kondisi kesehatan pencernaan

Pastikan Kondisi Kesehatan Pencernaan dengan Mengenali Tipe dan Warna Kotoran Anda

Kondisi pencernaan dapat diperkirakan dengan kotoran atau feses yang dikeluarkan saat buang air besar. Kotoran yang dikeluarkan manusia memiliki beragam tipe dan warna. Untuk memahami keadaan feses, Anda dapat merujuk pada skala tips dan warna feses beserta penjelasannya. Berikut ini adalah ulasan mengenai kondisi pencernaan berdasarkan tipe dan warna kotoran.

Tipe Kotoran
Tipe kotoran biasanya bergantung pada bentuk dan tekstur dari kotoran itu sendiri. Biasanya hal ini dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dan lama kotoran berada di usus besar.


Tipe 1
Kotoran tipe 1 tampak telah menghabiskan waktu yang lama di usus dan sulit untuk keluar dengan bentuk yang keras, kecil-kecil, dan kering. Jika feses Anda terlihat seperti ini, Anda mungkin sedang mengalami konstipasi. Jika hal ini terjadi lebih lama dari satu minggu, segera konsultasikan pada dokter untuk mencari tahu apa penyebabnya.

Tipe 2
Kotoran tipe 2 juga merupakan pertanda bahwa Anda sedang mengalami sembelit. Teksturnya juga padat dan keras, tetapi tidak sekering tipe 1. Cobalah untuk mendapatkan lebih banyak serat dalam asupan makan harian dan minum lebih banyak air untuk menggerakkan organ pencernaan menjadi lebih lancar.

Tipe 3
Dokter menganggap kotoran seperti tipe 3 merupakan jenis normal dengan tekstur dan konsentrasi yang cukup padat dan lunak sehingga mudah dikeluarkan. Kotoran tipe ini tidak akan membuat Anda lama berada di toilet untuk buang air besar.

Tipe 4
Untuk kotoran tipe 4, memiliki diameter yang lebih besar dari tipe 3. Diameter yang besar menandakan waktu transit yang sedikit lebih lama atau adanya asupan serat dalam makanan.

Tipe 5
Kotoran tipe 5 relatif mudah untuk dikeluarkan, biasanya diikuti dengan rasa mulas untuk pergi ke kamar mandi. Waspadai karena bisa jadi itu merupakan tanda diare ringan.

Tipe 6
Kotoran tipe 6 seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman karena muncul dengan rasa perut melilit. Jika Anda mendapatkan kotoran tipe ini lebih dari tiga kali sehari, bisa dipastikan Anda mengalami diare. Pastikan untuk minum banyak cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Tipe 7
Kotoran ini bergerak sangat cepat melalui usus Anda karena bentuknya yang sangat cair. Pastikan untuk segera menemui dokter jika Anda mengalaminya lebih dari 3 hari. Apalagi jika diikuti dengan tanda-tanda dehidrasi lainnya, seperti mulut kering, mengantuk, sakit kepala, atau pusing.

Warna Kotoran
Warna kotoran dapat berbeda-beda bergantung pada asupan makanan dan pengaruh dari empedu. Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan warna kotoran berikut ini.

Coklat
Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, warna kotoran bergantung dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pola makan dan pengaruh empedu. Dalam hal ini empedu merupakan cairan kuning-hijau yang membantu tubuh mencerna lemak. Maka, warna tinja yang sehat harus mencerminkan campuran semua warna makanan yang Anda makan dan cairan empedu tersebut. Secara umum, warna cokelat dengan sedikit kehijauan masih dianggap normal.

Hijau
Kotoran berwarna hijau tentu akan membuat Anda bingung, tetapi jangan khawatir. Warna kotoran hijau sesekali bukanlah masalah dan tidak akan menandakan hal serius. Kondisi ini dapat disebabkan karena Anda makan banyak sayuran hijau (yang baik) atau terlalu banyak mengonsumsi pewarna makanan hijau (kurang baik). Selain itu, warna hijau juga dapat disebabkan makanan yang melaju cepat saat melalui sistem pencernaan. Ini bisa juga menjadi tanda diare.

Kemerahan
Tidak jarang pula kotoran tampak berwarna kemerahan. Warna ini dapat berasal dari pewarna makanan merah atau asupan obat yang juga berwarna merah. Jangan khawatir karena jika itu penyebabnya, kotoran Anda akan kembali seperti biasa dalam waktu segera. Namun, hati-hati jika warna merah di feses merupakan warna dari darah. Sebab, itu dapat menandakan adanya pendarahan di usus besar Anda. Terkadang darah juga bisa berasal dari dubur yang tergores atau akibat wasir. Jika ini yang terjadi, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

Hitam
Mengonsumsi suplemen zat besi dapat menyebabkan kotoran menjadi berwarna hitam. Namun, apabila tidak, ada baiknya untuk segera mengonsultasikan kondisi Anda pada dokter. Kotoran hitam dengan tekstur kering menandakan adanya gejala darah tinggi pada saluran pencernaan.

Warna Terang
Kotoran berawarna kuning terang merupakan kondisi yang baik-baik saja pada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif. Namun, jika terjadi pada orang dewasa, itu bisa menjadi pertanda bahwa asupan Anda terlalu banyak lemak. Selain itu, kotoran dengan warna terang juga bisa berarti tubuh Anda kesulitan menyerap nutrisi seperti seharusnya. Jika Anda mendapati kotoran Anda berwarna terang, segera konsultasikan pada dokter. Apalagi jika kotoran Anda tampak berwarna putih yang berarti mengandung kapur. Hal ini bisa terjadi akibat efek samping dari beberapa obat atau tanda bahwa saluran empedu Anda tersumbat.

More
tips meredakan sembelit di perjalanan

Tips Meredakan Sembelit Saat Dalam Perjalanan

Gangguan pencernaan yang menyebabkan susah buang air besar sering menjadi gangguan dalam melakukan beragam aktivitas. Salah satu yang paling sering membuat jengkel adalah ketika Anda sedang melakukan perjalanan. Tapi jangan khawatir, simak tips untuk meredakan sembelit saat berada dalam perjalanan berikut ini.

Siapkan Bekal untuk Perjalanan
Saat konstipasi atau sembelit terjadi, Anda tentu perlu untuk memperhatikan asupan makanan agar pencernaan dapat kembali bekerja dengan normal. Pilihan makanan yang ada di jalan bisa menjadi sangat menggiurkan dan menarik untuk dicoba, tetapi perhatikan kebersihan dan higienitas dari makanan yang disajikan. Jangan sampai Anda malah mendapatkan kondisi pencernaan yang semakin parah. Selain itu, pastikan juga bekal yang disiapkan memiliki kandungan serat yang cukup untuk meredakan konstipasi atau sembelit Anda.

Perhatikan Pilihan Menu Berserat
Jika Anda menginginkan bekal makanan yang enak dan simpel, perhatikan pilihan menu makanan berserat dengan tepat. Anda dapat menyiapkan roti atau sereal gandum dan beberapa kantong kacang-kacangan sebagai camilan di perjalanan. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda menyiapkan juga potongan buah-buahan dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan serat tubuh.

Batasi Makanan Rendah Serat

Saat berlibur, Anda pasti akan sangat bersemangat untuk menyicipi beragam pilihan makanan khas yang ada di tempat tersebut. Akan tetapi, kondisi pencernaan yang kurang baik harus Anda prioritaskan hingga benar-benar pulih sebelum menjelajahi pilihan kuliner yang menarik. Hindari makan makanan dengan kandungan serat rendah, seperti keju, permen, daging, pizza, makanan olahan, keripik, dan es krim. Bersabarlah sebentar hingga pencernaan kembali pulih.

Minum Banyak Air
Minum air tambahan mungkin tidak dapat berdampak langsung pada upaya meredakan sembelit. Akan tetapi, cara ini dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Mendapatkan cukup cairan tubuh juga dapat membantu mencegah dehidrasi, yang dapat menjadi penyebab sembelit atau konstipasi terjadi. Pastikan untuk selalu membawa botol air. Jika Anda tidak bisa mendapatkan air minum yang bersih, minumlah dari air mineral kemasan dalam botol, jus buah, atau minuman nonkafein lainnya.

Batasi Kafein dan Alkohol
Minuman mengandung kafein dan alkohol sangat berisiko tinggi menambah masalah sembelit Anda. Alkohol dan kafein dapat menyebabkan dehidrasi sehingga akan memperparah sembelit yang Anda alami saat bepergian. Untuk itu, cobalah membatasi alkohol dan minuman dengan kafein. Anda dapat menggantinya dengan air putih atau jus buah segar.

Tetap Aktif Bergerak

Saat berpergian, itu artinya Anda akan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di dalam mobil, kereta, kapal, atau pesawat. Sayangnya, ketika Anda berhenti bergerak dan menghabiskan banyak waktu untuk duduk, organ pencernaan Anda juga akan diam dan tidak memproses sisa makanan dengan optimal. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, sering-seringlah beristirahat untuk meregangkan tubuh dan bergerak. Setelah itu, begitu Anda mencapai tujuan, segera lakukan kegiatan fisik, seperti berjalan-jalan atau bersepeda, untuk membuat tubuh Anda bergerak.

Jangan Abaikan Dorongan Alami Tubuh Anda
Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin mengabaikan keinginan untuk buang air besar saat berlibur. Anda mungkin merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum atau jadwal jalan-jalan yang terlalu padat, sehingga terasa sulit untuk menemukan toilet umum. Tetapi mengabaikan dorongan alami untuk buang air terkadang bisa menyebabkan sembelit. Untuk itu, pastikan untuk menjadwalkan waktu ke toilet pada jeda istirahat selama perjalanan.

Bersantai Saat Menggunakan Toilet         
Jika Anda biasanya menggunakan toilet hanya pada waktu tertentu, cobalah untuk memberikan waktu luang untuk bersantai tanpa ada rasa dikejar waktu untuk melanjutkan perjalanan. Berikan tubuh Anda waktu untuk bersantai, Anda dapat mendudukan diri di toilet sambil membaca majalah atau koran. Jika Anda tetap tidak dapat buang air besar dalam 10 menit, coba lagi saat ada dorongan alami.

Persiapan Menjelang Perjalanan
Jika Anda sering mengalami sembelit saat bepergian, lakukanlah persiapan lebih awal. Salah satu caranya adalah mulai mengonsumsi obat pelunak feses atau pencahar dalam beberapa hari hingga seminggu sebelum Anda pergi. Kemudian lanjutkan meminumnya saat Anda berlibur. Ini akan membantu melunakkan feses Anda dan membuatnya lebih mudah untuk keluar.

Gunakan Pencahar dengan Tepat
Jika pengaturan pola makan dan olahraga tidak membantu, Anda mungkin perlu mencoba obat pencahar untuk mengatasi sembelit selama perjalanan. Sayangnya, mengonsumsi obat pencahar terlalu sering berisiko membuat tubuh Anda bergantung padanya. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakannya pada waktu yang mendesak dan tidak terlalu lama.

More