Category Parenting

Makanan Bayi 6 Bulan: Apa Yang Perlu Dipersiapkan?

Ketika bayi berusia 6 bulan, mereka dapat menerima makanan padat, namun makanan bayi 6 bulan yang tepat adalah berdasarkan jenis dan tekstur yang tepat untuk diolah. Anda perlu memperhatikan perkembangan bayi apakah sudah siap menerima makanan padat atau masih membutuhkan penyesuaian.

Tanda-Tanda Yang Terjadi Pada Bayi

Untuk mengetahui apakah bayi siap menerima makanan padat, Anda dapat memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut pada bayi:

  • Usia bayi

Bayi yang berusia setidaknya 4 bulan dapat menerima makanan padat. Ketika bayi memasuki tahap ini, enzim-enzim pencernaan yang diperlukan untuk mencerna makanan padat sudah bisa diproduksi pada bagian sistem pencernaan.

Meskipun bayi yang berusia 4 bulan dapat menerima makanan padat, banyak pakar menyatakan bahwa orang tua sebaiknya tunggu ketika bayi berusia 6 bulan, karena menurut berbagai riset, bayi yang mengkonsumsi ASI hingga 6 bulan memiliki risiko lebih rendah terhadap alergi, obesitas, dan diabetes.

  • Refleks lidah bayi

Pada awalnya bayi menjulurkan lidah keluar dari mulut, untuk mencegah bayi tersedak ketika mengkonsumsi makanan. Namun, jika bayi berhenti mengeluarkan lidah, artinya mereka siap menerima makanan padat.

Anda mungkin juga perlu memberi makanan padat pada bayi secara perlahan agar si kecil dapat menggunakan waktu sejenak untuk mengunyah dan menelan makanan. Setelah itu Anda dapat memberikannya lagi.

  • Bayi dapat duduk dengan tegak

Tidak hanya perkembangan pada bagian mulut yang terjadi, namun juga pada posisi bayi ketika duduk. Bayi dapat duduk tegak tanpa atau hanya menggunakan sedikit sanggahan.

  • Bayi merasa lapar

Tanda lain yang perlu diperhatikan orang tua adalah bayi akan kemungkinan lebih cenderung merasa lapar ketika memasuki tahap 6 bulan. Walaupun orang tua telah menyusui bayi sesuai kebutuhan, bayi mungkin saja akan merasa lapar dan perlu makan makanan yang padat.

  • Reaksi bayi terhadap makanan

Sudah menjadi sebuah perkembangan pada bayi ketika mereka memasuki usia 6 bulan, karena mereka dapat bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi orang lain, dan mungkin bayi ingin mencobanya. Orang tua juga perlu mengawasi bayi agar tidak mengambil makanan sembarangan.

  • Bayi membuka mulut ketika disuapi

Ketika orang tua memberikan makan pada bayi, bayi akan langsung membuka mulut untuk menerima apa yang akan dikonsumsi.

Cara Memberikan Makanan Padat Kepada Bayi

Tidak hanya tanda-tanda yang akan terjadi, orang tua juga perlu memahami cara untuk memberikan bayi makanan padat. Makanan bayi 6 bulan perlu dilakukan dengan cara berikut:

  • Tekstur makanan

Ketika makan pertama kali, orang tua hanya perlu memberikan satu jenis makanan padat kepada bayi dan teksturnya harus terlihat cair. Setelah bayi terbiasa dengan cara ini, orang tua dapat memberikan kekentalan pada tekstur. Semakin padat makanan yang dimakan bayi, semakin meningkat kemampuan makan pada bayi.

  • Gula dan garam

Ada berbagai bahan makanan yang dapat diolah menjadi bahan yang kental seperti daging ayam, kentang, apel, dan pir, namun tanpa menggunakan gula atau garam tambahan.

  • Makanan dengan risiko alergi rendah

Orang tua sebaiknya pilih makanan untuk bayi yang memiliki risiko alergi rendah. Orang tua juga perlu mencoba makanan yang dipilih untuk bayi untuk mengetahui reaksi bayi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Jika bayi tidak memiliki alergi karena makanan yang dikonsumsi dan bisa menerima makanan tersebut, maka aman untuk dikonsumsi. Setelah itu, orang tua dapat memberikan jenis makanan lain kepada bayi.

  • Porsi makan

Porsi makan yang diberikan tentu harus secara bertahap, mulai dari satu sampai dua sendok makan bayi, lalu lebih jika bayi sanggup mengkonsumsi makanan padat seperti orang dewasa.

  • Frekuensi makan

Orang tua sebaiknya atur jadwal makan bayi yang diberikan setidaknya satu kali sehari sampai bayi terbiasa mengunyah makanan padat. Setelah itu, orang tua dapat memberikan lebih banyak atau lebih dari satu kali sehari.

  • Selera makan bayi

Setiap bayi memiliki selera makan yang berbeda. Ada yang dapat mengkonsumsi lebih, namun ada juga yang mengkonsumsi secukupnya. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu mengikuti apa yang dianjurkan mengenai takaran makanan yang harus diberikan.

Itulah cara untuk mempersiapkan makanan bayi 6 bulan agar orang tua tidak merasa bingung tentang kapan waktu yang tepat untuk memberikan makanan padat pada bayi. Perkembangan pada pola makan bayi juga membutuhkan waktu, namun orang tua dapat membimbingnya dengan melakukan percobaan-percobaan yang disebutkan di atas.

More
mainan untuk liburan anak

Ini Dia Mainan Terbaik untuk Mengisi Liburan Anak

Liburan adalah waktu yang paling tepat untuk membelikan anak-anak mainan. Namun American Academy of Pediatrics (AAP) mendorong kita untuk berpikir tentang membeli mainan yang benar-benar dapat membantu tumbuh dan kembang si kecil. Seperti apa?

Mainan Paling Baik untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Bermain bagi anak-anak sama seperti bekerja bagi orang dewasa. Tapi, bukan berarti bermain itu tidak menyenagkan. Bermain tentu haruslah menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bagaimana memilihkan mainan yang baik?

Mainan anak yang paling bagus adalah yang mampu mendorong pembelajaran dan perkembangan berpikirnya juga memancing interaksi dengan orang lain. Saat ini banyak sekali mainan elektronik yang keren tapi justru tidak ada gunanya bagi perkembangan anak, dan akhirnya malah cepat ditinggalkan karena membosankan.

AAP menyebut bahwa ketika membeli hadiah untuk anak-anak, kita harus berpikir lebih banyak tentang kembali ke dasar-dasar, dan menyarankan agar kita memilih mainan yang masih dalam kategori tradisional seperti:

  • Mainan Simbolik. Mainan simbolik adalah mainan yang dapat merangsang imajinasi dan daya berpikir anak. Blok yang dapat disusun menjadi bangunan misalnya, akan merangsang anak untuk berimajinasi. Boneka mainan, kostum atau peralatan masak mainan dapat digunakan oleh anak untuk merancang cerita mereka sendiri. Sederhananya, mainan yang baik bukan berarti mainan yang bisa bergerak dan berjalan sendiri. Kembali ke dasar adalah ide terbaik untuk si kecil.
  • Mainan Manipulatif. Lego, set kereta api, set bangunan dan puzzle tidak hanya mendorong anak-anak untuk menciptakan sesuatu tapi juga mengajak mereka mengembangkan kemampuan motorik halus dan keterampilan matematika awalnya. Ada aplikasi yang memungkinkan anak-anak membangun sesuatu secara digital, tetapi menggunakan tangan mereka adalah yang terbaik karena tidak ada sesuatu yang bisa melampaui pendekatan tiga dimensi.
  • Seni. Tidak ada yang mendorong kreativitas dan keterampilan motorik halus lebih baik daripada menggambar, melukis, dan membangun sesuatu dengan tanah liat. Belilah kertas, krayon, spidol, cat, dan kuas – dan plastisin.  Mainan semacam itu adalah hadiah murah yang dapat membuat anak-anak senang selama berjam-jam. Ada pengembangan yang sangat bagus ketika anak-anak mencoba membuat sesuatu dari nol, misalnya memulai sebuah gambar dari kertas kosong.
  • Bahasa dan Interaksi. Tidak ada metode yang lebih baik untuk mempelajari kata-kata baru, dan memahami kata-kata selain buku. Dan ketika Anda memangku anak sambil membacakan buku pada mereka, ini bisa memancing interaksi Anda dengannya.
  • Mainan yang Merangsang Gerakan. Belilah sepeda atau sepeda roda tiga, atau bola basket dan jaring, bola sepak atau lompat tali. Apa pun yang Anda lakukan untuk membuat mereka bergerak tidak hanya membangun kekuatan dan keterampilan, tapi membangun kebiasaan yang dapat membuat anak-anak tetap sehat.

Ketika kita memberikan mainan-mainan sederhana seperti di atas, kita tidak hanya membuat anak merasa senang, tetapi juga membantu mereka mempelajari keterampilan dan strategi untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat.

More
solusi atasi flu perut pada anak

Solusi Sederhana Atasi Flu Perut pada Anak

Jika anak Anda mengalami muntah-muntah, Anda tidak perlu terburu-buru ke apotek untuk membeli obat. Berikan anak Anda jus apapun yang ada di kulkas yang diencerkan dengan air putih.

Flu perut pada anak-anak atau bisa juga disebut dengan gastroenteritis, merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh virus. Gejala yang ditimbulkan antara lain, nyeri perut disertai diare, dengan atau tanpa muntah. Sistem imun yang belum berkembang secara sempurna pada anak-anak, mengakibatkan mereka lebih rentan terhadap bakteri maupun virus.

Penelitian pada sekitar 600 anak-anak yang datang ke UGD terkena flu perut dan dehidrasi minimal memperoleh fakta sebagai berikut:

Setengah dari jumlah responden diberikan jus apel yang telah diencerkan dengan air dan setengahnya lagi diberikan larutan elektrolit pengganti cairan tubuh yang diberikan pewarna supaya terlihat seperti jus apel dan diberi pemanis agar terasa lebih enak.

Keluarga yang anaknya mendapatkan jus apel diberitahu untuk memberikan cairan atau minuman apa pun ketika mereka sampai dirumah, sementara yang mendapatkan larutan elektrolit disarankan untuk terus mengkonsumsi larutan ketika sampai dirumah. Anak-anak yang mendapatkan jus apel memiliki kemungkinan lebih kecil untuk kembali ke UGD dan diinfus.

Ada beberapa alasan mengapa dokter merekomendasikan larutan ini. Alasan utamanya adalah mereka khawatir dengan kandungan gula yang tinggi pada jus, dan bisa memperburuk diare. Alasan lainnya, jika Anda sering muntah atau mengalami diare, Anda bisa kehilangan elektrolit seperti sodium yang sangat penting untuk tubuh. Dan pastinya dehidrasi yang parah pada anak-anak atau balita sangat mengkhawatirkan.

Tetapi, flu perut pada anak dengan tingkat dehidrasi ringan sebenarnya hal yang wajar. Anak-anak tersebut pada umumnya akan baik-baik saja selama mereka mendapatkan cairan, apapun jenis cairannya. Dan yang harus diketahui oleh orang tua, anak-anak kemungkinan akan minum cairan yang mereka anggap memiliki rasa enak dan manis sementara larutan obat tentu tidak begitu.

Berikut ini beberapa tips yang penting ketika memberikan cairan kepada anak-anak yang muntah-muntah dan diare:

  • Mulailah dengan cairan yang bening, seperti jus apel yang diencerkan dengan air putih. Ketika itu sudah bisa dicerna dengan baik, maka bisa dilanjutkan dengan mencoba memberikan susu atau jenis cairan lainnya.
  • Tambahan sedikit air putih dan sedikit kandungan gula juga baik untuk pencernaan.
  • Ketika anak muntah-muntah, berikan mereka sedikit waktu. Terkadang anak-anak merasa haus, tetapi perut mereka masih menampung banyak cairan sekaligus. Oleh karena itu, berikan cairan sedikit demi sedikit.

Jika anak Anda tidak bisa mengonsumsi apa-apa atau diare tak kunjung berhenti, lebih dari 6 jam tidak buang air kecil, terlihat sangat lelah, demam tinggi, segeralah hubungi dokter. Penelitian ini juga menekankan tentang apa yang nenek moyang kita ketahui dengan instingnya dalam merawat anak-anak yang sakit. Hal yang sederhana bisa menyelamatkan.

More