Inilah Bahaya Tanning, Waspadai Risiko Kanker Kulit

Bagi masyarakat Indonesia kegiatan tanning mungkin jarang dilakukan, namun bagi orang berkulit putih Eropa atau Amerika tanning telah menjadi tren. Tanning merupakan proses penggelapan kulit dengan tujuan agar lebih gelap dan eksotis. 

bahaya tanning

Perlu diwaspadai, bahaya tanning bisa menimbulkan efek samping dan bahaya kesehatan seperti kanker kulit. 

Tanning dan kanker kulit

Terdapat dua cara melakukan tanning diantaranya langsung berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 2-4 jam atau outdoor tanning. Perempuan biasanya hanya memakai bikini dan laki-laki memakai celana pendek. Cara kedua yaitu cukup menggunakan tanning bed di dalam ruangan atau indoor tanning.

Kedua cara tersebut sama-sama bertujuan agar kulit terpapar sinar UV sehingga menstimulasi pigmen kulit berubah menjadi lebih gelap. 

Outdoor tanning sama dengan membiarkan kulit terkena sinar UV matahari secara langsung. Padahal paparan sinar UV merupakan faktor risiko terbesar terjadinya kanker kulit. Tempat berjemur, lamanya waktu, karakter pigmen kulit, dan pola hidup menjadi faktor pendukung kejadian kanker kulit lainnya. 

Sedangkan indoor tanning menggunakan tanning bed sebagai sarana menggelapkan kulit. Tanning bed dipilih beberapa orang agar mengurangi risiko bahaya paparan sinar matahari. Agaknya keyakinan tersebut kurang benar, sebuah studi menunjukkan sebanyak 63 orang didiagnosa kanker kulit melanoma dan 97% diantaranya mengaku pernah menggunakan tanning bed. 

Beberapa tanning bed memiliki intensitas radiasi UV yang tinggi serta melanggar aturan standar kadar UVB melebihi yang diizinkan.   

Ciri-ciri awal kanker kulit

Satu bercak gelap di kulit mirip tahi lalat dapat menjadi indikasi kanker kulit. Anda bisa menggunakan metode ABCD untuk mendeteksi bercak tersebut apakah termasuk ciri-ciri kanker kulit atau bukan.

  • Asimetri: bentuk bercak tidak mirip seperti tahi lalat atau tanda lahir,  serta tidak bulat atau oval.
  • Garis luar: batasan luar bercak tidak merata, kasar, bergerigi, atau buram. 
  • Warna: tidak merata di setiap bagian, bisa coklat atau hitam, bahkan terkadang disertai plak berwarna merah muda, merah, putih, atau biru.
  • Diameter: bercak lebih dari ¼ inchi atau seukuran penghapus ujung pensil, meskpiun beberapa kasus juga ditemukan diameter bercak lebih kecil dari ini.
  • Berubah-ubah: seiring berjalannya waktu, bercak berubah warna, bentuk, dan ukuran.

 Cara mendapatkan kulit idaman 

Memiliki kulit yang menarik bisa dilakukan dengan berbagai cara yang tidak membahayakan kesehatan. Berikut cara-cara mendapatkan kulit sehat dan idaman:

  • Hindari kegiatan tanning sebisa mungkin. Jika Anda sudah terlanjur sering melakukannya, kurangi frekuensi secara bertahap demi menunjang kesehatan di masa depan.
  • Dapatkan kulit idaman dengan cara aerobik atau olahraga intensitas tinggi. Dengan begitu, metabolisme tubuh akan meningkat sehingga berdampak pada kesehatan kulit.
  • Konsumsi air putih yang cukup, serta biasakan makan buah dan sayur. Kandungan mineral dan vitamin di dalamnya dapat meningkatkan kesehatan kulit.
  • Gunakan sunscreen untuk melindungi diri dari sinar UV. Skin Cancer Foundation menyarankan penggunaan sunscreen dengan SPF 15 atau lebih jika beraktivitas sehari-hari di dalam ruangan atau gunakan sunscreen SPF 30 atau lebih jika beraktivitas di luar ruangan. Oleskan kembali setiap 2 jam atau setelah berkeringat maupun membasuh kulit dengan air. 

Pada akhirnya, keputusan untuk melakukan tanning atau tidak tergantung pada diri setiap individu. Bahaya tanning seperti kanker kulit terbukti sangat mungkin terjadi. Jika terdapat ciri-ciri munculnya bercak hitam, lakukakan diagnosa ABCDE seperti di atas dan segera konsultasi dengan dokter ahli. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>