disesuaikan dengan kondisi pasien, jenis leukimia, dan kemampuan pasien menerima efek samping obat.  

Limfoma

Limfoma juga merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyebabkan sel limfosit tumbuh tidak terkendali. Limfosit berfungsi sebagai sistem imun yang mencegah timbulnya infeksi. Penyakit ini tergolong jarang ditemui dan umumnya menyerang orang berusia 60 tahun ke atas.

Limfoma secara umum dibagi menjadi dua tipe yaitu Hodgkin’s lymphoma dan non-Hodgkin’s lymphoma. Tanda dan gejala limfoma hampir mirip dengan leukimia, diantaranya adalah:

  • Nyeri dan bengkak pada nodus limfa bagian leher, ketiak, atau selangkangan
  • Kelelahan yang terus menerus
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat bedan yang tidak diinginkan
  • Nafas pendek
  • Kulit gatal

Setalah mendapatkan hasil diagnosa secara pasti, perawatan dan pengobatan yang akan dilakukan yaitu pengawasan aktif yang dilakukan apabila sel berjalan lambat, kemoterapi, rasiasi, tranplantasi sumsum tulang belakang, dan obat-obatan.

Kemungkinan lain

Tidak semua pembengkakan limpa disebabkan oleh kanker, bisa juga disebabkan kondisi lain. Hal ini tergantung pada tanda dan gejala yang dialami, agar lebih tepat sebaiknya perlu dilakukan konsultasi dengan dokter. Beberapa kemungkinan pembengkakan limpa lainnya:

  • Malaria
  • Gagal jantung
  • Sirosis atau kerusakan organ hati
  • Tumor limpa atau organ lain yang sudah menyebar ke limpa
  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit lain
  • Autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis
  • Kelainan sel sabit
  • Gangguan metabolisme, seperti Gaucher dan Niemann-Pick

Jika telah terjadi pembengkakan limpa, pasien sebaiknya mengubah gaya hidup yang mampu membantu perbaikan penyakit. Hindari olahraga yang berat serta pastikan juga menggunakan sabuk pengaman ketika berada di mobil agar melindungi organ limpa jika terjadi guncangan. Perawatan yang baik dan sesuai prosedur diharapkan bisa mengembailkan kondisi limpa dan pasien bisa sehat kembali.

More
metastatis

Perbedaan Kanker Stadium Lanjut, Kanker Metastasis, dan Metastasis Tulang

Sel kanker adalah sel-sel yang membelah dan berkembang secara abnormal dan dikaitkan dengan mutasi genetik. Berbagai istilah kanker yang digunakan dalam dunia medis, terkadang membuat bingung pasien untuk memahami perbedaannya. Oleh karena itu, melalui artikel ini akan dijelaskan perbedaan antara kanker stadium lanjut, kanker metastasis, dan metastasis tulang yang umum terjadi.

Apa itu kanker stadium lanjut?

Kanker stadium lanjut mengacu pada kanker yang tidak dapat disembuhkan. Artinya, kanker yang tidak akan hilang sepenuhnya dengan pengobatan. Kanker yang sudah berada dalam tahap ini dapat berkembang atau bermetastasis. 

Namun, tidak semua kanker stadium lanjut menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker stadium lanjut secara lokal digunakan untuk mendeskripsikan kanker yang telah tumbuh di luar organ asalnya, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh lebih jauh. Misalnya, beberapa kanker yang dimulai di bagian otak dianggap sebagai kanker stadium lanjut, karena ukurannya yang besar atau berdekatan dengan organ atau pembuluh darah penting. Akibatnya, kanker ini mengancam jiwa penderitanya meskipun belum menyebar ke bagian tubuh yang lain. 

Meskipun kanker stadium lanjut tidak dapat disembuhkan, pengobatan kanker yang dilakukan bertujuan:

  • Mengecilkan sel-sel kanker.
  • Memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Membantu meringankan gejala yang dialami.
  • Meningkatkan peluang hidup lebih lama.

Apa itu kanker metastasis?

Kanker metastasis adalah kanker yang telah menyebar dari bagian tubuh pertama kali sel kanker tumbuh ke bagian tubuh lainnya. Saat sel kanker melepaskan diri dari tumor, sel kanker menyebar ke jaringan tubuh lainnya melalui aliran darah atau sistem getah bening. 

Jika sel-sel kanker berjalan melalui sistem getah bening, maka sel-sel ini dapat berakhir di kelenjar getah bening terdekat atau ke organ lainnya. Namun, sel kanker yang terlepas lebih sering berjalan melalui aliran darah. Begitu berada di dalam darah, sel-sel kanker bisa pergi ke bagian tubuh manapun.

Banyak dari sel-sel tersebut yang mati, tetapi beberapa mungkin menetap di organ yang baru, lalu mulai tumbuh dan membentuk tumor baru. Penyebaran kanker ke bagian tubuh yang baru inilah disebut metastasis.

Jadi, sel kanker harus memiliki beberapa syarat agar dapat menyebar ke bagian tubuh yang baru, yaitu:

  • Mampu melepaskan diri dari tumor aslinya, lalu memasuki aliran darah atau sistem getah bening untuk berpindah ke bagian tubuh yang lain.
  • Mampu menempel pada dinding pembuluh darah atau sistem getah bening.
  • Harus dapat tumbuh dan berkembang di tempat yang baru.
  • Bertahan dari sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, sel-sel yang bermetastasis mungkin tidak lagi sama persis dengan sebelumnya, sehingga membuatnya lebih sulit untuk diobati.

Apa itu metastasis tulang?

Metastasis tulang adalah bagian tulang yang diserang kanker yang berasal dari bagian tubuh lain. Tulang belakang adalah bagian tubuh yang paling umum diserang kanker metastasis. Bagian umum lainnya, termasuk tulang pinggul (panggul), tulang kaki bagian atas (femur), tulang lengan atas (humerus), tulang rusuk, dan tulang tengkorak.

Sel kanker dapat merusak tulang dengan mengganggu sel osteoblas dan osteoklas. Osteoblas adalah sel untuk membentuk tulang baru, sedangkan osteoklas adalah sel yang melarutkan sel tulang yang tua. Jika sel-sel ini bekerja dengan baik, tulang baru selalu terbentuk, sementara sel tulang yang telah tua hancur dan larut bersama osteoklas. Hal inilah yang membantu menjaga kekuatan tulang.

Metastasis tulang dapat menyebabkan kerusakan tulang tanpa adanya pembentukan tulang baru atau sel tulang yang tua tidak hancur atau larut. Lama-kelamaan, tulang akan menjadi lemah, mudah patah, sklerosis, kerusakan sel saraf, bahkan kelumpuhan bila tidak ditangani. Selain itu, kalsium dari tulang dapat dilepaskan ke dalam darah, sehingga menyebabkan kadar kalsium darah tinggi (hiperkalsemia).

Inilah perbedaan kanker stadium lanjut, kanker metastasis, dan metastasis tulang yang sebaiknya Anda pahami. Terkadang, tumor metastasis telah tumbuh saat kanker pertama kali ditemukan dan didiagnosis. Beberapa kasus lainnya, kanker metastasis ditemukan sebelum tumor aslinya ditemukan. Jika ternyata kanker telah menyebar ke banyak tempat, mungkin sangat sulit untuk mengetahui asal kanker tersebut, sehingga disebut dengan kanker primer yang tidak diketahui.

More

Alami Gejala Ini, Haruskah Selalu Mengonsumsi Obat Pneumonia?

mengatasi pneumonia dengan obat pneumonia

Batuk berdahak yang disertai demam dan kesulitan pernapasan harus ditanggapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Sebab bisa jadi, hal yang Anda alami tersebut merupakan sebagian gejala dari pneumonia yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan. 

Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi di kantung udara paru-paru. Infeksi tersebut bisa menyerang salah satu kantong udara ataupun kedua-duanya. Infeksi yang mengakibatkan pneumonia bisa diakibatkan oleh serangan bakteri, virus, maupun jamur. Penggunaan obat pneumonia pun mesti segera diberikan guna bisa meredakan infeksi yang terjadi. 

Gejala Pneumonia 

Anak kecil berusia di bawah 5 tahun serta orang tua berusia di atas 65 tahun menjadi kelompok yang rentan terkena pneumonia dengan gejala yang serius. Pasalnya, kedua kelompok ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah. Berikut adalah beberapa gejala umum terkait infeksi kantong udara di paru-paru. 

  • Batuk 

Tidak sembarangan batuk. Orang yang mengalami infeksi di kantong udara paru-paru cenderung mengeluarkan batuk berdahak. 

  • Demam 

Infeksi pada paru-paru akan membuat Anda terserang demam tinggi hingga di atas 38 derajat Celsius disertai rasa menggigil yang kuat. Pada orang tua, demam yang dialami cenderung lebih rendah. 

  • Nyeri Dada 

Bagian dada akan terasa sakit, namun bukan di bagian kiri. Rasa nyeri dada semakin kuat tiap kali Anda mengambil napas atau sedang batuk. 

  • Sakit Kepala 

Demam yang Anda alami sebagai gejala pneumonia akan diikuti rasa pusing yang menjalar ke seluruh bagian kepala. 

  • Napas Cepat 

Pada sebagian penderita pneumonia, gejala yang paling tampak adalah napas yang menderu cepat. Umumnya anak kecil yang kerap mengalami gejala ini. 

Penanganan Pneumonia 

Berbagai gejala di atas memang menunjukkan risiko terkena pneumonia. Namun, bukan berarti Anda langsung menyimpulkan sendiri kemudian membeli obat pneumonia yang dirasa cocok. Anda tetap harus melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Ketika diagnosis sudah diperoleh, penanganan yang diberikan dokter kepada pasien pneumonia yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Semua tergantung dengan jenis pneumonia yang Anda derita, disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Namun, tujuan pengobatan tetaplah sama, yaitu, menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. 

Penanganan bisa saja berbeda, tetapi obat pneumonia yang diberikan kepada para pasien infeksi kantong udara paru-paru ini tetaplah berjenis antibiotik. Jenis antibiotik yang kerap diberikan bagi pasien pneumonia adalah Amoxicillin ataupun Sefalosporin generasi III yang meliputi Cefotaxime ataupun Ceftriaxone. 

Pasien yang memiliki gejala ringan akan diresepkan beberapa jenis antibiotik untuk meredakan infeksi dan bisa melanjutkan perawatan dari rumah. Sementara pasien yang memiliki risiko komplikasi besar akan dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk beberapa minggu.

Selain antibiotik, beberapa penanganan lain juga akan dianjurkan untuk menangani gejala pneumonia. Contohnya meliputi penanganan di bawah ini. 

  • Penggunaan Aspirin 

Tidak hanya antibiotik, pasien pneumonia cenderung akan diresepkan obat aspirin. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam yang menjadi gejala utama pneumonia. Namun, resep aspirin ini tidak akan diberikan untuk anak-anak. 

  • Pemakaian Anti Inflamasi 

Tim medis kemungkinan juga akan meresepkan obat anti inflamasi berjenis ibuprofen dan asetaminofen. Obat ini diharapkan mampu mengurangi infeksi yang terjadi di kantong paru-paru. 

  • Terapi Pernapasan 

Apabila obat pneumonia yang diminum tidak terlalu menampakkan hasil cepat padahal gejala sesak napas mulai terlihat, dokter akan menyarankan pasien untuk segera melakukan terapi pernapasan. Obat-obatan tertentu akan langsung dimasukkan ke dalam paru-paru untuk meredakan infeksi sekaligus menjaga agar tidak terjaga gagal napas. 

  • Terapi Oksigen 

Penanganan lain selain obat pneumonia adalah memberikan terapi oksigen. Terapi ini untuk menjaga aliran oksigen tetap lancar dalam darah, walaupun ada masalah pembentukan oksigen yang merupakan akibat infeksi di kantong paru-paru. 

*** 

Banyaknya penanganan yang bisa menjadi pilihan di luar obat pneumonia membuat Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter apabila mendapati gejala infeksi di paru-paru ini. Sebab bisa jadi, obat pneumonia yang Anda anggap tepat, justru akan menimbulkan risiko lebih parah apabila digunakan pada kondisi yang Anda alami.

More

Memahami Katarak Radiasi

Risiko katarak akibat radiasi dapat meningkat seiring dengan semakin seringnya Anda terpapar radiasi.

Katarak radiasi adalah katarak akibat dari cedera lensa mata, dan merupakan efek terlambat atau jangka panjang yang paling sering dari seluruh tubuh (atau sebagian ke tubuh atas) akibat jenis radiasi.

Di dalam mata, Anda memiliki lensa alami.  Lensa membengkokkan (membiaskan) sinar cahaya yang masuk ke mata untuk membantu Anda melihat. Oleh karena itu, pada dasarnya lensa harus jelas. 

Jika Anda memiliki katarak, lensa Anda menjadi keruh. Dengan kondisi tersebut, Anda seperti melihat melalui kaca depan mobil yang berkabut atau berdebu. Hal-hal terlihat buram, kabur atau kurang berwarna dengan katarak.

Katarak dapat timbul sebagai akibat paparan berbagai jenis radiasi. Sinar-X dan gamma merupakan salah satu bentuk radiasi pengion, dapat merusak DNA sel lensa Anda.

Mekanisme alternatif adalah ekspansi termoelastik di mana gelombang tekanan dalam aqueous humor menyebabkan kerusakan fisik langsung pada sel-sel lensa Anda. Katarak yang disebabkan oleh radiasi pengion, misalnya sinar-X dan sinar gamma biasanya diamati di daerah posterior lensa, seringkali dalam bentuk katarak subkapsular posterior. Peningkatan dosis radiasi pengion tersebut menyebabkan peningkatan kekeruhan lensa, yang muncul setelah periode latensi yang menurun.

Sebagian besar katarak berkembang ketika penuaan atau cedera mengubah jaringan yang membentuk lensa mata Anda. Beberapa kelainan genetik bawaan yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya dapat meningkatkan resiko Anda terhadap katarak.

Katarak juga dapat disebabkan oleh kondisi mata lainnya, seperti operasi mata yang lalu atau kondisi medis seperti diabetes.  Penggunaan obat steroid jangka panjang juga dapat menyebabkan katarak berkembang.

Tidak ada penelitian yang membuktikan bagaimana mencegah katarak atau memperlambat perkembangan katarak.  Tetapi dokter berpikir beberapa strategi mungkin bermanfaat, termasuk:

  • Melakukan pemeriksaan mata secara teratur

Pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi katarak dan masalah mata lainnya pada tahap paling awal.  

  • Berhenti merokok

Obat-obatan, konseling dan strategi lain tersedia untuk membantu Anda.

  • Kelola masalah kesehatan lainnya

Ikuti rencana perawatan Anda jika Anda memiliki diabetes atau kondisi medis lainnya yang dapat meningkatkan risiko katarak Anda.

  • Pilih diet sehat yang mencakup banyak buah dan sayuran

Menambahkan berbagai buah dan sayuran berwarna ke dalam makanan Anda memastikan Anda mendapatkan banyak vitamin dan nutrisi. Buah dan sayuran memiliki banyak antioksidan, yang membantu menjaga kesehatan mata Anda.

  • Memakai kaca mata hitam

Sinar ultraviolet dari matahari dapat berkontribusi pada perkembangan katarak.  Kenakan kacamata hitam yang menghalangi sinar ultraviolet B (UVB) saat Anda berada di luar ruangan.

  • Kurangi penggunaan alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan resiko katarak.

Pengobatan yang efektif untuk penyakit katarak, termasuk katarak radiasi, adalah dengan melalui prosedur pembedahan. Namun konsultasi dengan dokter selalu diperlukan sebelum Anda menjalani prosedur tersebut.

More

Syok Kardiogenik Bukan Gagal jantung, Ini Bedanya

Sulit Bernapas Merupakan Salah Satu Tanda tanda Syok yang Harus ...

Gangguan kesehatan yang menyerang bagian kardiovaskular memang selalu menyeramkan. Pasalnya, jantung dan juga pembuluh darah adalah organ vital yang ketika mereka tidak berfungsi maka akan memengaruhi kondisi seluruh tubuh. Itulah mengapa serangan jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi. Lalu, bagaimana dengan syok kardiogenik?

Banyak orang menyangka syok kardiogenik sama seperti gagal jantung lantaran, secara umum, gejala yang timbul serupa. Namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Jika gagal jantung merupakan satu kondisi di mana otot jantung menjadi sangat lemah, karena tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh, syok kardiogenik membuat jantung sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan tubuh

Kondisi gagal jantung biasanya dipicu oleh beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, aritmia alias gangguan ritme jantung, kerusakan katup jantung, diabetes, anemia, hingga hipertensi.

Sementara itu, syok kardiogenik terjadi lantaran komplikasi dari serangan jantung. Jika masalah permasalahan “yang ada di hulu” tidak tertangani dengan baik, seseorang yang menderita gangguan jantung ini bisa tak tertolong.

Perbedaan Gagal Jantung dan Syok Kardiogenik dari Sisi Gejalanya

Seseorang yang mengalami gagal jantung akan merasakan gejala utama seperti sesak napas dan rasa lelah hampir sepanjang hari. Pasalnya, seseorang yang menderita gagal jantung tidak mampu memasok darah ke otot serta organ penting lainnya dengan jumlah yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, gagal jantung pun memiliki andil dalam kurangnya pasokan darah ke ginjal. Imbasnya, terjadi penumpukan cairan di tubuh dan mulai muncul gejala, seperti pembengkakan di kaki dan perut, kenaikan berat badan, hingga sering buang air kecil terutama pada malam hari.

Kondisi gagal jantung akan lebih tersiksa jika dia berbaring di permukaan datar. Pasalnya, posisi seperti itu membuat kinerja jantung semakin melemah. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan saat tidur malam hari sehingga mengharuskan pengidapnya duduk atau berdiri agar mampu menghirup udara. Meskipun demikian, gejala gagal jantung biasanya berbeda-beda antara satu orang dan yang lainnya.

Sedangkan pada syok kardiogenik, gejala yang muncul sebenarnya mirip dengan gagal jantung, hanya saja lebih serius. Waspadai jika merasakan beberapa gejala, seperti napas cepat dan terasa pendek, jantung berdebar-debar atau takikardia, denyut nadi melemah, nyeri dada, hingga pucat dan tangan serta kaki terasa dingin.

Akan tetapi, syok kardiogenik pun memiliki gejala unik. Artinya, gejala khusus yang ditimbulkan lantaran kondisi tersebut, seperti linglung atau merasa selalu gelisah, mudah berkeringat, hingga hilang kesadaran alias pingsan. Kondisi ini pun bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil atau dalam beberapa kasus pengidapnya tidak bisa buang air kecil sama sekali.

***

Syok kardiogenik sebenarnya jarang terjadi. Kemungkinan terjadinya kondisi ini meningkat jika seseorang memiliki berbagai faktor risiko, utamanya berkaitan dengan keadaan jantung itu sendiri.

Namun, orang-orang yang berusia lanjut atau mereka yang mengidap diabetes, serta tekanan darah tinggi juga memiliki risiko mengalami syok kardiogenik. Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui kondisi jantung Anda untuk meminimalisir risiko dan melakukan upaya pencegahan sesegera mungkin.

Jika Anda merupakan orang yang berisiko, usahakan melakukan cek kesehatan dan segera pergi ke rumah sakit jika merasa mengalami gejala-gejala yang mengarah pada jantung. Penanganan gagal jantung atau syok kardiogenik yang cepat dan tepat diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa berujung pada kematian.

More

Obat Jamur Kuku Yang Mungkin Belum Anda Coba

Salah satu obat jamur kuku alami yang bisa Anda coba di rumah adalah tea tree oil

Jamur kuku adalah kondisi umum yang dimulai dengan bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku Anda. Ketika infeksi jamur semakin dalam, jamur kuku dapat menyebabkan kuku Anda berubah warna, menebal dan hancur di bagian ujungnya sehingga Anda harus segera mengobati kuku Anda.

Infeksi jamur pada kuku, infeksi jamur pada kuku, secara medis dikenal sebagai onikomikosis atau tinea unguium dan pada umumnya terkait dengan kebersihan yang buruk. Onikomikosis adalah infeksi jamur yang biasanya disebabkan oleh jenis jamur khusus yang dikenal sebagai dermatofita. Ketika jamur menginfeksi area antara jari-jari kaki dan kulit kaki Anda, kondisi tersebut disebut sebagai athlete’s foot (tinea pedis).

Anda mungkin memiliki jamur kuku jika satu atau lebih kuku Anda memiliki kondisi seperti:

  • Menebal
  • Berwarna keputihan hingga kuning-coklat
  • Rapuh atau kasar
  • Bentuknya terdistorsi
  • Warna gelap, disebabkan oleh puing-puing yang menumpuk di bawah kuku Anda
  • Memiliki bau sedikit busuk

Jamur kuku pada umumnya mempengaruhi kuku, tetapi lebih sering terjadi pada kuku kaki. Untungnya terdapat banyak perawatan yang bisa Anda coba. Antijamur oral yang diresepkan seperti terbinafine (Lamisil) atau fluconazole (Diflucan) secara tradisional digunakan untuk mengobati jamur kuku. Obat-obatan tersebut seringkali efektif, tetapi mereka dapat menyebabkan efek samping yang serius mulai dari sakit perut dan pusing hingga masalah kulit yang parah dan penyakit kuning. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mencoba pengobatan rumahan sebagai gantinya. Berikut adalah beberapa perawatan di rumah yang dapat digunakan sebagai obat jamur kuku:

  • Vicks VapoRub 

Vicks VapoRub adalah salep topikal yang bisa Anda coba. Meskipun dirancang untuk menekan batuk, bahan aktif yang dimiliki yaitu, minyak kamper dan kayu putih, dapat membantu mengobati jamur kuku.

Untuk menggunakan, oleskan Vicks VapoRub secukupnya ke area yang kuku yang memiliki jamur setidaknya sekali sehari.

  • Tea tree oil

Tea tree oil, juga disebut melaleuca, adalah minyak esensial dengan kemampuan antijamur dan antiseptik. Untuk menggunakannya, oleskan tea tree oil langsung ke kuku yang terkena dua kali sehari dengan kapas.

  • Ekstrak olive oil

Zat aktif dalam ekstrak olive oil, oleuropein, dianggap memiliki kemampuan antijamur, antimikroba, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Anda dapat mengoleskan salep olive oil langsung ke jamur kuku atau menelan ekstrak olive oil dalam bentuk kapsul. Menurut penelitian, mengkonsumsi satu hingga tiga kapsul olive oil dua kali sehari lebih efektif daripada salep ekstrak olive oil dalam mengobati jamur kuku. Anda dapat menemukan kapsul ekstrak minyak zaitun atau minyak ekstrak olive oil secara online.

  • Cuka

Ternyata cuka merupakan obat rumahan yang cukup aman untuk mengobati jamur pada kuku. Untuk menggunakannya, rendam kaki yang terkena dalam campuran 1 gelas cuka dan 2 gelas air hangat selama 20 menit setiap hari.

  • Listerine

Listerin mengandung bahan-bahan seperti mentol, timol, dan kayu putih, yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Oleh karena itu, listerine menjadi obat tradisional yang populer untuk mengobati jamur kuku. Anda direkomendasikan untuk merendam kaki yang terkena dalam baskom Listerine berwarna kuning selama 30 menit setiap hari.

  • Bawang putih

Penelitian menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kemampuan antijamur dan antimikroba. Anda dapat mengobati jamur kuku kaki menggunakan bawang putih dengan menempatkan siung bawang putih cincang atau yang sudah dihancurkan di daerah yang terkena jamur selama 30 menit setiap hari.

  • Mengubah diet Anda

Hubungan antara diet dan kesehatan sangatlah jelas. Semakin sehat makanan yang Anda konsumsi, semakin besar peluang tubuh Anda untuk melawan kondisi seperti jamur kuku.

Berikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda dengan makan:

  1. yoghurt kaya probiotik
  2. cukup protein untuk mendukung pertumbuhan kembali kuku
  3. cukup zat besi untuk mencegah kuku rapuh
  4. diet yang kaya akan asam lemak esensial
  5. makanan yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti produk susu rendah lemak

Obat rumahan mungkin lebih efektif daripada obat resep dalam mengobati jamur kuku yang ringan sampai sedang. Namun, obat rumahan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan jamur kuku kaki daripada obat topikal resep atau antijamur sistemik oral. 

Dalam kebanyakan kasus, jamur kuku dianggap sebagai masalah kosmetik sehingga Anda disarankan untuk mencoba obat rumahan untuk mengatasinya. Namun, jamur kuku juga dapat menyebabkan komplikasi serius bagi sebagian orang. Jika Anda memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda tidak boleh menggunakan pengobatan rumahan untuk jamur kuku. Anda disarankan untuk menghubungi dokter Anda untuk tindakan yang sesuai.

More

Penegakan Diagnosis dengan Prosedur Biopsi Ginjal

Banyak di antara kita menjalani pola hidup tidak sehat yang berujung pada kerusakan ginjal. Beberapa kerusakan yang terjadi pada ginjal tidak diketahui penyebabnya. Untuk mengetahui adanya kerusakan, tentu dibutuhkan pemeriksaan, salah satunya biopsi ginjal.

Lebih jauh mengenai biopsi ginjal

Pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop, itulah yang dinamakan biopsi ginjal. Tindakan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya kerusakan atau penyakit ginjal.

Tak hanya untuk mendeteksi gangguan ginjal, biopsi ginjal juga kadang dilakukan untuk memantau efektivitas terapi penyakit ginjal. Juga melihat kemungkinan adanya komplikasi setelah transplantasi ginjal.

Dokter akan menyarankan prosedur biopsi setelah serangkaian pemeriksaan lain dilalui dan ditemukan tanda adanya gangguan, sehingga prosedur lanjutan dibutuhkan. Pemeriksaan-pemeriksaan yang mendahului biopsi biasanya tes darah, tes urine, USG, atau CT Scan.

Berdasarkan teknik pengambilan sampelnya, prosedur biopsi ginjal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara perkutan dan secara terbuka. Teknik biopsi perkutan relatif lebih sering dilakukan. Dokter akan memasukkan jarum tipis melalui kulit dan dibantu dengan USG atau CT Scan untuk mengarahkan jarum agar tepat menjangkau ginjal.

Sedangkan teknik biopsi ginjal secara terbuka, dokter akan membuat sayatan pada kulit di dekat ginjal. Lalu, dokter akan melihat kondisi ginjal serta lokasi sampel yang perlu diambil.

Biopsi ginjal dibutuhkan pada kondisi tertentu

Sesuai namanya, tindakan biopsi ini kaitannya dengan kesehatan ginjal. Tidak semua pasien atau kondisi yang menuntut dilakukannya tindakan biopsi ginjal. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menegakan diagnosis pada gangguan ginjal yang belum diketahui penyebabnya.

Selain untuk kebutuhan diagnosis, prosedur ini juga dilakukan untuk memantau kondisi pasien. Baik memantau efektivitas pengobatan yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal, hingga memantau kondisi ginjal pasien setelah melakukan transplantasi, terlebih jika proses transplantasi dianggap buruk.

Melalui metode biopsi ginjal ini, dokter juga akan dibantu untuk mengetahui seberapa cepat perburukan suatu penyakit ginjal dialami oleh pasien atau seberapa luas dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan ginjal yang diderita pasien.

Di samping itu, tindakan ini juga membantu dokter dalam menyusun rencana pengobatan yang akan diberikan kepada pasien. Dalam hal ini, tentu pasien dengan masalah ginjal.

Lalu, dalam kondisi seperti apa biasanya dokter pertama kali menyarankan prosedur biopsi ginjal?

Biasanya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini kepada pasien yang mengalami  gangguan fungsi ginjal, tetapi penyebabnya tidak diketahui secara jelas. Begitu juga pada pasien yang di dalam urinenya ditemukan darah atau protein. Serta pasien-pasien yang menjalani transplantasi ginjal, sebab kondisi ginjalnya harus terus dipantau, salah satunya dengan prosedur biopsi.

Hal yang perlu diperhatikan setelah biopsi ginjal

Bila Anda diminta untuk menjalani prosedur biopsi ginjal, setelahnya mungkin Anda perlu diobservasi di ruang pemulihan. Tenaga medis akan memantau tanda-tanda vital, seperti denyut jantung, pernapasan, serta tekanan darah. Selama periode pemulihan ini, urine dan darah Anda juga akan diperiksa. Hal ini ditujukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi.

Tidak perlu kaget, bila dalam masa pemulihan tersebut Anda merasakan nyeri di area biopsi. Dokter biasanya akan meringankan hal tersebut dengan memberikan obat penahan nyeri.

Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama dengan hari tindakan, tanpa menjalani rawat inap. Namun, Anda akan diminta untuk beristirahat dalam 12 sampai 24 jam setelah prosedur dilakukan. Untuk sementara, aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan juga terbatas. Mengangkat beban dan berolahraga biasanya belum diperbolehkan.

More

Siapa Saja Yang Rentan Virus Corona?

Setiap orang telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah virus Corona atau Covid-19. Namun, jumlah kasus semakin bertambah setiap hari, yaitu sebesar 1,4 juta. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 300.000 orang dinyatakan sembuh. Semua orang berpotensi terkena virus Corona, namun siapa saja yang lebih rentan virus Corona?

Orang-orang berpotensi mengalami infeksi virus Corona, namun sebagian besar akan mengalami gejala ringan seperti batuk-batuk dan flu, namun ada juga orang yang mengalami gejala berat seperti pneumonia.

Tidak hanya itu, sebagian orang juga terkena komplikasi penyakit yang lebih berat sehingga menimbulkan kematian. Orang-orang yang lebih rentan terhadap Covid-19 memiliki risiko lebih besar. Berikut adalah kelompok yang rentan virus Corona:

  • Lansia (lanjut usia)

Lansia, atau orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas, adalah kelompok yang paling rentan terhadap virus Corona. Hal tersebut disebabkan karena tubuh mengalami penurunan seiringnya bertambah usia. Artinya, semakin tua, kondisi yang dialami semakin lemah.

Tidak hanya itu, sistem imun lansia juga semakin lemah. Oleh karena itu, virus Corona dapat menyerang dengan mudah kelompok ini.

  • Orang yang memiliki penyakit tertentu

Selain lansia, orang-orang yang memiliki penyakit seperti orang-orang yang menderita penyakit tidak menular kronis dimana penyakit tersebut dapat meningkat secara bertahap ketika mereka memasuki usia 40 tahun.

Orang-orang yang mengalami penyakit tidak menular kronis berupa diabetes, infeksi pernafasan akut, asma, penyakit jantung, hipertensi, dan kanker dapat menghambat sistem kekebalan tubuh.

Orang-orang yang mengalami penyakit seperti ini bersifat kronis dimana penyakitnya terjadi secara perlahan dan berlangsung dalam jangka panjang. Selain itu, penyakit yang dialami seseorang juga membuat kondisinya lemah sehingga rentan terhadap virus Corona.

  • Anak-anak

Lansia dan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu memang lebih rentan virus Corona, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga memiliki risiko yang sama. Beberapa negara menyebutkan ada sebagian orang yang meninggal akibat Covid-19 di usia muda. Hal tersebut diduga karena penularan oleh orang tuanya.

  • Tenaga medis

Tenaga medis juga menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap virus Corona. Setiap hari mereka menangani pasien yang terinfeksi virus tersebut, dan risiko penularan juga sangat besar.

Cara Mengatasi Virus Corona

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Anda sebaiknya lakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Sering mencuci tangan

Setelah Anda menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu, Anda segera mencuci tangan dengan sabun, dan lakukan selama 20 detik. Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif.

  • Jaga jarak dengan orang lain

Jika Anda keluar rumah, Anda perlu jaga jarak dengan orang lain, setidaknya 1 meter. Selain itu, Anda jangan melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan.

  • Terap berada di rumah

Untuk sementara, Anda sebaiknya belajar atau bekerja di rumah. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga dengan teratur, serta konsumsi obat untuk meningkatkan sistem imun.

  • Hubungi rumah sakit jika mengalami gejala atau penyakit tertentu

Jika Anda rentan virus Corona dan mengalami gejala atau penyakit tertentu, Anda sebaiknya hubungi pihak rumah sakit agar Anda dapat ditangani secara profesional untuk mengatasi Covid-19.

Orang-orang yang rentan virus Corona disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh untuk meminimalkan risiko virus Corona. Anda dapat melakukan cara-cara di atas, dan ikuti perkembangan Covid-19 melalui berita atau sumber resmi seperti WHO atau Kementerian Kesehatan RI.

More