Category Penyakit

Alami Gejala Ini, Haruskah Selalu Mengonsumsi Obat Pneumonia?

mengatasi pneumonia dengan obat pneumonia

Batuk berdahak yang disertai demam dan kesulitan pernapasan harus ditanggapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Sebab bisa jadi, hal yang Anda alami tersebut merupakan sebagian gejala dari pneumonia yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan. 

Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi di kantung udara paru-paru. Infeksi tersebut bisa menyerang salah satu kantong udara ataupun kedua-duanya. Infeksi yang mengakibatkan pneumonia bisa diakibatkan oleh serangan bakteri, virus, maupun jamur. Penggunaan obat pneumonia pun mesti segera diberikan guna bisa meredakan infeksi yang terjadi. 

Gejala Pneumonia 

Anak kecil berusia di bawah 5 tahun serta orang tua berusia di atas 65 tahun menjadi kelompok yang rentan terkena pneumonia dengan gejala yang serius. Pasalnya, kedua kelompok ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah. Berikut adalah beberapa gejala umum terkait infeksi kantong udara di paru-paru. 

  • Batuk 

Tidak sembarangan batuk. Orang yang mengalami infeksi di kantong udara paru-paru cenderung mengeluarkan batuk berdahak. 

  • Demam 

Infeksi pada paru-paru akan membuat Anda terserang demam tinggi hingga di atas 38 derajat Celsius disertai rasa menggigil yang kuat. Pada orang tua, demam yang dialami cenderung lebih rendah. 

  • Nyeri Dada 

Bagian dada akan terasa sakit, namun bukan di bagian kiri. Rasa nyeri dada semakin kuat tiap kali Anda mengambil napas atau sedang batuk. 

  • Sakit Kepala 

Demam yang Anda alami sebagai gejala pneumonia akan diikuti rasa pusing yang menjalar ke seluruh bagian kepala. 

  • Napas Cepat 

Pada sebagian penderita pneumonia, gejala yang paling tampak adalah napas yang menderu cepat. Umumnya anak kecil yang kerap mengalami gejala ini. 

Penanganan Pneumonia 

Berbagai gejala di atas memang menunjukkan risiko terkena pneumonia. Namun, bukan berarti Anda langsung menyimpulkan sendiri kemudian membeli obat pneumonia yang dirasa cocok. Anda tetap harus melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Ketika diagnosis sudah diperoleh, penanganan yang diberikan dokter kepada pasien pneumonia yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Semua tergantung dengan jenis pneumonia yang Anda derita, disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Namun, tujuan pengobatan tetaplah sama, yaitu, menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. 

Penanganan bisa saja berbeda, tetapi obat pneumonia yang diberikan kepada para pasien infeksi kantong udara paru-paru ini tetaplah berjenis antibiotik. Jenis antibiotik yang kerap diberikan bagi pasien pneumonia adalah Amoxicillin ataupun Sefalosporin generasi III yang meliputi Cefotaxime ataupun Ceftriaxone. 

Pasien yang memiliki gejala ringan akan diresepkan beberapa jenis antibiotik untuk meredakan infeksi dan bisa melanjutkan perawatan dari rumah. Sementara pasien yang memiliki risiko komplikasi besar akan dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk beberapa minggu.

Selain antibiotik, beberapa penanganan lain juga akan dianjurkan untuk menangani gejala pneumonia. Contohnya meliputi penanganan di bawah ini. 

  • Penggunaan Aspirin 

Tidak hanya antibiotik, pasien pneumonia cenderung akan diresepkan obat aspirin. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam yang menjadi gejala utama pneumonia. Namun, resep aspirin ini tidak akan diberikan untuk anak-anak. 

  • Pemakaian Anti Inflamasi 

Tim medis kemungkinan juga akan meresepkan obat anti inflamasi berjenis ibuprofen dan asetaminofen. Obat ini diharapkan mampu mengurangi infeksi yang terjadi di kantong paru-paru. 

  • Terapi Pernapasan 

Apabila obat pneumonia yang diminum tidak terlalu menampakkan hasil cepat padahal gejala sesak napas mulai terlihat, dokter akan menyarankan pasien untuk segera melakukan terapi pernapasan. Obat-obatan tertentu akan langsung dimasukkan ke dalam paru-paru untuk meredakan infeksi sekaligus menjaga agar tidak terjaga gagal napas. 

  • Terapi Oksigen 

Penanganan lain selain obat pneumonia adalah memberikan terapi oksigen. Terapi ini untuk menjaga aliran oksigen tetap lancar dalam darah, walaupun ada masalah pembentukan oksigen yang merupakan akibat infeksi di kantong paru-paru. 

*** 

Banyaknya penanganan yang bisa menjadi pilihan di luar obat pneumonia membuat Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter apabila mendapati gejala infeksi di paru-paru ini. Sebab bisa jadi, obat pneumonia yang Anda anggap tepat, justru akan menimbulkan risiko lebih parah apabila digunakan pada kondisi yang Anda alami.

More

Memahami Katarak Radiasi

Risiko katarak akibat radiasi dapat meningkat seiring dengan semakin seringnya Anda terpapar radiasi.

Katarak radiasi adalah katarak akibat dari cedera lensa mata, dan merupakan efek terlambat atau jangka panjang yang paling sering dari seluruh tubuh (atau sebagian ke tubuh atas) akibat jenis radiasi.

Di dalam mata, Anda memiliki lensa alami.  Lensa membengkokkan (membiaskan) sinar cahaya yang masuk ke mata untuk membantu Anda melihat. Oleh karena itu, pada dasarnya lensa harus jelas. 

Jika Anda memiliki katarak, lensa Anda menjadi keruh. Dengan kondisi tersebut, Anda seperti melihat melalui kaca depan mobil yang berkabut atau berdebu. Hal-hal terlihat buram, kabur atau kurang berwarna dengan katarak.

Katarak dapat timbul sebagai akibat paparan berbagai jenis radiasi. Sinar-X dan gamma merupakan salah satu bentuk radiasi pengion, dapat merusak DNA sel lensa Anda.

Mekanisme alternatif adalah ekspansi termoelastik di mana gelombang tekanan dalam aqueous humor menyebabkan kerusakan fisik langsung pada sel-sel lensa Anda. Katarak yang disebabkan oleh radiasi pengion, misalnya sinar-X dan sinar gamma biasanya diamati di daerah posterior lensa, seringkali dalam bentuk katarak subkapsular posterior. Peningkatan dosis radiasi pengion tersebut menyebabkan peningkatan kekeruhan lensa, yang muncul setelah periode latensi yang menurun.

Sebagian besar katarak berkembang ketika penuaan atau cedera mengubah jaringan yang membentuk lensa mata Anda. Beberapa kelainan genetik bawaan yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya dapat meningkatkan resiko Anda terhadap katarak.

Katarak juga dapat disebabkan oleh kondisi mata lainnya, seperti operasi mata yang lalu atau kondisi medis seperti diabetes.  Penggunaan obat steroid jangka panjang juga dapat menyebabkan katarak berkembang.

Tidak ada penelitian yang membuktikan bagaimana mencegah katarak atau memperlambat perkembangan katarak.  Tetapi dokter berpikir beberapa strategi mungkin bermanfaat, termasuk:

  • Melakukan pemeriksaan mata secara teratur

Pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi katarak dan masalah mata lainnya pada tahap paling awal.  

  • Berhenti merokok

Obat-obatan, konseling dan strategi lain tersedia untuk membantu Anda.

  • Kelola masalah kesehatan lainnya

Ikuti rencana perawatan Anda jika Anda memiliki diabetes atau kondisi medis lainnya yang dapat meningkatkan risiko katarak Anda.

  • Pilih diet sehat yang mencakup banyak buah dan sayuran

Menambahkan berbagai buah dan sayuran berwarna ke dalam makanan Anda memastikan Anda mendapatkan banyak vitamin dan nutrisi. Buah dan sayuran memiliki banyak antioksidan, yang membantu menjaga kesehatan mata Anda.

  • Memakai kaca mata hitam

Sinar ultraviolet dari matahari dapat berkontribusi pada perkembangan katarak.  Kenakan kacamata hitam yang menghalangi sinar ultraviolet B (UVB) saat Anda berada di luar ruangan.

  • Kurangi penggunaan alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan resiko katarak.

Pengobatan yang efektif untuk penyakit katarak, termasuk katarak radiasi, adalah dengan melalui prosedur pembedahan. Namun konsultasi dengan dokter selalu diperlukan sebelum Anda menjalani prosedur tersebut.

More

Syok Kardiogenik Bukan Gagal jantung, Ini Bedanya

Sulit Bernapas Merupakan Salah Satu Tanda tanda Syok yang Harus ...

Gangguan kesehatan yang menyerang bagian kardiovaskular memang selalu menyeramkan. Pasalnya, jantung dan juga pembuluh darah adalah organ vital yang ketika mereka tidak berfungsi maka akan memengaruhi kondisi seluruh tubuh. Itulah mengapa serangan jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi. Lalu, bagaimana dengan syok kardiogenik?

Banyak orang menyangka syok kardiogenik sama seperti gagal jantung lantaran, secara umum, gejala yang timbul serupa. Namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Jika gagal jantung merupakan satu kondisi di mana otot jantung menjadi sangat lemah, karena tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh, syok kardiogenik membuat jantung sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan tubuh

Kondisi gagal jantung biasanya dipicu oleh beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, aritmia alias gangguan ritme jantung, kerusakan katup jantung, diabetes, anemia, hingga hipertensi.

Sementara itu, syok kardiogenik terjadi lantaran komplikasi dari serangan jantung. Jika masalah permasalahan “yang ada di hulu” tidak tertangani dengan baik, seseorang yang menderita gangguan jantung ini bisa tak tertolong.

Perbedaan Gagal Jantung dan Syok Kardiogenik dari Sisi Gejalanya

Seseorang yang mengalami gagal jantung akan merasakan gejala utama seperti sesak napas dan rasa lelah hampir sepanjang hari. Pasalnya, seseorang yang menderita gagal jantung tidak mampu memasok darah ke otot serta organ penting lainnya dengan jumlah yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, gagal jantung pun memiliki andil dalam kurangnya pasokan darah ke ginjal. Imbasnya, terjadi penumpukan cairan di tubuh dan mulai muncul gejala, seperti pembengkakan di kaki dan perut, kenaikan berat badan, hingga sering buang air kecil terutama pada malam hari.

Kondisi gagal jantung akan lebih tersiksa jika dia berbaring di permukaan datar. Pasalnya, posisi seperti itu membuat kinerja jantung semakin melemah. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan saat tidur malam hari sehingga mengharuskan pengidapnya duduk atau berdiri agar mampu menghirup udara. Meskipun demikian, gejala gagal jantung biasanya berbeda-beda antara satu orang dan yang lainnya.

Sedangkan pada syok kardiogenik, gejala yang muncul sebenarnya mirip dengan gagal jantung, hanya saja lebih serius. Waspadai jika merasakan beberapa gejala, seperti napas cepat dan terasa pendek, jantung berdebar-debar atau takikardia, denyut nadi melemah, nyeri dada, hingga pucat dan tangan serta kaki terasa dingin.

Akan tetapi, syok kardiogenik pun memiliki gejala unik. Artinya, gejala khusus yang ditimbulkan lantaran kondisi tersebut, seperti linglung atau merasa selalu gelisah, mudah berkeringat, hingga hilang kesadaran alias pingsan. Kondisi ini pun bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil atau dalam beberapa kasus pengidapnya tidak bisa buang air kecil sama sekali.

***

Syok kardiogenik sebenarnya jarang terjadi. Kemungkinan terjadinya kondisi ini meningkat jika seseorang memiliki berbagai faktor risiko, utamanya berkaitan dengan keadaan jantung itu sendiri.

Namun, orang-orang yang berusia lanjut atau mereka yang mengidap diabetes, serta tekanan darah tinggi juga memiliki risiko mengalami syok kardiogenik. Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui kondisi jantung Anda untuk meminimalisir risiko dan melakukan upaya pencegahan sesegera mungkin.

Jika Anda merupakan orang yang berisiko, usahakan melakukan cek kesehatan dan segera pergi ke rumah sakit jika merasa mengalami gejala-gejala yang mengarah pada jantung. Penanganan gagal jantung atau syok kardiogenik yang cepat dan tepat diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa berujung pada kematian.

More

Obat Jamur Kuku Yang Mungkin Belum Anda Coba

Salah satu obat jamur kuku alami yang bisa Anda coba di rumah adalah tea tree oil

Jamur kuku adalah kondisi umum yang dimulai dengan bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku Anda. Ketika infeksi jamur semakin dalam, jamur kuku dapat menyebabkan kuku Anda berubah warna, menebal dan hancur di bagian ujungnya sehingga Anda harus segera mengobati kuku Anda.

Infeksi jamur pada kuku, infeksi jamur pada kuku, secara medis dikenal sebagai onikomikosis atau tinea unguium dan pada umumnya terkait dengan kebersihan yang buruk. Onikomikosis adalah infeksi jamur yang biasanya disebabkan oleh jenis jamur khusus yang dikenal sebagai dermatofita. Ketika jamur menginfeksi area antara jari-jari kaki dan kulit kaki Anda, kondisi tersebut disebut sebagai athlete’s foot (tinea pedis).

Anda mungkin memiliki jamur kuku jika satu atau lebih kuku Anda memiliki kondisi seperti:

  • Menebal
  • Berwarna keputihan hingga kuning-coklat
  • Rapuh atau kasar
  • Bentuknya terdistorsi
  • Warna gelap, disebabkan oleh puing-puing yang menumpuk di bawah kuku Anda
  • Memiliki bau sedikit busuk

Jamur kuku pada umumnya mempengaruhi kuku, tetapi lebih sering terjadi pada kuku kaki. Untungnya terdapat banyak perawatan yang bisa Anda coba. Antijamur oral yang diresepkan seperti terbinafine (Lamisil) atau fluconazole (Diflucan) secara tradisional digunakan untuk mengobati jamur kuku. Obat-obatan tersebut seringkali efektif, tetapi mereka dapat menyebabkan efek samping yang serius mulai dari sakit perut dan pusing hingga masalah kulit yang parah dan penyakit kuning. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mencoba pengobatan rumahan sebagai gantinya. Berikut adalah beberapa perawatan di rumah yang dapat digunakan sebagai obat jamur kuku:

  • Vicks VapoRub 

Vicks VapoRub adalah salep topikal yang bisa Anda coba. Meskipun dirancang untuk menekan batuk, bahan aktif yang dimiliki yaitu, minyak kamper dan kayu putih, dapat membantu mengobati jamur kuku.

Untuk menggunakan, oleskan Vicks VapoRub secukupnya ke area yang kuku yang memiliki jamur setidaknya sekali sehari.

  • Tea tree oil

Tea tree oil, juga disebut melaleuca, adalah minyak esensial dengan kemampuan antijamur dan antiseptik. Untuk menggunakannya, oleskan tea tree oil langsung ke kuku yang terkena dua kali sehari dengan kapas.

  • Ekstrak olive oil

Zat aktif dalam ekstrak olive oil, oleuropein, dianggap memiliki kemampuan antijamur, antimikroba, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Anda dapat mengoleskan salep olive oil langsung ke jamur kuku atau menelan ekstrak olive oil dalam bentuk kapsul. Menurut penelitian, mengkonsumsi satu hingga tiga kapsul olive oil dua kali sehari lebih efektif daripada salep ekstrak olive oil dalam mengobati jamur kuku. Anda dapat menemukan kapsul ekstrak minyak zaitun atau minyak ekstrak olive oil secara online.

  • Cuka

Ternyata cuka merupakan obat rumahan yang cukup aman untuk mengobati jamur pada kuku. Untuk menggunakannya, rendam kaki yang terkena dalam campuran 1 gelas cuka dan 2 gelas air hangat selama 20 menit setiap hari.

  • Listerine

Listerin mengandung bahan-bahan seperti mentol, timol, dan kayu putih, yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Oleh karena itu, listerine menjadi obat tradisional yang populer untuk mengobati jamur kuku. Anda direkomendasikan untuk merendam kaki yang terkena dalam baskom Listerine berwarna kuning selama 30 menit setiap hari.

  • Bawang putih

Penelitian menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kemampuan antijamur dan antimikroba. Anda dapat mengobati jamur kuku kaki menggunakan bawang putih dengan menempatkan siung bawang putih cincang atau yang sudah dihancurkan di daerah yang terkena jamur selama 30 menit setiap hari.

  • Mengubah diet Anda

Hubungan antara diet dan kesehatan sangatlah jelas. Semakin sehat makanan yang Anda konsumsi, semakin besar peluang tubuh Anda untuk melawan kondisi seperti jamur kuku.

Berikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda dengan makan:

  1. yoghurt kaya probiotik
  2. cukup protein untuk mendukung pertumbuhan kembali kuku
  3. cukup zat besi untuk mencegah kuku rapuh
  4. diet yang kaya akan asam lemak esensial
  5. makanan yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti produk susu rendah lemak

Obat rumahan mungkin lebih efektif daripada obat resep dalam mengobati jamur kuku yang ringan sampai sedang. Namun, obat rumahan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan jamur kuku kaki daripada obat topikal resep atau antijamur sistemik oral. 

Dalam kebanyakan kasus, jamur kuku dianggap sebagai masalah kosmetik sehingga Anda disarankan untuk mencoba obat rumahan untuk mengatasinya. Namun, jamur kuku juga dapat menyebabkan komplikasi serius bagi sebagian orang. Jika Anda memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda tidak boleh menggunakan pengobatan rumahan untuk jamur kuku. Anda disarankan untuk menghubungi dokter Anda untuk tindakan yang sesuai.

More

Penegakan Diagnosis dengan Prosedur Biopsi Ginjal

Banyak di antara kita menjalani pola hidup tidak sehat yang berujung pada kerusakan ginjal. Beberapa kerusakan yang terjadi pada ginjal tidak diketahui penyebabnya. Untuk mengetahui adanya kerusakan, tentu dibutuhkan pemeriksaan, salah satunya biopsi ginjal.

Lebih jauh mengenai biopsi ginjal

Pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop, itulah yang dinamakan biopsi ginjal. Tindakan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya kerusakan atau penyakit ginjal.

Tak hanya untuk mendeteksi gangguan ginjal, biopsi ginjal juga kadang dilakukan untuk memantau efektivitas terapi penyakit ginjal. Juga melihat kemungkinan adanya komplikasi setelah transplantasi ginjal.

Dokter akan menyarankan prosedur biopsi setelah serangkaian pemeriksaan lain dilalui dan ditemukan tanda adanya gangguan, sehingga prosedur lanjutan dibutuhkan. Pemeriksaan-pemeriksaan yang mendahului biopsi biasanya tes darah, tes urine, USG, atau CT Scan.

Berdasarkan teknik pengambilan sampelnya, prosedur biopsi ginjal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara perkutan dan secara terbuka. Teknik biopsi perkutan relatif lebih sering dilakukan. Dokter akan memasukkan jarum tipis melalui kulit dan dibantu dengan USG atau CT Scan untuk mengarahkan jarum agar tepat menjangkau ginjal.

Sedangkan teknik biopsi ginjal secara terbuka, dokter akan membuat sayatan pada kulit di dekat ginjal. Lalu, dokter akan melihat kondisi ginjal serta lokasi sampel yang perlu diambil.

Biopsi ginjal dibutuhkan pada kondisi tertentu

Sesuai namanya, tindakan biopsi ini kaitannya dengan kesehatan ginjal. Tidak semua pasien atau kondisi yang menuntut dilakukannya tindakan biopsi ginjal. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menegakan diagnosis pada gangguan ginjal yang belum diketahui penyebabnya.

Selain untuk kebutuhan diagnosis, prosedur ini juga dilakukan untuk memantau kondisi pasien. Baik memantau efektivitas pengobatan yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal, hingga memantau kondisi ginjal pasien setelah melakukan transplantasi, terlebih jika proses transplantasi dianggap buruk.

Melalui metode biopsi ginjal ini, dokter juga akan dibantu untuk mengetahui seberapa cepat perburukan suatu penyakit ginjal dialami oleh pasien atau seberapa luas dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan ginjal yang diderita pasien.

Di samping itu, tindakan ini juga membantu dokter dalam menyusun rencana pengobatan yang akan diberikan kepada pasien. Dalam hal ini, tentu pasien dengan masalah ginjal.

Lalu, dalam kondisi seperti apa biasanya dokter pertama kali menyarankan prosedur biopsi ginjal?

Biasanya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini kepada pasien yang mengalami  gangguan fungsi ginjal, tetapi penyebabnya tidak diketahui secara jelas. Begitu juga pada pasien yang di dalam urinenya ditemukan darah atau protein. Serta pasien-pasien yang menjalani transplantasi ginjal, sebab kondisi ginjalnya harus terus dipantau, salah satunya dengan prosedur biopsi.

Hal yang perlu diperhatikan setelah biopsi ginjal

Bila Anda diminta untuk menjalani prosedur biopsi ginjal, setelahnya mungkin Anda perlu diobservasi di ruang pemulihan. Tenaga medis akan memantau tanda-tanda vital, seperti denyut jantung, pernapasan, serta tekanan darah. Selama periode pemulihan ini, urine dan darah Anda juga akan diperiksa. Hal ini ditujukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi.

Tidak perlu kaget, bila dalam masa pemulihan tersebut Anda merasakan nyeri di area biopsi. Dokter biasanya akan meringankan hal tersebut dengan memberikan obat penahan nyeri.

Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama dengan hari tindakan, tanpa menjalani rawat inap. Namun, Anda akan diminta untuk beristirahat dalam 12 sampai 24 jam setelah prosedur dilakukan. Untuk sementara, aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan juga terbatas. Mengangkat beban dan berolahraga biasanya belum diperbolehkan.

More

Siapa Saja Yang Rentan Virus Corona?

Setiap orang telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah virus Corona atau Covid-19. Namun, jumlah kasus semakin bertambah setiap hari, yaitu sebesar 1,4 juta. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 300.000 orang dinyatakan sembuh. Semua orang berpotensi terkena virus Corona, namun siapa saja yang lebih rentan virus Corona?

Orang-orang berpotensi mengalami infeksi virus Corona, namun sebagian besar akan mengalami gejala ringan seperti batuk-batuk dan flu, namun ada juga orang yang mengalami gejala berat seperti pneumonia.

Tidak hanya itu, sebagian orang juga terkena komplikasi penyakit yang lebih berat sehingga menimbulkan kematian. Orang-orang yang lebih rentan terhadap Covid-19 memiliki risiko lebih besar. Berikut adalah kelompok yang rentan virus Corona:

  • Lansia (lanjut usia)

Lansia, atau orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas, adalah kelompok yang paling rentan terhadap virus Corona. Hal tersebut disebabkan karena tubuh mengalami penurunan seiringnya bertambah usia. Artinya, semakin tua, kondisi yang dialami semakin lemah.

Tidak hanya itu, sistem imun lansia juga semakin lemah. Oleh karena itu, virus Corona dapat menyerang dengan mudah kelompok ini.

  • Orang yang memiliki penyakit tertentu

Selain lansia, orang-orang yang memiliki penyakit seperti orang-orang yang menderita penyakit tidak menular kronis dimana penyakit tersebut dapat meningkat secara bertahap ketika mereka memasuki usia 40 tahun.

Orang-orang yang mengalami penyakit tidak menular kronis berupa diabetes, infeksi pernafasan akut, asma, penyakit jantung, hipertensi, dan kanker dapat menghambat sistem kekebalan tubuh.

Orang-orang yang mengalami penyakit seperti ini bersifat kronis dimana penyakitnya terjadi secara perlahan dan berlangsung dalam jangka panjang. Selain itu, penyakit yang dialami seseorang juga membuat kondisinya lemah sehingga rentan terhadap virus Corona.

  • Anak-anak

Lansia dan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu memang lebih rentan virus Corona, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga memiliki risiko yang sama. Beberapa negara menyebutkan ada sebagian orang yang meninggal akibat Covid-19 di usia muda. Hal tersebut diduga karena penularan oleh orang tuanya.

  • Tenaga medis

Tenaga medis juga menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap virus Corona. Setiap hari mereka menangani pasien yang terinfeksi virus tersebut, dan risiko penularan juga sangat besar.

Cara Mengatasi Virus Corona

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Anda sebaiknya lakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Sering mencuci tangan

Setelah Anda menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu, Anda segera mencuci tangan dengan sabun, dan lakukan selama 20 detik. Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif.

  • Jaga jarak dengan orang lain

Jika Anda keluar rumah, Anda perlu jaga jarak dengan orang lain, setidaknya 1 meter. Selain itu, Anda jangan melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan.

  • Terap berada di rumah

Untuk sementara, Anda sebaiknya belajar atau bekerja di rumah. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga dengan teratur, serta konsumsi obat untuk meningkatkan sistem imun.

  • Hubungi rumah sakit jika mengalami gejala atau penyakit tertentu

Jika Anda rentan virus Corona dan mengalami gejala atau penyakit tertentu, Anda sebaiknya hubungi pihak rumah sakit agar Anda dapat ditangani secara profesional untuk mengatasi Covid-19.

Orang-orang yang rentan virus Corona disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh untuk meminimalkan risiko virus Corona. Anda dapat melakukan cara-cara di atas, dan ikuti perkembangan Covid-19 melalui berita atau sumber resmi seperti WHO atau Kementerian Kesehatan RI.

More

Cara Menangani Pasien Corona yang Perlu Diketahui

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau juga disebut dengan virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Pasien corona akan mengalami gangguan pada sistem pernapasan, seperti pneumonia akut hingga menyebabkan kematian. Penyakit karena infeksi virus ini juga disebut dengan COVID-19.

Pada umumnya penyakit karena infeksi virus ini lebih dikenal dengan virus corona, virus jenis baru yang bisa menular dari manusia ke manusia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia hingga ibu hamil dan menyusui. Diperlukan adanya penanganan khusus dan tepat untuk menangani pasien penyakit ini.

Gejala Pasien Corona

Infeksi COVID-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Chinadi akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat, menyebar ke wilayah lain di Cina dan bahkan hingga saat ini telah menyebar ke seluruh dunia. Sudah lebih dari 80 ribu nyawa manusia melayang karena adanya pandemi virus corona.

Coronavirus merupakan kumpuan virus yang menginfeksi saluran pernapasan, dalam banyak kasus yang sudah terjadi virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti misalnya flu. Dalam skala berat, penyakit ini bisa menimbulkan infeksi pernapasan berat seperti misalnya pneumonia, MERS hingga SARS.

Gejala awal penyakit ini sangat mirip dengan infeksi flu biasa seperti demam, pilek, batuk, nyeri dada dan yang paling berat adalah sesak napas. Beberapa gejala yang timbul merupakan reaksi tubuh Ketika melawan virus corona, namun demikian terdapat tiga gejala umum yang ditimbulkan dari penyakit pernapasan ini.

Di antaranya adalah demam dengan suhu tubuh mencapai di atas 38 derajat celcius, kemudian batuk bisa batuk berdahak dan kering. Kemudian yang paling parah adalah mengalami sesak napas disertai nyeri dada, Ketika seseorang mengalami ketiga gejala ini harus segera mendapat perawatan yang tepat guna pencegahan penularan.

Bagi seseorang yang mengalami kondisi ini rekomendasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut gejala yang dirasakan tidak membaik, segera hubungi rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan yang tepat. Penanganan lebih lanjut dari pihak rumah sakit bisa mencegah seseorang terkena penyakit ini.

Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), merekomendasikan agar masyarakat perlu menghubungi dokter jika telah melakukan kontak dengan orang yang diketahui positif COVID-19. Selain itu, hal ini juga berlaku pada orang yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah penyebaran virus corona.

Tingkat keparahan penyakit ini berkisar dari ringan hingga berat, khususnya orang tua dengan memiliki kondisi medis atau riwayat penyakit terlebih dahulu, seperti misalnya penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru. Orang dengan kondisi demikian lebih rentan terkena risiko penyakit infeksi virus corona ini ketimbang orang biasa.

Selain gejala umum infeksi virus ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan, dalam kasus tertentu infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti misalnya diare. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pasien corona mengaku kehilangan indera penciuman dan pengecapan ketika terinfeksi virus ini.

Journal of Medical Virology menjelaskan bahwa asal muasla penyakit ini diakibatkan dari paparan daging hewan liar yang terdapat di pasar laut Huanan. Pasar ini menjual hewan-hewan liar seperti ungags dan kelelawar, peneliti menyebut bahwa virus corona yang menginfeksi manusia di akhir Desember 2019 berasal dari ular.

More

Tanda Fisik Dampak Gejala Kolesterol Tinggi

Ternyata, tidak ada kondisi medis yang menjadi gejala kolesterol tinggi secara spesifik.

Kolesterol merupakan suatu zat hasilan mekanisme tubuh. Ia memiliki kegunaan untuk membantu organ lain dalam serangkaian kerja di dalam tubuh. Kolesterol dalam kadar yang sesuai sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Masalahnya, beberapa hal kerap membuat pertumbuhannya tak terbendung sehingga menimbulkan satu ketidakserasian. Situasi ini akhirnya menjadikan gejala kolesterol tinggi.

Dalam dunia kedokteran, kolesterol dibagi ke dalam tiga jenis. Perbedaan masing-masing kolesterol ini berdasarkan fungsi dan manfaatnya di dalam tubuh. Ketiga jenis itu antara lain:

  • Low-density lipoprotein (LDL). LDL adalah kolesterol jahat karena berkontribusi terhadap timbulnya plak dan tumpukan lemak yang keras yang dapat menyumbat arteri dan membuat pembuluh darah menjadi kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika bentuk gumpalan dan blok arteri menyempit, maka dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.  
  • High-density lipoprotein (HDL). HDL dianggap baik karena dapat membantu menghilangkan kolesterol LDL dari arteri. HDL bertugas membawa kolesterol LDL dari arteri untuk kembali ke hati, yang mana kolesterol akhirnya dipecah dan dihilangkan dari tubuh. Tingkat kolesterol sehat HDL dapat melindungi seseorang dari serangan jantung dan stroke, sementara rendahnya tingkat kolesterol HDL telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Trigliserida. Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk diubah menjadi energi. Kadar trigliserida yang tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Peningkatan trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan dan obesitas, kurangnya aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, diet tinggi karbohidrat (lebih dari 60 persen dari total kalori), dan faktor genetik.  

Secara normal, kolesterol total harus berada di bawah angka 200 mg/dl, sedangkan jika kadar kolesterol sudah berada di posisi >240 mg/dl, maka disebut kolesterol tinggi. Kolesterol jahat yang kadarnya tinggi dalam tubuh dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah, yang nantinya dapat berdampak buruk terhadap organ tubuh lain.

Penyakit atau kondisi medis yang disebabkan oleh kolesterol ini disebut dislipidemia. Dislipidemia dalam dunia medis dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan kolesterol akibat tingginya kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan deposit atau simpanan lemak dalam pembuluh darah, yang nantinya lemak tersebut akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri.

Sebenarnya, selain memeriksakan kadar kolesterol kita di fasilitas medis, gejala kolesterol tinggi dapat dirasakan lewat perubahan atau sensasi yang terjadi di tubuh kita. Nah, dari beberapa sumber tulisan didapatkan macam-macam tanda yang dapat terdeteksi lewat fisik kita berkaitan dengan kadar kolesterol di dalam darah. Ulasan di bawah ini dimaksudkan agar Anda dapat berhati-hati jika merasakan berbagai tanda tersebut, di antaranya:

  1. Sering pusing belakang kepala 

Pusing di belakang kepala diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar kepala. Penyumbatan ini terjadi lantaran kolesterol yang mulai membentuk plak di pembuluh darah. Jika dibiarkan, maka pembuluh darah akan pecah dan menyebabkan stroke. 

  1. Tengkuk dan pundak pegal 

Pegal di tengkuk dan pundak merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar pada pembuluh darah di daerah tersebut. Aliran darah yang tidak lancar juga disebabkan adanya penyumbatan pembuluh dari kolesterol. 

  1. Sering pegal di tangan dan kaki

Pembuluh darah di tangan dan kaki juga dapat tersumbat akibat penumpukan kolesterol. Pegal di tangan dan kaki akibat penumpukan kolesterol biasanya terjadi terus-menerus meskipun tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. 

  1. Sering kesemutan di tangan dan kaki 

Hampir sama dengan pegal, kesemutan merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar di bagian tubuh tertentu. Kesemutan berhubungan dengan saraf yang tidak mendapat aliran darah. 

  1. Dada sebelah kiri seperti tertusuk 

Dada sebelah kiri berhubungan dengan organ pemompa darah yaitu jantung. Penyumbatan di pembuluh darah sekitar jantung dapat mengakibatkan rasa nyeri seperti ditusuk. Bahkan rasa nyeri bisa menjalar hingga ke daerah di sekitar leher. Nyeri dada juga bisa menjadi tanda-tanda dari serangan jantung.

Kurang lebih itulah beberapa tanda-tanda fisik yang bisa terjadi sejurus dengan gejala kolesterol tinggi di dalam tubuh Anda. Jika Anda mulai merasakan satu atau beberapa tanda yang disebutkan di atas, ada baiknya segeralah lakukan pemeriksaan kesehatan. Penanganan cepat dan sesegera mungkin terkait kondisi ini mungkin bisa memberi peluang yang lebih besar terhadap kualitas kehidupan Anda selanjutnya.

More

Operasi Turun Berok

Turun berok, atau istilah lain sebagai hernia, merupakan suatu kondisi dimana jaringan dan organ dalam tubuh menjulur keluar melalui jaringan otot yang tidak dapat menopang. Kondisi turun berok biasanya akan semakin memburuk. Oleh karena itu, operasi turun berok perlu dilakukan untuk mencegah masalah tersebut.

Jika pasien mengalami kondisi seperti ini, mereka dapat melakukan operasi turun berok. Namun, operasi tersebut bergantung pada ukuran dan gejala yang dialami penderita. Operasi turun berok dapat dilakukan dengan menaruh organ atau jaringan yang keluar kembali di dalam tubuh.

Pasien yang mengalami turun berok sebaiknya menjalani operasi, karena turun berok biasanya tidak dapat sembuh dengan sendiri. Dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi turun berok jika pasien mengalami rasa nyeri pada tubuh sehingga dapat mengganggu aktivitasnya.

Pada sebagian kasus, hernia juga dapat menyebabkan terjebaknya atau berhentinya jaringan pada aliran darah di dalam tubuh sehingga dapat membentuk jaringan mati atau yang disebut sebagai gangren. Kondisi ini disebut sebagai hernia strangulata atau usus yang terjepit.

Pasien Yang Perlu Menjalani Operasi Turun Berok

Pada umumnya, pasien yang mengalami berbagai bentuk hernia perlu melakukan operasi turun berok. Kondisi-kondisi hernia yang dialami pasien sehingga membutuhkan operasi turun berok adalah sebagai berikut:

  • Hernia dengan gejala tertentu

Pasien yang mengalami hernia yang memicu nyeri atau rasa tidak nyaman dan jika kondisinya memburuk, maka perlu menjalani operasi turun berok.

  • Hernia inkarserata

Hernia inkarserata terjadi karena jaringan terjebak di dalam dinding perut.

  • Hernia strangulata

Hernia strangulata terjadi karena bagian usus yang terjepit sehingga perlu dicegah dengan operasi.

Prosedur Operasi Turun Berok

Jika Anda menderita hernia, Anda sebaiknya menjalani operasi turun berok. Namun, sebelum menjalani operasi turun berok, Anda perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Beritahu dokter jika Anda hamil.
  • Beritahu dokter jika Anda mengkonsumsi obat-obatan, terutama jika Anda konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Tanyakan dokter jika Anda perlu mengkonsumsi obat tertentu sampai hari operasi. Jika diperbolehkan dokter, Anda perlu menggunakan obat sesuai arahan dokter.
  • Puasa sesuai arahan dokter.

Sebelum melakukan operasi, dokter juga akan membius Anda dengan bius total, bius regional, atau bius lokal. Setelah dibius, dokter dapat melakukan operasi turun berok dengan dua teknik, antara lain:

  • Bedah terbuka

Dokter akan memulai operasi dengan membuat sayatan pada bagian tubuh di dekat area hernia. Setelah membuka sayatan, dokter akan mengembalikan atau mengangkat hernia dari jaringan sekitarnya.

Dokter kemudian memberi jahitan pada jaringan otot yang lemah. Dokter juga akan memasang jaring sintetis (mesh) untuk memperkuat dinding otot yang lemah. Setelah itu dokter menjahit sayatan.

  • Operasi laparoskopi

Dokter akan memulai teknik operasi ini dengan memberikan 3 sampai 5 sayatan kecil pada bagian tubuh yang mengalami hernia. Dokter akan menggunakan alat laparoskop, yang merupakan tabung dengan kamera pada bagian ujung, agar dapat melihat isi perut pasien.

Dokter kemudian menggunakan gas yang dialirkan ke dalam perut untuk memperlebar ruang dalam perut dan dapat melihat organ dalam perut lebih jelas. Setelah itu dokter menggunakan alat bedah kecil untuk memperbaiki hernia. Cara memperbaiki hernia adalah dengan menjahit otot yang lemah dan memasang mesh.

Setelah itu, dokter mengeluarkan laparoskop dan alat lainnya dari perut. Dokter kemudian menjahit bagian tubuh yang disayat.

Apa Yang Perlu Dilakukan Setelah Menjalani Operasi Turun Berok?

Setelah selesai melakukan operasi turun berok, kondisi pasien akan dipantau oleh dokter. Selain itu, pasien perlu melakukan janji temu dengan dokter untuk melihat perkembangan pada tubuh yang telah dioperasi dan melepas bekas jahitan.

Proses pemulihan berlangsung sekitar satu minggu. Selama masa pemulihan berlangsung, pasien sebaiknya gunakan waktu untuk beristirahat dan jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat seperti mengangkat beban.

Komplikasi

Selain itu, operasi turun berok dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang memungkinkan terjadi adalah sebagai berikut:

  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan.
  • Gangguan pernafasan.
  • Pendarahan.
  • Infeksi.
  • Kerusakan pada saraf.
  • Kerusakan pada pembuluh darah atau organ.
  • Nyeri.
  • Kambuh.
More

Ejakulasi Dini Teratasi Lewat Senam Kegel yang Mudah

Ejakulasi dini manjadi salah satu gangguan kesehatan yang amat menakutkan bagi pria. Pasalnya, gangguan yang menyerang kinerja reproduksi itu bisa membuat relasi hubungan pria dengan pasangannya menjadi sedikit terganggu. Ejakulasi dini masuk ke dalam disfungsi seksual di mana seseorang tidak mampu untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang dapat memuaskan aktivitas seksual.

Sederhananya, ejakulasi dini merupakan kondisi di mana pelepasan air mani (ejakulasi) tidak sesuai dengan yang diharapkan atau terjadi di luar kontrolnya. Ejakulasi dini merupakan kondisi yang umum, pasalnya, sekitar 1 dari 3 pria berusia 18 sampai 59 tahun mengalami kondisi ini.

Beruntungnya, kondisi ini bisa diatasi lewat beberapa perawatan. Bisa melalui metode medis, alternatif dengan penggunaan bahan-bahan alami, ataupun pelatihan di rumah. Salah satu metode yang populer adalah senam kegel.

Senam kegel adalah latihan yang ditujukan untuk mengencangkan otot panggul bawah atau pubococcygeus (PC). Senam Kegel akan memperkuat otot bulbocavernosus yang bertugas untuk mempertahankan aliran darah ke penis selama ereksi, memompa saat ejakulasi, dan membantu mengosongkan uretra setelah buang air kecil.

Melatih otot ini dengan senam Kegel dapat membantu mengatasi berbagai masalah seksual pria, seperti disfungsi ereksi dan ejakuasi dini. Nah, untuk itu, di bawah ini terpapar serba-serbi senam kegel ini:

  • Cara Melakukan Senam Kegel Pria

Berikut langkah-langkah untuk mulai melakukan senam kegel:

  • Temukan otot panggul bawah

Sebelum memulai latihan ini, Anda harus bisa menemukan otot yang punya peran dalam mengatur ejakulasi. Ia adalah otot panggul bawah. Caranya, saat sedang buang air kecil, cobalah untuk menghentikan atau memperlambat aliran urine. Otot-otot yang digunakan untuk menghentikan aliran urine tersebut merupakan otot panggul bawah Anda.

Nah, jika sudah tahu otot mana yang akan dilatih dan dapat merasakan kontraksinya, Anda bisa lebih memulai melakukan senam kegel.

  • Ketahui tekniknya

Teknik atau cara senam kegel amat sederhana. Anda hanya perlu mengencangkan otot panggul, lalu tahan kontraksinya selama 3 detik. Setelah itu, lemaskan otot tersebut selama 3 detik, dan kencangkan kembali. Ulangi gerakan ini hingga beberapa kali dan terus tingkatkan durasi “tahan-lepas” kontraksi otot tersebut.

  • Fokus saat berlatih

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, fokuskan pada pengencangan otot panggul bawah. Selama mengencangkan otot panggul bawah, bernapaslah seperti biasa dan hindari menahan otot perut, paha, ataupun pantat.

  • Lakukan secara rutin

Untuk hasil terbaik, lakukan latihan senam kegel secara rutin. Sebab, untuk bisa merasakan  manfaatnya, Anda perlu bersabar. Umumnya, dibutuhkan waktu 3-4 bulan hingga terasa efeknya dalam meningkatkan ketahanan ereksi. Sedangkan untuk mengatasi inkontinensia urine, dibutuhkan waktu 3-6 minggu, jika Anda melakukannya secara rutin.

  • Ragam Posisi Senam Kegel
  • Berbaring; Berbaringlah di atas tikar atau tempat tidur. Naikkan panggul Anda tinggi-tinggi semampu Anda, lurukan paha, dan tahan posisi tersebut dengan kaki bawah Anda.

Pada posisi itu, mulailah untuk mengencangkan dan tahan otot dasar pelvis Anda. Lakukan langkah ini tanpa mengerutkan otot pantat, perut, atau paha.

  • Duduk atau Berdiri; Lakukan cara ini setelah Anda bisa menyempurnakan gerakannya sambil berbaring. Duduklah tegak di atas kursi atau berdirilah di depan cermin. Kencangkan dan tahan otot dasar pelvis dan ulangi hingga dirasa cukup.
  • Variasi; Maksudnya, Anda dapat melakukan senam kegel untuk mengatasi ejakulasi dini ini sembari melalukan aktivitas lain, seperti saat mencukur, menyikat gigi, atau mengetik. Aktivitas mengerut dan mengendurkan otot dasar pelvis ini juga bisa dilakukan sambil membaca atau menonton teve, lho.
  • Teknis dan Tahap-Tahap Senam Kegel
  1. Mulailah dengan lima kali pengulangan. Saat pertama kali melakukan latihan ini, mulailah pelan-pelan dengan melakukan hanya lima kali pengulangan sekali waktu. Lakukan satu set lima kali pengulangan sebanyak dua kali sehari; misalnya, pada pagi dan malam hari.

Jangan lupa untuk tetap mengatur pernapasan saat melakukan latihan ini. Jika Anda kesulitan menyelaraskan pernapasan dengan latihan ini, hitung sampai lima sambil mengencangkan dan menahan otot Anda.

  • Tambahkan lima kali pengulangan dan satu set. Lakukan ini setelah seminggu. Jadi, pada minggu kedua, lakukan satu set sepuluh kali pengulangan sebanyak tiga kali sehari. Anda bisa melakukannya pada pagi hari, selama jam makan siang, dan sebelum tidur. Lakukan ini sebanyak lima sampai tujuh kali per minggu.
  • Tetapkan tujuan akhir sebanyak 20 kali pengulangan. Pada akhirnya, Anda akan melakukan satu set 20 kali pengulangan sebanyak tiga sampai empat kali sehari, artinya 60 sampai 80 latihan individu per hari. Lakukan ini dengan menambahkan lima kali pengulangan dan satu set setiap minggu sampai mencapai tujuan akhir.

Cobalah lakukan sepertiga sambil berbaring, sepertiga sambil duduk, dan sepertiga sambil berdiri. Butuh enam minggu atau lebih untuk memperkuat otot dasar pelvis Anda dan memetik manfaatnya untuk mengatasi keluhan ejakulasi dini Anda.

  • Tips dan Trik
  • Tahan air seni saat Anda sedang buang air kecil. Saat Anda sedang buang air kecil, tahan sebentar dan lepaskan lagi. Namun, metode ini hanya boleh digunakan untuk mencari otot dasar pelvis. Anda tidak dianjurkan terlalu sering menahan dan melepaskan air seni karena bisa mengakibatkan infeksi saluran air kencing.
  • Kerutkan otot anus Anda. Kencangkan otot anus yang Anda biasa gunakan untuk menahan buang angin, atau untuk menahan air besar. Otot yang berperan dalam hal ini adalah otot dasar pelvis. Untuk melakukan latihan dengan benar, kencangkan dan kendurkan otot anus Anda berulang-ulang.

Anda akan tahu bahwa latihan Anda sudah benar jika merasakan sensasi kenaikan atau penarikan anus Anda.

  • Gunakan cermin untuk memastikan Anda fokus pada otot yang benar. Berdirilah di depan  cermin dan cobalah untuk menaikkan penis secara vertikal tanpa menggunakan otot pantat, perut, dan paha. Gunakan cermin untuk fokus pada otot pelvis dan mendeteksi penggunaan otot-otot lain. Lakukan latihan ini berkali-kali di depan cermin.

Jika melihat diri Anda mengencangkan otot pantat, paha, atau perut, hentikan latihan dan coba lagi.

  • Hubungi dokter. Lakukan langkah ini jika Anda kesulitan melatih otot dasar pelvis. Dokter akan bekerja sama dengan Anda dan memberitahukan teknik melatih otot ini. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menggunakan teknik yang disebut latihan umpan balik biologis untuk membantu pasien mengisolasi otot dasar pelvis mereka.

Berhasil atau tidaknya senam kegel dalam mengatasi keluhan ejakulasi dini Anda bergantung pada Anda sendiri. Artinya, apabila Anda mampu melakukannya secara rutin dan benar, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami peningkatan durasi saat bercinta. Namun, bila tak kunjung reda, tidak ada salahnya periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri Anda.

More