Apa itu Prostatitis? Ini Penjelasannya

Munculnya peradangan pada kelenjar prostat yang terjadi secara tiba-tiba atau akut dan berkembang secara bertahap dalam waktu yang lama (kronis) disebut dengan prostatitis. Selain peradangan, kondisi ini juga dikarenakan adanya pembengkakan, kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih dan memiliki fungsi sebagai cairan semen yang memberi nutrisi pada sperma.

Kelenjar prostat merupakan salah satu organ pada sistem reproduksi pria yang memiliki fungsi dalam proses produksi sperma. Apabila kelenjar prostat membengkak atau mengalami peradangan, maka akan muncul rasa nyeri pada panggul. Selain itu rasa nyeri yang ada juga akan terasa pada saat buang air kecil dan ketika mengalami ejakulasi.

Penyebab Prostatitis Berdasar Jenis

  • Bakteri Akut

Kondisi ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang terjadi pada kelenjar prostat, jenis bakteri yang menjadi pemicu munculnya peradangan sama dengan bakteri yang menyebabkan infeksi di dalam saluran kemih dan infeksi menular seksual, seperti eshericha coli, pseudomonas, neisseria gonorrhoeae dan chlamydia trachomatis.

  • Bakteri Kronis

Jenis bakteri penyebab peradangan pada prostat ini sama dengan bakteri akut, yang menjadi pembeda adalah bakteri akut muncul dan bertambah dalam waktu yang cukup singkat. Sementara itu bakteri kronis bakal berkembang dengan lambat, bisa dalam kurun waktu beberapa bulan, peradangan jenis ini juga disebabkan penyakit lain seperti ginjal, TBC, HIV dan sarkoidosis.

Gejala peradangan beragam bisa dari yang paling ringan hingga berat, beberapa di antaranya adalah demam disertai menggigil, aliran urine melemah dan urine berbusa hingga berbau tak sedap. Seseorang yang mengalami gejala peradangan otak juga akan terus menerus merasa ingin buang air kecil hingga sulit buang air kecil dan sering buang air kecil di malam hari.

Selain itu gejala lain yang biasa dialami oleh para penderita adalah rasa nyeri ketika buang air baik kecil maupun besar dan juga ketika ejakulasi. Kemudian perasaan nyeri di beberapa bagian, seperti perut, pangkal paha, penis, testis dan perineum atau area antara pangkal testis dan anus serta area punggung bawah.

Diagnosis

Dokter yang melakukan diagnosa akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit yang diderita pasien, setelah itu dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan fisik. Salah satunya dengan melakukan colok dubur, tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya pembesaran para prostat, selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti.

  • Tes darah yang fungsinya untuk mendeteksi infeksi di dalam darah, prosesnya meliputi hitung darah lengkap dan pemeriksaan kadar prostate-specific antigen (PSA).
  • Tes urine yang bertujuan untuk mengetahui jenis yang terdapat di dalam urine para pasien penderita penyakit ini.
  • Prostatic massage atau pijat prostat, pemeriksaan ini dilakukan pada saat prosedur colok dubur dilakukan, tujuannya untuk memperoleh sampel cairan sekresi dari prostat lalu dianalisis.
  • Pemindaian dengan menggunakan USG atau CT scan, tujuan dilakukan pemindaian ini adalah untuk melihat prostat dengan lebih jelas.

Pengobatan Prostatitis

Pengobatan yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini terdapat beberapa cara, mulai dari konsumsi obat hingga operasi. Untuk pengobatan dengan konsumsi obat-obatan seperti antibiotik, penghambat alfa dan obat antiinflamasi nonsteroid yang berfungsi untuk mengurangi peradangan yang terjadi.

Sementara itu prosedur operasi bisa dilakukan terhadap pasien apabila terdapat batu pada prostat penderita. Dokter nantinya akan melakukan pemotongan disertai dengan pengangkatan prostat melalui prosedur transurethral resection of the prostate (TURP) atau prostaktetomi total.

More

Headstand Bermanfaat Untuk Penderita Gangguan Tiroid

Tiroid merupakan kelenjar kecil di tenggorokan yang mengeluarkan hormon. Hormon yang dikeluarkan tersebut memengaruhi metabolisme, suhu tubuh, dan pertumbuhan seseorang. Hormon ini juga memengaruhi perkembangan otak anak. Ketika seseorang memiliki gangguan atau masalah dengan tiroid mereka, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Salah satu bentuk terapi perawatan untuk gangguan tiroid adalah yoga. Pose-pose yoga seperti shoulder stand, headstand, fish pose dan plow pose dapat meningkatkan dan mengembalikan fungsi tiroid. Artikel ini akan membahas hubungan manfaat yoga pada mereka yang menderita gangguan tiroid.

Yoga dan kesehatan tiroid

Yoga merupakan sebuah bentuk latihan yang dapat membantu mengurangi kadar stres seseorang. Pada sebuah studi yang dilakukan di tahun 2017, ditemukan bahwa yoga dapat mengurangi gejala-gejala stres dan meningkatkan kesehatan tubuh. Stres sering dihubungkan dengan gangguan tiroid. Oleh karena alasan tersebut, yoga dapat bermanfaat untuk kesehatan tiroid. Ada banyak hal kondisi yang dapat memengaruhi tiroid. Dua kondisi yang paling sering ditemukan adalah hyperthyroidism (tiroid memproduksi hormon dalma jumlah berlebih) dan hypothyroidism (produksi hormon terlalu sedikit).

Sebuah studi kecil yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa yoga meningkatkan fungsi tiroid. Beberapa pose yoga yang dapat dilakukan untuk menstimunlasi tenggorokan di antaranya adalah shoulder stand, fish pose, plow pose, bridge pose, cobra pose dan headstand. Pose-pose ini dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meregangkan serta memperkuat leher, tempat di mana tiroid berlokasi. Sangat penting untuk tetap berada pada sebuah pose yoga selama Anda merasa nyaman. Bagi mereka yang belum pernah melakukan yoga sebelumnya, dapat mencoba 1 atau 2 pose setiap kali berlatih.

  • Shoulder stand

Dalam dunia yoga, pose ini dikenal dengan istilah “inversion”. Pose ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke tenggorokan, sehingga dapat menstimulasi tiroid.

  • Plow pose

Pose ini juga dipercaya dapat menstimulasi tiroid. Pose ini merupakan pose yang aman, akan tetapi, bagi sebagian orang yang memiliki payudara berukuran besar atau menderita obesitas atau berat badan berlebih akan merasa tidak nyaman atau kesulitan untuk melakukannya. Apabila saat melakukan plow pose Anda kesulitan bernapas, berhenti melakukan posisi ini secara perlahan.

  • Fish pose

Pose ikan ini merupakan sebuah pose yang sangat baik dilakukan setelah Anda selesai berlatih shoulder stand atau plow pose. Pose ini akan meregangkan tubuh ke arah yang berlawanan.

  • Bridge pose

Pose ini sangat baik untuk memperkuat punggung. Pose ini juga dapat menyehatkan tiroid.

  • Supported headstand

Pose ini dapat menstimulasi kelenjar tiroid secara langsung. Pose ini dapat meningkatkan aliran darah ke jantung sekaligus menstimulasi kelenjar pineal dan pituitary otak, yang dapat meredakan gejala stres. Pose ini tidak boleh dilakukan apabila Anda belum pernah melakukan yoga sebelumnya. Selain itu, harus ada pengawasan dari guru yoga yang ahli apabila Anda hendak melakukannya untuk pertama kali.

Apabila Anda merasa ada gejala gangguan tiroid, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secara langsung. Dokter dapat membantu mendiagnosa gangguan tiroid seperti hyperthyroidism atau hypothyroidism dan merekomendasikan perawatan yang sesuai dan efektif. Perlu diingat bahwa yoga merupakan terapi tambahan. Pose-pose seperti shoulder stand, headstand, fish pose, bridge pose, dan plow pose di atas dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan utama yang telah direkomendasikan oleh dokter. Namun, yoga bukanlah alternatif pengganti perawatan dari dokter.

More

Obat Jamur Kuku Yang Mungkin Belum Anda Coba

Salah satu obat jamur kuku alami yang bisa Anda coba di rumah adalah tea tree oil

Jamur kuku adalah kondisi umum yang dimulai dengan bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku Anda. Ketika infeksi jamur semakin dalam, jamur kuku dapat menyebabkan kuku Anda berubah warna, menebal dan hancur di bagian ujungnya sehingga Anda harus segera mengobati kuku Anda.

Infeksi jamur pada kuku, infeksi jamur pada kuku, secara medis dikenal sebagai onikomikosis atau tinea unguium dan pada umumnya terkait dengan kebersihan yang buruk. Onikomikosis adalah infeksi jamur yang biasanya disebabkan oleh jenis jamur khusus yang dikenal sebagai dermatofita. Ketika jamur menginfeksi area antara jari-jari kaki dan kulit kaki Anda, kondisi tersebut disebut sebagai athlete’s foot (tinea pedis).

Anda mungkin memiliki jamur kuku jika satu atau lebih kuku Anda memiliki kondisi seperti:

  • Menebal
  • Berwarna keputihan hingga kuning-coklat
  • Rapuh atau kasar
  • Bentuknya terdistorsi
  • Warna gelap, disebabkan oleh puing-puing yang menumpuk di bawah kuku Anda
  • Memiliki bau sedikit busuk

Jamur kuku pada umumnya mempengaruhi kuku, tetapi lebih sering terjadi pada kuku kaki. Untungnya terdapat banyak perawatan yang bisa Anda coba. Antijamur oral yang diresepkan seperti terbinafine (Lamisil) atau fluconazole (Diflucan) secara tradisional digunakan untuk mengobati jamur kuku. Obat-obatan tersebut seringkali efektif, tetapi mereka dapat menyebabkan efek samping yang serius mulai dari sakit perut dan pusing hingga masalah kulit yang parah dan penyakit kuning. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mencoba pengobatan rumahan sebagai gantinya. Berikut adalah beberapa perawatan di rumah yang dapat digunakan sebagai obat jamur kuku:

  • Vicks VapoRub 

Vicks VapoRub adalah salep topikal yang bisa Anda coba. Meskipun dirancang untuk menekan batuk, bahan aktif yang dimiliki yaitu, minyak kamper dan kayu putih, dapat membantu mengobati jamur kuku.

Untuk menggunakan, oleskan Vicks VapoRub secukupnya ke area yang kuku yang memiliki jamur setidaknya sekali sehari.

  • Tea tree oil

Tea tree oil, juga disebut melaleuca, adalah minyak esensial dengan kemampuan antijamur dan antiseptik. Untuk menggunakannya, oleskan tea tree oil langsung ke kuku yang terkena dua kali sehari dengan kapas.

  • Ekstrak olive oil

Zat aktif dalam ekstrak olive oil, oleuropein, dianggap memiliki kemampuan antijamur, antimikroba, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Anda dapat mengoleskan salep olive oil langsung ke jamur kuku atau menelan ekstrak olive oil dalam bentuk kapsul. Menurut penelitian, mengkonsumsi satu hingga tiga kapsul olive oil dua kali sehari lebih efektif daripada salep ekstrak olive oil dalam mengobati jamur kuku. Anda dapat menemukan kapsul ekstrak minyak zaitun atau minyak ekstrak olive oil secara online.

  • Cuka

Ternyata cuka merupakan obat rumahan yang cukup aman untuk mengobati jamur pada kuku. Untuk menggunakannya, rendam kaki yang terkena dalam campuran 1 gelas cuka dan 2 gelas air hangat selama 20 menit setiap hari.

  • Listerine

Listerin mengandung bahan-bahan seperti mentol, timol, dan kayu putih, yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Oleh karena itu, listerine menjadi obat tradisional yang populer untuk mengobati jamur kuku. Anda direkomendasikan untuk merendam kaki yang terkena dalam baskom Listerine berwarna kuning selama 30 menit setiap hari.

  • Bawang putih

Penelitian menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kemampuan antijamur dan antimikroba. Anda dapat mengobati jamur kuku kaki menggunakan bawang putih dengan menempatkan siung bawang putih cincang atau yang sudah dihancurkan di daerah yang terkena jamur selama 30 menit setiap hari.

  • Mengubah diet Anda

Hubungan antara diet dan kesehatan sangatlah jelas. Semakin sehat makanan yang Anda konsumsi, semakin besar peluang tubuh Anda untuk melawan kondisi seperti jamur kuku.

Berikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda dengan makan:

  1. yoghurt kaya probiotik
  2. cukup protein untuk mendukung pertumbuhan kembali kuku
  3. cukup zat besi untuk mencegah kuku rapuh
  4. diet yang kaya akan asam lemak esensial
  5. makanan yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti produk susu rendah lemak

Obat rumahan mungkin lebih efektif daripada obat resep dalam mengobati jamur kuku yang ringan sampai sedang. Namun, obat rumahan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan jamur kuku kaki daripada obat topikal resep atau antijamur sistemik oral. 

Dalam kebanyakan kasus, jamur kuku dianggap sebagai masalah kosmetik sehingga Anda disarankan untuk mencoba obat rumahan untuk mengatasinya. Namun, jamur kuku juga dapat menyebabkan komplikasi serius bagi sebagian orang. Jika Anda memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda tidak boleh menggunakan pengobatan rumahan untuk jamur kuku. Anda disarankan untuk menghubungi dokter Anda untuk tindakan yang sesuai.

More

Kompres Penurun Panas: Cara Mengatasi Panas Tinggi

Demam atau panas tinggi adalah kondisi yang dialami seseorang dimana suhu tubuhnya mencapai lebih dari 37 derajat Celsius. Demam merupakan masalah yang serius untuk ditangani. Oleh karena itu, kompres penurun panas adalah solusi untuk mengatasi panas tinggi.

Gejala

Jika manusia mengalami demam, mereka juga akan kemungkinan mengalami gejala lain berupa sakit kepala, meriang, tubuh terasa lemas, dehidrasi, ruam, diare, muntah, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Kompres Penurun Panas dan Cara Menggunakannya

Meskipun kompres merupakan salah satu cara yang paling umum untuk mengatasi masalah seperti ini, banyak orang merasa bingung untuk memilih kompres penurun panas seperti apa yang dapat digunakan untuk meredakan gejala demam.

Untuk memilih kompres untuk mengatasi demam, Anda sebaiknya menggunakan kompres dengan suhu dingin dan tanpa menggunakan es batu. Selain itu, Anda perlu menggunakan handuk yang berukuran kecil atau sedang.

Cara menggunakan kompres mudah. Anda dapat memulainya dengan membasahi handuk yang akan digunakan. Setelah itu, Anda peras handuk tersebut untuk memastikan tidak ada air yang menetes. Anda kemudian letakkan handuk di dalam kulkas sampai dingin. Setelah membiarkannya dingin selama beberapa waktu, Anda keluarkan handuknya, dan letakkan handuk tersebut di bagian tubuh yang terasa panas.

Manfaat Menggunakan Kompres Penurun Panas

Menggunakan kompres penurun panas merupakan salah satu cara yang paling umum untuk meredakan gejala panas tinggi, namun juga dapat meredakan sakit kepala, nyeri, bahkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Cara Lain Untuk Meredakan Panas Tinggi

Untuk menurunkan panas, Anda tidak hanya mengatasinya dengan kompres penurun panas. Anda juga dapat melakukan beberapa cara di bawah ini:

  1. Konsumsi air mineral

Demam dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, orang-orang sangat dianjurkan untuk minum air secara rutin.

  • Istirahat yang cukup

Anda juga dihimbau untuk istirahat yang cukup, karena demam merupakan tanda tubuh sedang melawan infeksi, dan hal tersebut dapat menguras energi.

  • Mandi air hangat

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah mandi air hangat untuk meredakan demam. Jika Anda menggunakan air dingin, maka hal tersebut dapat membuat tubuh Anda menggigil.

  • Jangan mengenakan kain berlapis

Cara lain untuk meredakan demam adalah tidak menggunakan kain berlapis. Penggunaan kain berlapis dapat membuat panas di dalam tubuh Anda terperangkap sehingga dapat meningkatkan suhu tubuh.

  • Hindari udara dingin

Anda juga perlu hindari udara dingin untuk meredakan gejala panas tinggi. Anda sebaiknya tidak menggunakan AC saat Anda beristirahat.

  • Menggunakan obat

Anda juga dapat menggunakan obat penurun panas berupa acetaminophen atau ibuprofen. Obat aspirin juga dapat digunakan, namun obat ini tidak disarankan untuk anak-anak dan remaja.

Pandemi Covid-19

Menjaga kesehatan tubuh itu penting, karena saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19. Hingga tanggal 10 Mei 2020, jumlah kasus virus Corona telah mencapai lebih dari 4 juta. Virus tersebut juga mengakibatkan setidaknya 280 ribu orang meninggal dunia, namun tercatat bahwa lebih dari 1,4 juta orang dinyatakan sembuh. Salah satu gejala yang dialami manusia akibat Covid-19 adalah demam.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sejumlah wilayah di Indonesia memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Selain itu, setiap orang juga dihimbau untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik. Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai penggantinya.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut jika tangan Anda tidak bersih.
  • Tetap berada di rumah, kecuali jika Anda punya keperluan mendesak seperti membeli obat.
  • Jika Anda keluar rumah, gunakan masker.
  • Hindari kerumunan dan jaga jarak dengan orang lain setidaknya 1,5 meter.
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain.
  • Jangan menggunakan transportasi umum yang penuh sesak.
  • Batasi kegiatan di luar rumah.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Berolahraga secara teratur.

Kesimpulan

Itulah kompres penurun panas dan cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meredakan panas tinggi. Cara meredakan gejala tersebut mudah. Namun, jika kondisinya memburuk, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter supaya Anda mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

More

Penegakan Diagnosis dengan Prosedur Biopsi Ginjal

Banyak di antara kita menjalani pola hidup tidak sehat yang berujung pada kerusakan ginjal. Beberapa kerusakan yang terjadi pada ginjal tidak diketahui penyebabnya. Untuk mengetahui adanya kerusakan, tentu dibutuhkan pemeriksaan, salah satunya biopsi ginjal.

Lebih jauh mengenai biopsi ginjal

Pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop, itulah yang dinamakan biopsi ginjal. Tindakan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya kerusakan atau penyakit ginjal.

Tak hanya untuk mendeteksi gangguan ginjal, biopsi ginjal juga kadang dilakukan untuk memantau efektivitas terapi penyakit ginjal. Juga melihat kemungkinan adanya komplikasi setelah transplantasi ginjal.

Dokter akan menyarankan prosedur biopsi setelah serangkaian pemeriksaan lain dilalui dan ditemukan tanda adanya gangguan, sehingga prosedur lanjutan dibutuhkan. Pemeriksaan-pemeriksaan yang mendahului biopsi biasanya tes darah, tes urine, USG, atau CT Scan.

Berdasarkan teknik pengambilan sampelnya, prosedur biopsi ginjal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara perkutan dan secara terbuka. Teknik biopsi perkutan relatif lebih sering dilakukan. Dokter akan memasukkan jarum tipis melalui kulit dan dibantu dengan USG atau CT Scan untuk mengarahkan jarum agar tepat menjangkau ginjal.

Sedangkan teknik biopsi ginjal secara terbuka, dokter akan membuat sayatan pada kulit di dekat ginjal. Lalu, dokter akan melihat kondisi ginjal serta lokasi sampel yang perlu diambil.

Biopsi ginjal dibutuhkan pada kondisi tertentu

Sesuai namanya, tindakan biopsi ini kaitannya dengan kesehatan ginjal. Tidak semua pasien atau kondisi yang menuntut dilakukannya tindakan biopsi ginjal. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menegakan diagnosis pada gangguan ginjal yang belum diketahui penyebabnya.

Selain untuk kebutuhan diagnosis, prosedur ini juga dilakukan untuk memantau kondisi pasien. Baik memantau efektivitas pengobatan yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal, hingga memantau kondisi ginjal pasien setelah melakukan transplantasi, terlebih jika proses transplantasi dianggap buruk.

Melalui metode biopsi ginjal ini, dokter juga akan dibantu untuk mengetahui seberapa cepat perburukan suatu penyakit ginjal dialami oleh pasien atau seberapa luas dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan ginjal yang diderita pasien.

Di samping itu, tindakan ini juga membantu dokter dalam menyusun rencana pengobatan yang akan diberikan kepada pasien. Dalam hal ini, tentu pasien dengan masalah ginjal.

Lalu, dalam kondisi seperti apa biasanya dokter pertama kali menyarankan prosedur biopsi ginjal?

Biasanya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini kepada pasien yang mengalami  gangguan fungsi ginjal, tetapi penyebabnya tidak diketahui secara jelas. Begitu juga pada pasien yang di dalam urinenya ditemukan darah atau protein. Serta pasien-pasien yang menjalani transplantasi ginjal, sebab kondisi ginjalnya harus terus dipantau, salah satunya dengan prosedur biopsi.

Hal yang perlu diperhatikan setelah biopsi ginjal

Bila Anda diminta untuk menjalani prosedur biopsi ginjal, setelahnya mungkin Anda perlu diobservasi di ruang pemulihan. Tenaga medis akan memantau tanda-tanda vital, seperti denyut jantung, pernapasan, serta tekanan darah. Selama periode pemulihan ini, urine dan darah Anda juga akan diperiksa. Hal ini ditujukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi.

Tidak perlu kaget, bila dalam masa pemulihan tersebut Anda merasakan nyeri di area biopsi. Dokter biasanya akan meringankan hal tersebut dengan memberikan obat penahan nyeri.

Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama dengan hari tindakan, tanpa menjalani rawat inap. Namun, Anda akan diminta untuk beristirahat dalam 12 sampai 24 jam setelah prosedur dilakukan. Untuk sementara, aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan juga terbatas. Mengangkat beban dan berolahraga biasanya belum diperbolehkan.

More

Hot Yoga

Saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19 dimana jumlah kasus virus tersebut bertambah setiap hari. Oleh karena itu, setiap orang harus tetap berada di rumah. Meskipun demikian, salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah berolahraga. Contoh olahraga yang dapat Anda lakukan adalah yoga. Ada berbagai jenis yoga yang dapat Anda lakukan, salah satunya termasuk hot yoga.

Mungkin Anda belum pernah mendengar istilah ini. Yang dimaksud dengan hot yoga adalah jenis yoga yang dilakukan di dalam ruangan yang bersuhu panas, yang berkisar antara 27 hingga 38 derajat Celsius. Sama seperti jenis yoga lain, hot yoga menggunakan berbagai pose dan musik untuk membantu membuat Anda terasa rileks.

Manfaat Hot Yoga

Jenis-jenis yoga, termasuk hot yoga, memang bertujuan untuk menenangkan tubuh dan pikiran Anda. Hot yoga adalah salah satu olahraga yang menantang dimana Anda perlu melakukannya di ruangan yang panas untuk menghasilkan lebih banyak keringat. Jika Anda melakukan hot yoga, berikut adalah manfaat yang akan diperoleh:

  • Meningkatkan kelenturan

Orang-orang yang melakukan hot yoga akan mengalami peningkatan kelenturan punggung, urat lutut, dan bahu. Hal tersebut bermanfaat karena melibatkan suhu panas dimana suhu tersebut dapat membantu mempercepat pemanasan dan membuat lebih banyak peregangan.

  • Membakar lebih banyak kalori

Manfaat lain yang Anda peroleh jika Anda melakukan hot yoga adalah mampu membakar lebih banyak kalori. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata peserta hot yoga dapat membakar 286 kalori selama 90 menit.

  • Meningkatkan kepadatan tulang

Hot yoga juga dapat meningkatkan kepadatan tulang. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang manusia akan menurun. Sebuah studi menyatakan bahwa seorang wanita yang melakukan hot yoga mengalami peningkatan kepadatan tulang di bagian leher, pinggul, dan punggung bawah.

  • Meningkatkan pernafasan dan metabolisme

Hot yoga juga dapat meningkatkan pernafasan dan metabolisme tubuh. Hot yoga memberikan latihan yang lebih efektif pada bagian jantung, paru-paru, dan otot, dibandingkan dengan suhu yang lebih rendah. Pada tahun 2014, sebuah studi mengungkapkan bahwa sekali mencoba hot yoga dapat membuat jantung memompa pada kecepatan yang sama dengan jalan cepat.

  • Mengurangi stres

Pada umumnya, yoga adalah cara untuk mengurangi stres. Sebuah studi yang melibatkan peserta yang mengalami stres dan tidak aktif secara fisik, melakukan hot yoga selama 16 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka dapat mengurangi stres secara signifikan. Hal tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan.

  • Meringankan depresi

Jika Anda merasa depresi, maka Anda sebaiknya mencoba hot yoga. Pernyataan ini juga didukung oleh 23 studi pada tahun 2017, banyak yang menyatakan bahwa hot yoga adalah cara efektif untuk meredakan depresi.

  • Menjaga kesehatan kulit

Hot yoga dapat membantu menjaga kesehatan kulit, karena melibatkan banyak keringat. Berkeringat dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membawa darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke sel-sel kulit sehingga dapat menyehatkan kulit dari dalam tubuh.

Risiko

Meskipun hot yoga dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, Anda perlu pahami bahwa hot yoga dapat memicu risiko seperti tubuh yang menjadi terlalu panas, dehidrasi, dan kerusakan otot.

Hot yoga tidak dapat dilakukan jika Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, dan kelainan arteri, karena dapat membuat Anda pingsan. Selain itu, hot yoga juga dapat membuat Anda merasa pusing jika Anda memiliki tekanan darah atau gula darah yang rendah.

Jika Anda merasa pusing, mual, atau sulit untuk bernafas karena melakukan hot yoga, Anda sebaiknya keluar dari ruangan tersebut untuk beristirahat. Namun, jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

More

Siapa Saja Yang Rentan Virus Corona?

Setiap orang telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah virus Corona atau Covid-19. Namun, jumlah kasus semakin bertambah setiap hari, yaitu sebesar 1,4 juta. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 300.000 orang dinyatakan sembuh. Semua orang berpotensi terkena virus Corona, namun siapa saja yang lebih rentan virus Corona?

Orang-orang berpotensi mengalami infeksi virus Corona, namun sebagian besar akan mengalami gejala ringan seperti batuk-batuk dan flu, namun ada juga orang yang mengalami gejala berat seperti pneumonia.

Tidak hanya itu, sebagian orang juga terkena komplikasi penyakit yang lebih berat sehingga menimbulkan kematian. Orang-orang yang lebih rentan terhadap Covid-19 memiliki risiko lebih besar. Berikut adalah kelompok yang rentan virus Corona:

  • Lansia (lanjut usia)

Lansia, atau orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas, adalah kelompok yang paling rentan terhadap virus Corona. Hal tersebut disebabkan karena tubuh mengalami penurunan seiringnya bertambah usia. Artinya, semakin tua, kondisi yang dialami semakin lemah.

Tidak hanya itu, sistem imun lansia juga semakin lemah. Oleh karena itu, virus Corona dapat menyerang dengan mudah kelompok ini.

  • Orang yang memiliki penyakit tertentu

Selain lansia, orang-orang yang memiliki penyakit seperti orang-orang yang menderita penyakit tidak menular kronis dimana penyakit tersebut dapat meningkat secara bertahap ketika mereka memasuki usia 40 tahun.

Orang-orang yang mengalami penyakit tidak menular kronis berupa diabetes, infeksi pernafasan akut, asma, penyakit jantung, hipertensi, dan kanker dapat menghambat sistem kekebalan tubuh.

Orang-orang yang mengalami penyakit seperti ini bersifat kronis dimana penyakitnya terjadi secara perlahan dan berlangsung dalam jangka panjang. Selain itu, penyakit yang dialami seseorang juga membuat kondisinya lemah sehingga rentan terhadap virus Corona.

  • Anak-anak

Lansia dan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu memang lebih rentan virus Corona, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga memiliki risiko yang sama. Beberapa negara menyebutkan ada sebagian orang yang meninggal akibat Covid-19 di usia muda. Hal tersebut diduga karena penularan oleh orang tuanya.

  • Tenaga medis

Tenaga medis juga menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap virus Corona. Setiap hari mereka menangani pasien yang terinfeksi virus tersebut, dan risiko penularan juga sangat besar.

Cara Mengatasi Virus Corona

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Anda sebaiknya lakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Sering mencuci tangan

Setelah Anda menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu, Anda segera mencuci tangan dengan sabun, dan lakukan selama 20 detik. Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif.

  • Jaga jarak dengan orang lain

Jika Anda keluar rumah, Anda perlu jaga jarak dengan orang lain, setidaknya 1 meter. Selain itu, Anda jangan melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan.

  • Terap berada di rumah

Untuk sementara, Anda sebaiknya belajar atau bekerja di rumah. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga dengan teratur, serta konsumsi obat untuk meningkatkan sistem imun.

  • Hubungi rumah sakit jika mengalami gejala atau penyakit tertentu

Jika Anda rentan virus Corona dan mengalami gejala atau penyakit tertentu, Anda sebaiknya hubungi pihak rumah sakit agar Anda dapat ditangani secara profesional untuk mengatasi Covid-19.

Orang-orang yang rentan virus Corona disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh untuk meminimalkan risiko virus Corona. Anda dapat melakukan cara-cara di atas, dan ikuti perkembangan Covid-19 melalui berita atau sumber resmi seperti WHO atau Kementerian Kesehatan RI.

More

Cara Menangani Pasien Corona yang Perlu Diketahui

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau juga disebut dengan virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Pasien corona akan mengalami gangguan pada sistem pernapasan, seperti pneumonia akut hingga menyebabkan kematian. Penyakit karena infeksi virus ini juga disebut dengan COVID-19.

Pada umumnya penyakit karena infeksi virus ini lebih dikenal dengan virus corona, virus jenis baru yang bisa menular dari manusia ke manusia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia hingga ibu hamil dan menyusui. Diperlukan adanya penanganan khusus dan tepat untuk menangani pasien penyakit ini.

Gejala Pasien Corona

Infeksi COVID-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Chinadi akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat, menyebar ke wilayah lain di Cina dan bahkan hingga saat ini telah menyebar ke seluruh dunia. Sudah lebih dari 80 ribu nyawa manusia melayang karena adanya pandemi virus corona.

Coronavirus merupakan kumpuan virus yang menginfeksi saluran pernapasan, dalam banyak kasus yang sudah terjadi virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti misalnya flu. Dalam skala berat, penyakit ini bisa menimbulkan infeksi pernapasan berat seperti misalnya pneumonia, MERS hingga SARS.

Gejala awal penyakit ini sangat mirip dengan infeksi flu biasa seperti demam, pilek, batuk, nyeri dada dan yang paling berat adalah sesak napas. Beberapa gejala yang timbul merupakan reaksi tubuh Ketika melawan virus corona, namun demikian terdapat tiga gejala umum yang ditimbulkan dari penyakit pernapasan ini.

Di antaranya adalah demam dengan suhu tubuh mencapai di atas 38 derajat celcius, kemudian batuk bisa batuk berdahak dan kering. Kemudian yang paling parah adalah mengalami sesak napas disertai nyeri dada, Ketika seseorang mengalami ketiga gejala ini harus segera mendapat perawatan yang tepat guna pencegahan penularan.

Bagi seseorang yang mengalami kondisi ini rekomendasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut gejala yang dirasakan tidak membaik, segera hubungi rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan yang tepat. Penanganan lebih lanjut dari pihak rumah sakit bisa mencegah seseorang terkena penyakit ini.

Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), merekomendasikan agar masyarakat perlu menghubungi dokter jika telah melakukan kontak dengan orang yang diketahui positif COVID-19. Selain itu, hal ini juga berlaku pada orang yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah penyebaran virus corona.

Tingkat keparahan penyakit ini berkisar dari ringan hingga berat, khususnya orang tua dengan memiliki kondisi medis atau riwayat penyakit terlebih dahulu, seperti misalnya penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru. Orang dengan kondisi demikian lebih rentan terkena risiko penyakit infeksi virus corona ini ketimbang orang biasa.

Selain gejala umum infeksi virus ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan, dalam kasus tertentu infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti misalnya diare. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pasien corona mengaku kehilangan indera penciuman dan pengecapan ketika terinfeksi virus ini.

Journal of Medical Virology menjelaskan bahwa asal muasla penyakit ini diakibatkan dari paparan daging hewan liar yang terdapat di pasar laut Huanan. Pasar ini menjual hewan-hewan liar seperti ungags dan kelelawar, peneliti menyebut bahwa virus corona yang menginfeksi manusia di akhir Desember 2019 berasal dari ular.

More

Cara Melakukan Pijat Yoni Agar Meraih Multiple Orgasme

Sebagai pasangan suami istri, pasti menginginkan pasangannya untuk bisa saling memuaskan. Untuk bisa saling memuaskan, keduanya memang harus saling terbuka dan menjelaskan apa yang diinginkannya. Sebagai contoh, saat istri ingin mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim, kamu harus memberitahukan kepada suami untuk melakukan pijat yoni. Apa itu pijat yoni?

Sederhananya, Yoni dalam bahasa Hindi berarti vagina. Bagi mereka yang mempelajari dan mempraktekkan seks Tantra (aliran spiritual kuno yang juga berasal dari India), vagina dianggap sebagai bagian paling sakral dari tubuh wanita. Dalam Tantra, vagina dipuja dan wajib – kami menekankan kata ‘wajib’ – diperlakukan dengan hormat, kelembutan, dan penuh perhatian.

Pijat ini menjadi momen sensual antara kamu dengan pasangan yang berguna untuk memperkuat hubungan dan membangun kepercayaan. Kamu dan pasanganmu akan saling terhubung satu sama lain yang membawa pada pancaran keutuhan, kebahagiaan, serta kepuasan.

Rasanya memang akan sangat berbeda hal itu dikarekanan meski kamu ingin hasil yang membahagiakan bagi kedua belah pihak, namun pijat yoni ini menawarkan lebih dari apa yang kamu bayangkan tersebut. Saat melakukan pijatan, kamu akan merasa santai dan nyaman, bahkan dirimu bisa dengan bebas mengekspresikan orgasme yang dirasakannya.

Namun perlu diingat, bahwa segala jenis emosi juga bisa muncul saat pijat yoni. Sebagai contoh kesedihan, nafsu, kemarahan, rasa girang, hingga rasa ketidakpedulian. Maka dari itu, ada baiknya untuk tidak terlalu berharap terlalu tinggi karena segala hal bisa terjadi saat pijat. Dan sebagai pengingat bahwa tujuan utama dari pijat ini ialah untuk menghormati dan menghargai seorang istri yang istimewa.

Cara melakukan pijat Yoni

Inilah waktu yang intim di mana waktu sejenak berhenti. Tatap mata pasangan kamu dengan penuh kekaguman dan mulailah mengatur napas secara bersamaan sehingga emosi satu sama lain saling terkait.

Hal ini akan membantu kamu untuk terhubung semakin dalam membawa diri pada keterbukaan sehingga tak ada lagi perasaan yang menghalangi pijat Yoni. Lanjutkan dengan pernapasan yang dalam dan perlahan tetap rileks sepanjang proses.

Saat sudah merasa siap, berbaringlah dengan posisi telentang. Siapkan dua buah bantal, satu untuk menyangga kepala dan satu untuk diletakkan di bawah pinggang. Pastikan panggul kamu jadi lebih tinggi. Secara perlahan buka Yoni kamu, dan biarkan suami duduk nyaman dengan kakinya yang disilangkan di antara kedua kaki kamu. Jangan langsung menuju Miss V. Mulailah dengan memijat bagian-bagian lain dari tubuh untuk melemaskan otot. Dengan tegas namun lembut, remas-remas paha, kaki, lengan, perut, dan payudara. Kemudian sebelum menuju sweet spot, pijat area tulang kemaluan lalu lanjutkan dengan paha bagian dalam.

Para suami, gunakan tangan kananmu untuk menyeimbangkan Tantra, lalu oleskan minyak pijat atau pelumas ke bagian depan Yoni. Tuang hingga ada yang menetes ke bagian bibir luar Miss V. Oleskan minyak dengan lembut pada area bibir luar miss V kemudian gunakan jempol dan telunjuk untuk meremas setiap bagian luar bibir secara perlahan. Gosok ke atas dan bawah sepanjang bibir. Ulangi hal itu lagi dengan bagian bibir dalam, sambil melakukan variasi tekanan dan kecepatan. Jangan lupa untuk istri menunjukkan pada suami apa yang dirasakan enak saat sang suami melakukan pijitan ini.

Pelan-pelan usaplah klitorisnya dengan gerakan melingkar searah jarum jam dan berlawanan. Saat istri sudah siap, dengan lembut lakukan penetrasi menggunakan jari tengah sambil memijak bagian dalam yoni. Rasakan gairah istri yang mulai memuncak yang ditandai dengan napas semakin berat. Ingat untuk selalu bernapas secara perlahan dan sinkron dengan pasanganmu. Ubah kecepatan serta kedalaman saat memijat bagian dalam.

Jangan abaikan setiap inci tubuhnya, naik, turun, jelajahilah semuanya – tanpa menyisakan bagian yang tak tersentuh ketika kamu mencari ‘tempat suci’ dalam Tantra: G-Spot. Temukan Gspot dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas saat jari kamu masih berada di dalam Yoni-nya, lalu tekuk jari dan masuklah lebih dalam.

Lanjutkan pijatan dengan memvariasikan kecepatan, tekanan, dan gerakan – sambil terus menatap mata istri dan bernapas bersamanya. Para wanita, jangan kaget bila ada banyak emosi kuat yang kamu rasakan. kamu mungkin merasa ingin menangis atau malah tertawa terbahak-bahak. Jangan khawatir, bukan berarti kamu adalah orang yang aneh.

Hanya saja semua energi dan emosi yang selama ini terpendam akhirnya terbebas, dan kamu akan disembuhkan. Lanjutkan dan mulailah sberteriak, memaki, menjerit ketika kamu mencapai klimaks. Jangan ditahan, luapkan semua senergi dan emosi yang terpendam. Terus bernapas dengan stabil yang akan menggerakkan energi dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Multiple orgasms

Ya, ini yang pasti kamu cari: orgasme berulang kali. Multiple orgasm dapat diraih dengan ‘mengendalikan ombak’ dalam istilah Tantra. Jika suami kamu penyayang dan sabar, kamu dapat mempelajari bagaimana mencapai multiple orgasm. Katakan pada suami untuk berhenti ketika Yoni kamu terpuaskan. Lalu, kamu bisa berbaring saja ketika kondisi gairah memuncak yang diliputi rasa senang dan terpuaskan. Minta suami untuk menutup tubuh kamu dengan selimut hangat jika kamu ingin. kamu boleh membiarkan diri kamu untuk berbaring dan menikamti kedamaian yang intim.

Demikianlah praktek pijat yoni agar istri mendapatkan multiple orgasme. Semoga artikel ini bisa membantu membangkitkan gairah kehidupan ranjangmu bersama pasangan.

More

Makanan Bayi 6 Bulan: Apa Yang Perlu Dipersiapkan?

Ketika bayi berusia 6 bulan, mereka dapat menerima makanan padat, namun makanan bayi 6 bulan yang tepat adalah berdasarkan jenis dan tekstur yang tepat untuk diolah. Anda perlu memperhatikan perkembangan bayi apakah sudah siap menerima makanan padat atau masih membutuhkan penyesuaian.

Tanda-Tanda Yang Terjadi Pada Bayi

Untuk mengetahui apakah bayi siap menerima makanan padat, Anda dapat memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut pada bayi:

  • Usia bayi

Bayi yang berusia setidaknya 4 bulan dapat menerima makanan padat. Ketika bayi memasuki tahap ini, enzim-enzim pencernaan yang diperlukan untuk mencerna makanan padat sudah bisa diproduksi pada bagian sistem pencernaan.

Meskipun bayi yang berusia 4 bulan dapat menerima makanan padat, banyak pakar menyatakan bahwa orang tua sebaiknya tunggu ketika bayi berusia 6 bulan, karena menurut berbagai riset, bayi yang mengkonsumsi ASI hingga 6 bulan memiliki risiko lebih rendah terhadap alergi, obesitas, dan diabetes.

  • Refleks lidah bayi

Pada awalnya bayi menjulurkan lidah keluar dari mulut, untuk mencegah bayi tersedak ketika mengkonsumsi makanan. Namun, jika bayi berhenti mengeluarkan lidah, artinya mereka siap menerima makanan padat.

Anda mungkin juga perlu memberi makanan padat pada bayi secara perlahan agar si kecil dapat menggunakan waktu sejenak untuk mengunyah dan menelan makanan. Setelah itu Anda dapat memberikannya lagi.

  • Bayi dapat duduk dengan tegak

Tidak hanya perkembangan pada bagian mulut yang terjadi, namun juga pada posisi bayi ketika duduk. Bayi dapat duduk tegak tanpa atau hanya menggunakan sedikit sanggahan.

  • Bayi merasa lapar

Tanda lain yang perlu diperhatikan orang tua adalah bayi akan kemungkinan lebih cenderung merasa lapar ketika memasuki tahap 6 bulan. Walaupun orang tua telah menyusui bayi sesuai kebutuhan, bayi mungkin saja akan merasa lapar dan perlu makan makanan yang padat.

  • Reaksi bayi terhadap makanan

Sudah menjadi sebuah perkembangan pada bayi ketika mereka memasuki usia 6 bulan, karena mereka dapat bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi orang lain, dan mungkin bayi ingin mencobanya. Orang tua juga perlu mengawasi bayi agar tidak mengambil makanan sembarangan.

  • Bayi membuka mulut ketika disuapi

Ketika orang tua memberikan makan pada bayi, bayi akan langsung membuka mulut untuk menerima apa yang akan dikonsumsi.

Cara Memberikan Makanan Padat Kepada Bayi

Tidak hanya tanda-tanda yang akan terjadi, orang tua juga perlu memahami cara untuk memberikan bayi makanan padat. Makanan bayi 6 bulan perlu dilakukan dengan cara berikut:

  • Tekstur makanan

Ketika makan pertama kali, orang tua hanya perlu memberikan satu jenis makanan padat kepada bayi dan teksturnya harus terlihat cair. Setelah bayi terbiasa dengan cara ini, orang tua dapat memberikan kekentalan pada tekstur. Semakin padat makanan yang dimakan bayi, semakin meningkat kemampuan makan pada bayi.

  • Gula dan garam

Ada berbagai bahan makanan yang dapat diolah menjadi bahan yang kental seperti daging ayam, kentang, apel, dan pir, namun tanpa menggunakan gula atau garam tambahan.

  • Makanan dengan risiko alergi rendah

Orang tua sebaiknya pilih makanan untuk bayi yang memiliki risiko alergi rendah. Orang tua juga perlu mencoba makanan yang dipilih untuk bayi untuk mengetahui reaksi bayi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Jika bayi tidak memiliki alergi karena makanan yang dikonsumsi dan bisa menerima makanan tersebut, maka aman untuk dikonsumsi. Setelah itu, orang tua dapat memberikan jenis makanan lain kepada bayi.

  • Porsi makan

Porsi makan yang diberikan tentu harus secara bertahap, mulai dari satu sampai dua sendok makan bayi, lalu lebih jika bayi sanggup mengkonsumsi makanan padat seperti orang dewasa.

  • Frekuensi makan

Orang tua sebaiknya atur jadwal makan bayi yang diberikan setidaknya satu kali sehari sampai bayi terbiasa mengunyah makanan padat. Setelah itu, orang tua dapat memberikan lebih banyak atau lebih dari satu kali sehari.

  • Selera makan bayi

Setiap bayi memiliki selera makan yang berbeda. Ada yang dapat mengkonsumsi lebih, namun ada juga yang mengkonsumsi secukupnya. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu mengikuti apa yang dianjurkan mengenai takaran makanan yang harus diberikan.

Itulah cara untuk mempersiapkan makanan bayi 6 bulan agar orang tua tidak merasa bingung tentang kapan waktu yang tepat untuk memberikan makanan padat pada bayi. Perkembangan pada pola makan bayi juga membutuhkan waktu, namun orang tua dapat membimbingnya dengan melakukan percobaan-percobaan yang disebutkan di atas.

More