computer vision syndrome

Computer Vision Syndrome, Mata Tegang Akibat Terlalu Lama Menatap Layar

Bekerja di depan layar komputer hingga 8 jam sehari merupakan hal yang biasa bagi para pegawai kantoran. Hal ini tentu saja mengakibatkan mata tegang.

Permasalahan mata tegang dan pandangan kabur akibat menatap layar terlalu lama disebut sebagai computer vision syndrome (CVS). Kondisi ini tak hanya disebabkan karena terlalu lama bekerja di depan komputer, tetapi juga terlalu banyak menatap layar gawai (smartphone, tablet, televisi, dan sebagainya).

Apa Itu Computer Vision Syndrome?

Computer vision syndrome terjadi karena mata kita melihat ke arah yang sama berulang kali. Kondisi ini bisa memburuk ketika Anda bekerja di depan layar untuk waktu yang lama karena Anda harus terus fokus dan melihat berulang-ulang. Mungkin sesekali Anda akan melihat ke kertas-kertas, lalu kembali mengetik di komputer dan menatap layar. Mata Anda pun bereaksi terhadap perubahan gambar dari kertas ke layar sehingga otak dapat memproses apa yang Anda lihat. Semua hal ini tentu membutuhkan kerja keras otot mata Anda.

Sayangnya, tak seperti buku atau lembaran kertas, layar komputer memiliki cahaya yang kontras dan silau. Bila Anda sudah memiliki masalah mata sebelumya (minus, plus, silindris), menatap layar komputer terlalu lama tentu saja membuat mata semakin tegang.

Gejala Computer Vision Syndrome

Memang belum ada bukti bahwa layar komputer menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mata. Namun, rutin melihat layar gawai untuk waktu yang lama dapat membuat mata tegang serta rasa tak nyaman.

Beberapa gejala berikut mungkin Anda rasakan:

  • Mata kering
  • Pandangan kabur
  • Penglihatan ganda
  • Mata perih dan kemerahan
  • Sakit kepala
  • Tegang di area leher dan punggung

Kondisi ini harus segera diatasi karena dapat mengganggu produktivitas kerja.

Cara Mengatasi Mata Tegang Akibat Computer Vision Syndrome

  • Jangan duduk terlalu dekat. Idealnya layar komputer harus berjarak sekitar 60 cm dari wajah Anda.
  • Atur monitor dengan baik. Para ahli menyebutkan bahwa bagian tengah monitor harus berjarak sekitar 10 sampai 20 cm lebih rendah dari mata Anda. Melihat agak ke bawah selama bekerja berarti mata lebih sedikit terekspos layar komputer dan bisa mengurangi mata kering.
  • Optimalkan kontras atau cahaya layar. Tulisan hitam dengan layar yang terang bagus untuk penglihatan.
  • Kurangi cahaya yang menyilaukan. Hindari cahaya-cahaya yang datang dari bayangan jendela. Gunakan filter anti silau pada monitor Anda dan kenakan kacamata khusus untuk membantu mata lebih nyaman.
  • Istirahatkan mata. Coba tips 20-20-20. Istirahatkan mata selama 20 detik setiap kali sudah melihat ke layar selama 20 menit dengan melihat benda lain dengan jarak setidaknya 20 kaki (6 meter). Lakukan ini sambil meregangkan otot leher dan pundak.
  • Sering berkedip. Cegah mata kering dengan sering berkedip. Gunakan tetes mata yang melembabkan jika dibutuhkan.
  • Ganti ukuran tulisan. Perbesar ukuran tulisan agar mata lebih mudah untuk fokus.
  • Lakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali.  Seiring berjalannya waktu, kondisi mata bisa mengalami perubahan. Mata tegang dan mudah lelah bisa disebabkan karena lensa kacamata yang sudah tak sesuai kebutuhan mata. Gunakan lensa progresif terutama jika Anda banyak bekerja melihat layar dan buku berganti-gantian..

Meski kita menganggap bahwa computer vision syndrome hanyalah permasalahan sepele akibat terlalu lama bekerja di depan komputer, namun sebaiknya lakukan usaha pencegahan agar kondisi ini tidak semakin memburuk.

More
tips mengatasi heartburn

Tips Mengatasi Heartburn yang Muncul di Malam Hari

Heartburn atau rasa panas di dada bisa muncul kapan saja, termasuk ketika Anda tidur di malam hari. Lalu, bagaimana cara mengatasi heartburn?

Pernahkah Anda merasakan pahit di mulut, batuk kronis yang tak kunjung sembuh, sakit tenggorokan, dan kelelahan saat bangun pagi? Jika ya, mungkin Anda mengalami heartburn di malam hari.

Banyak orang mengalami heartburn atau rasa panas di dada karena kondisi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang parah. Kondisi ini mengganggu tidur malam dan membuat orang tidak dapat beraktivitas dengan baik keesokan harinya.

Bila Anda termasuk salah satu orang yang sering mengalami rasa panas di dada ketika malam hari, cobalah dengan mengubah gaya hidup untuk mengatasi heartburn.

7 Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari untuk Mengatasi Heartburn

  1. Makanan bersifat asam seperti cuka, tomat, anggur, dan jeruk
  2. Makanan pedas seperti cabai dan lada
  3. Makanan berlemak dan berminyak
  4. Cokelat dan mint
  5. Minuman bersoda
  6. Minuman berkafein
  7. Minuman beralkohol

Selain mengurangi atau menghindari makanan dan minuman di atas, Anda juga wajib mengubah gaya makan Anda untuk mengatasi heartburn atau rasa panas di dada.

  • Jangan langsung berbaring setelah makan karena asam lambung bisa merambat naik ke kerongkongan.
  • Makanlah dalam porsi yang kecil.
  • Kurangi kebiasaan makan camilan sebelum tidur.
  • Berhenti makan tiga jam sebelum tidur.
  • Jangan makan terlalu cepat karena makanan bisa menumpuk di perut dan memproduksi asam lambung yang banyak

Mengubah Pola Hidup untuk Mengatasi Heartburn atau Rasa Panas di Dada

Dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, Anda dapat meredakan heartburn yang kerap datang di malam hari. Berikut tipsnya!

  1. Hindari pakaian ketat dan ikat pinggang yang terlalu kencang. Penggunaan korset juga dapat mengganggu pernapasan serta menekan asam lambung ke atas.
  2. Jauhkan diri Anda dari penyebab stres. Stres terbukti dapat meningkatkan produksi asam lambung di dalam perut
  3. Menurunkan berat badan. Berat badan ideal akan menjauhkan Anda dari penyakit yang bisa bersarang di dalam tubuh termasuk refluks asam lambung. Lakukan olahraga yang mengharuskan Anda banyak melakukan gerakan agar lemak dalam tubuh terbakar.
  4. Jika Anda minum antasida lebih dari sekali dalam seminggu, kemungkinan besar Anda menderita GERD dan bukan heartburn biasa. Sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  5. Cobalah mengunyah permen karet di malam hari. Hal ini dapat memperbanyak produksi air liur di dalam mulut yang menetralkan asam lambung.
  6. Gejala setiap orang bisa berbeda satu sama lain. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi untuk mengetahui secara pasti penyebab heartburn.
  7. Masa kehamilan juga memicu terjadinya rasa panas di dada dan GERD. Konsultasikan kepada dokter yang menangani kehamilan Anda.
  8. Heartburn semakin parah setelah berolahraga? Minumlah air yang banyak agar tubuh kembali terhidrasi dan pencernaan kembali normal.
  9. GERD yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kanker esofagus. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila sakit berlanjut.
  10. Catat perkembangan kesehatan Anda mulai dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi hingga nyeri yang Anda rasakan.
  11. Usahakan tidak makan sesaat sebelum tidur. Beri jeda tiga jam.
  12. Jangan langsung berolahraga setelah makan. Beri jeda kurang lebih dua jam.
  13. Nikotin dapat memperparah heartburn.
  14. Beberapa jenis pengobatan dapat memicu refluks asam lambung. Konsultasikan hal ini kepada dokter Anda.
  15. Gunakan bantal tidur yang lebih tinggi untuk mengganjal punggung dan kepala agar posisinya lebih tinggi dari perut
  16. Ketika Anda membungkuk, pusatkan tekanan pada lutut bukan pada perut karena dapat mendorong asam lambung untuk naik ke atas

More
kondisi kesehatan pencernaan

Pastikan Kondisi Kesehatan Pencernaan dengan Mengenali Tipe dan Warna Kotoran Anda

Kondisi pencernaan dapat diperkirakan dengan kotoran atau feses yang dikeluarkan saat buang air besar. Kotoran yang dikeluarkan manusia memiliki beragam tipe dan warna. Untuk memahami keadaan feses, Anda dapat merujuk pada skala tips dan warna feses beserta penjelasannya. Berikut ini adalah ulasan mengenai kondisi pencernaan berdasarkan tipe dan warna kotoran.

Tipe Kotoran
Tipe kotoran biasanya bergantung pada bentuk dan tekstur dari kotoran itu sendiri. Biasanya hal ini dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dan lama kotoran berada di usus besar.


Tipe 1
Kotoran tipe 1 tampak telah menghabiskan waktu yang lama di usus dan sulit untuk keluar dengan bentuk yang keras, kecil-kecil, dan kering. Jika feses Anda terlihat seperti ini, Anda mungkin sedang mengalami konstipasi. Jika hal ini terjadi lebih lama dari satu minggu, segera konsultasikan pada dokter untuk mencari tahu apa penyebabnya.

Tipe 2
Kotoran tipe 2 juga merupakan pertanda bahwa Anda sedang mengalami sembelit. Teksturnya juga padat dan keras, tetapi tidak sekering tipe 1. Cobalah untuk mendapatkan lebih banyak serat dalam asupan makan harian dan minum lebih banyak air untuk menggerakkan organ pencernaan menjadi lebih lancar.

Tipe 3
Dokter menganggap kotoran seperti tipe 3 merupakan jenis normal dengan tekstur dan konsentrasi yang cukup padat dan lunak sehingga mudah dikeluarkan. Kotoran tipe ini tidak akan membuat Anda lama berada di toilet untuk buang air besar.

Tipe 4
Untuk kotoran tipe 4, memiliki diameter yang lebih besar dari tipe 3. Diameter yang besar menandakan waktu transit yang sedikit lebih lama atau adanya asupan serat dalam makanan.

Tipe 5
Kotoran tipe 5 relatif mudah untuk dikeluarkan, biasanya diikuti dengan rasa mulas untuk pergi ke kamar mandi. Waspadai karena bisa jadi itu merupakan tanda diare ringan.

Tipe 6
Kotoran tipe 6 seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman karena muncul dengan rasa perut melilit. Jika Anda mendapatkan kotoran tipe ini lebih dari tiga kali sehari, bisa dipastikan Anda mengalami diare. Pastikan untuk minum banyak cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Tipe 7
Kotoran ini bergerak sangat cepat melalui usus Anda karena bentuknya yang sangat cair. Pastikan untuk segera menemui dokter jika Anda mengalaminya lebih dari 3 hari. Apalagi jika diikuti dengan tanda-tanda dehidrasi lainnya, seperti mulut kering, mengantuk, sakit kepala, atau pusing.

Warna Kotoran
Warna kotoran dapat berbeda-beda bergantung pada asupan makanan dan pengaruh dari empedu. Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan warna kotoran berikut ini.

Coklat
Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, warna kotoran bergantung dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pola makan dan pengaruh empedu. Dalam hal ini empedu merupakan cairan kuning-hijau yang membantu tubuh mencerna lemak. Maka, warna tinja yang sehat harus mencerminkan campuran semua warna makanan yang Anda makan dan cairan empedu tersebut. Secara umum, warna cokelat dengan sedikit kehijauan masih dianggap normal.

Hijau
Kotoran berwarna hijau tentu akan membuat Anda bingung, tetapi jangan khawatir. Warna kotoran hijau sesekali bukanlah masalah dan tidak akan menandakan hal serius. Kondisi ini dapat disebabkan karena Anda makan banyak sayuran hijau (yang baik) atau terlalu banyak mengonsumsi pewarna makanan hijau (kurang baik). Selain itu, warna hijau juga dapat disebabkan makanan yang melaju cepat saat melalui sistem pencernaan. Ini bisa juga menjadi tanda diare.

Kemerahan
Tidak jarang pula kotoran tampak berwarna kemerahan. Warna ini dapat berasal dari pewarna makanan merah atau asupan obat yang juga berwarna merah. Jangan khawatir karena jika itu penyebabnya, kotoran Anda akan kembali seperti biasa dalam waktu segera. Namun, hati-hati jika warna merah di feses merupakan warna dari darah. Sebab, itu dapat menandakan adanya pendarahan di usus besar Anda. Terkadang darah juga bisa berasal dari dubur yang tergores atau akibat wasir. Jika ini yang terjadi, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

Hitam
Mengonsumsi suplemen zat besi dapat menyebabkan kotoran menjadi berwarna hitam. Namun, apabila tidak, ada baiknya untuk segera mengonsultasikan kondisi Anda pada dokter. Kotoran hitam dengan tekstur kering menandakan adanya gejala darah tinggi pada saluran pencernaan.

Warna Terang
Kotoran berawarna kuning terang merupakan kondisi yang baik-baik saja pada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif. Namun, jika terjadi pada orang dewasa, itu bisa menjadi pertanda bahwa asupan Anda terlalu banyak lemak. Selain itu, kotoran dengan warna terang juga bisa berarti tubuh Anda kesulitan menyerap nutrisi seperti seharusnya. Jika Anda mendapati kotoran Anda berwarna terang, segera konsultasikan pada dokter. Apalagi jika kotoran Anda tampak berwarna putih yang berarti mengandung kapur. Hal ini bisa terjadi akibat efek samping dari beberapa obat atau tanda bahwa saluran empedu Anda tersumbat.

More
tips meredakan sembelit di perjalanan

Tips Meredakan Sembelit Saat Dalam Perjalanan

Gangguan pencernaan yang menyebabkan susah buang air besar sering menjadi gangguan dalam melakukan beragam aktivitas. Salah satu yang paling sering membuat jengkel adalah ketika Anda sedang melakukan perjalanan. Tapi jangan khawatir, simak tips untuk meredakan sembelit saat berada dalam perjalanan berikut ini.

Siapkan Bekal untuk Perjalanan
Saat konstipasi atau sembelit terjadi, Anda tentu perlu untuk memperhatikan asupan makanan agar pencernaan dapat kembali bekerja dengan normal. Pilihan makanan yang ada di jalan bisa menjadi sangat menggiurkan dan menarik untuk dicoba, tetapi perhatikan kebersihan dan higienitas dari makanan yang disajikan. Jangan sampai Anda malah mendapatkan kondisi pencernaan yang semakin parah. Selain itu, pastikan juga bekal yang disiapkan memiliki kandungan serat yang cukup untuk meredakan konstipasi atau sembelit Anda.

Perhatikan Pilihan Menu Berserat
Jika Anda menginginkan bekal makanan yang enak dan simpel, perhatikan pilihan menu makanan berserat dengan tepat. Anda dapat menyiapkan roti atau sereal gandum dan beberapa kantong kacang-kacangan sebagai camilan di perjalanan. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda menyiapkan juga potongan buah-buahan dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan serat tubuh.

Batasi Makanan Rendah Serat

Saat berlibur, Anda pasti akan sangat bersemangat untuk menyicipi beragam pilihan makanan khas yang ada di tempat tersebut. Akan tetapi, kondisi pencernaan yang kurang baik harus Anda prioritaskan hingga benar-benar pulih sebelum menjelajahi pilihan kuliner yang menarik. Hindari makan makanan dengan kandungan serat rendah, seperti keju, permen, daging, pizza, makanan olahan, keripik, dan es krim. Bersabarlah sebentar hingga pencernaan kembali pulih.

Minum Banyak Air
Minum air tambahan mungkin tidak dapat berdampak langsung pada upaya meredakan sembelit. Akan tetapi, cara ini dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Mendapatkan cukup cairan tubuh juga dapat membantu mencegah dehidrasi, yang dapat menjadi penyebab sembelit atau konstipasi terjadi. Pastikan untuk selalu membawa botol air. Jika Anda tidak bisa mendapatkan air minum yang bersih, minumlah dari air mineral kemasan dalam botol, jus buah, atau minuman nonkafein lainnya.

Batasi Kafein dan Alkohol
Minuman mengandung kafein dan alkohol sangat berisiko tinggi menambah masalah sembelit Anda. Alkohol dan kafein dapat menyebabkan dehidrasi sehingga akan memperparah sembelit yang Anda alami saat bepergian. Untuk itu, cobalah membatasi alkohol dan minuman dengan kafein. Anda dapat menggantinya dengan air putih atau jus buah segar.

Tetap Aktif Bergerak

Saat berpergian, itu artinya Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di dalam mobil, kereta, kapal, atau pesawat. Sayangnya, ketika Anda berhenti bergerak dan menghabiskan banyak waktu untuk duduk, organ pencernaan Anda juga akan diam dan tidak memproses sisa makanan dengan optimal. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, sering-seringlah beristirahat untuk meregangkan tubuh dan bergerak. Setelah itu, begitu Anda mencapai tujuan, segera lakukan kegiatan fisik, seperti berjalan-jalan atau bersepeda, untuk membuat tubuh Anda bergerak.

Jangan Abaikan Dorongan Alami Tubuh Anda
Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin mengabaikan keinginan untuk buang air besar saat berlibur. Anda mungkin merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum atau jadwal jalan-jalan yang terlalu padat, sehingga terasa sulit untuk menemukan toilet umum. Tetapi mengabaikan dorongan alami untuk buang air terkadang bisa menyebabkan sembelit. Untuk itu, pastikan untuk menjadwalkan waktu ke toilet pada jeda istirahat selama perjalanan.

Bersantai Saat Menggunakan Toilet         
Jika Anda biasanya menggunakan toilet hanya pada waktu tertentu, cobalah untuk memberikan waktu luang untuk bersantai tanpa ada rasa dikejar waktu untuk melanjutkan perjalanan. Berikan tubuh Anda waktu untuk bersantai, Anda dapat mendudukan diri di toilet sambil membaca majalah atau koran. Jika Anda tetap tidak dapat buang air besar dalam 10 menit, coba lagi saat ada dorongan alami.

Persiapan Menjelang Perjalanan
Jika Anda sering mengalami sembelit saat bepergian, lakukanlah persiapan lebih awal. Salah satu caranya adalah mulai mengonsumsi obat pelunak feses atau pencahar dalam beberapa hari hingga seminggu sebelum Anda pergi. Kemudian lanjutkan meminumnya saat Anda berlibur. Ini akan membantu melunakkan feses Anda dan membuatnya lebih mudah untuk keluar.

Gunakan Pencahar dengan Tepat
Jika pengaturan pola makan dan olahraga tidak membantu, Anda mungkin perlu mencoba obat pencahar untuk mengatasi sembelit selama perjalanan. Sayangnya, mengonsumsi obat pencahar terlalu sering berisiko membuat tubuh Anda bergantung padanya. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakannya pada waktu yang mendesak dan tidak terlalu lama.

More