Category Tips

Headstand Bermanfaat Untuk Penderita Gangguan Tiroid

Tiroid merupakan kelenjar kecil di tenggorokan yang mengeluarkan hormon. Hormon yang dikeluarkan tersebut memengaruhi metabolisme, suhu tubuh, dan pertumbuhan seseorang. Hormon ini juga memengaruhi perkembangan otak anak. Ketika seseorang memiliki gangguan atau masalah dengan tiroid mereka, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Salah satu bentuk terapi perawatan untuk gangguan tiroid adalah yoga. Pose-pose yoga seperti shoulder stand, headstand, fish pose dan plow pose dapat meningkatkan dan mengembalikan fungsi tiroid. Artikel ini akan membahas hubungan manfaat yoga pada mereka yang menderita gangguan tiroid.

Yoga dan kesehatan tiroid

Yoga merupakan sebuah bentuk latihan yang dapat membantu mengurangi kadar stres seseorang. Pada sebuah studi yang dilakukan di tahun 2017, ditemukan bahwa yoga dapat mengurangi gejala-gejala stres dan meningkatkan kesehatan tubuh. Stres sering dihubungkan dengan gangguan tiroid. Oleh karena alasan tersebut, yoga dapat bermanfaat untuk kesehatan tiroid. Ada banyak hal kondisi yang dapat memengaruhi tiroid. Dua kondisi yang paling sering ditemukan adalah hyperthyroidism (tiroid memproduksi hormon dalma jumlah berlebih) dan hypothyroidism (produksi hormon terlalu sedikit).

Sebuah studi kecil yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa yoga meningkatkan fungsi tiroid. Beberapa pose yoga yang dapat dilakukan untuk menstimunlasi tenggorokan di antaranya adalah shoulder stand, fish pose, plow pose, bridge pose, cobra pose dan headstand. Pose-pose ini dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meregangkan serta memperkuat leher, tempat di mana tiroid berlokasi. Sangat penting untuk tetap berada pada sebuah pose yoga selama Anda merasa nyaman. Bagi mereka yang belum pernah melakukan yoga sebelumnya, dapat mencoba 1 atau 2 pose setiap kali berlatih.

  • Shoulder stand

Dalam dunia yoga, pose ini dikenal dengan istilah “inversion”. Pose ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke tenggorokan, sehingga dapat menstimulasi tiroid.

  • Plow pose

Pose ini juga dipercaya dapat menstimulasi tiroid. Pose ini merupakan pose yang aman, akan tetapi, bagi sebagian orang yang memiliki payudara berukuran besar atau menderita obesitas atau berat badan berlebih akan merasa tidak nyaman atau kesulitan untuk melakukannya. Apabila saat melakukan plow pose Anda kesulitan bernapas, berhenti melakukan posisi ini secara perlahan.

  • Fish pose

Pose ikan ini merupakan sebuah pose yang sangat baik dilakukan setelah Anda selesai berlatih shoulder stand atau plow pose. Pose ini akan meregangkan tubuh ke arah yang berlawanan.

  • Bridge pose

Pose ini sangat baik untuk memperkuat punggung. Pose ini juga dapat menyehatkan tiroid.

  • Supported headstand

Pose ini dapat menstimulasi kelenjar tiroid secara langsung. Pose ini dapat meningkatkan aliran darah ke jantung sekaligus menstimulasi kelenjar pineal dan pituitary otak, yang dapat meredakan gejala stres. Pose ini tidak boleh dilakukan apabila Anda belum pernah melakukan yoga sebelumnya. Selain itu, harus ada pengawasan dari guru yoga yang ahli apabila Anda hendak melakukannya untuk pertama kali.

Apabila Anda merasa ada gejala gangguan tiroid, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secara langsung. Dokter dapat membantu mendiagnosa gangguan tiroid seperti hyperthyroidism atau hypothyroidism dan merekomendasikan perawatan yang sesuai dan efektif. Perlu diingat bahwa yoga merupakan terapi tambahan. Pose-pose seperti shoulder stand, headstand, fish pose, bridge pose, dan plow pose di atas dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan utama yang telah direkomendasikan oleh dokter. Namun, yoga bukanlah alternatif pengganti perawatan dari dokter.

More

3 Tips Menjalani Program Anak Kembar

Motivasi setiap pasangan untuk memiliki anak kembar sangat beragam. Ada pasangan yang ingin memiliki dua anak dan tidak ingin melewati fase melelahkan momong bayi dua kali, sehingga memiliki bayi kembar menjadi pilihan. Ada juga yang tergoda memiliki bayi kembar sebab terlihat sangat menyenangkan merawat dua bayi sekaligus, mereka bisa dipakaikan pakaian atau sepatu yang sama misalnya.

Apa pun alasannya, sah-sah saja untuk menginginkan anak kembar. Namun, biasanya memiliki anak kembar memang tidak mudah. Itulah sebabnya, banyak pasangan yang memilih untuk mengikuti program anak kembar.

Faktor yang memengaruhi kehamilan kembar

Mengikuti program anak kembar artinya memberikan ruang untuk intervensi medis. Sebab, tanpa intervensi medis, memiliki anak kembar memang sangat bergantung pada faktor-faktor alami.

Berikut ini beberapa faktor yang akan menentukan kehamilan kembar.

1. Keturunan

Cobalah lihat pengalaman di dalam keluarga Anda dan pasangan. Apabila di dalam keluarga Anda atau pasangan yang melahirkan anak kembar, kemungkinan besar Anda dan pasangan juga memiliki peluang untuk memiliki anak kembar.

Umumnya, peluang tersebut akan semakin besar, jika kehamilan kembar terdapat pada garis keturunan wanita atau istri. Ada studi yang menyatakan bahwa wanita yang di dalam keluarganya memiliki riwayat melahirkan anak kembar, berpeluang sebesar 1:60 untuk melahirkan anak kembar juga. Sedang, bila kehamilan kembar berada pada garis keturunan laki-laki, peluangnya turun menjadi 1:125.

2. Usia

Saat membaca bahwa usia menjadi faktor penentu kehamilan kembar, apakah Anda berpikir bahwa usia yang lebih muda akan semakin mudah mengalami kehamilan kembar?

Sayang sekali, perkiraan Anda keliru. Sebab khusus untuk kehamilan kembar, peluangnya justru akan semakin besar apabila usia ibu saat mengandung sudah di atas 30 tahun. Apalagi bagi wanita di akhir usia 30-an.

Kondisi tersebut terjadi karena pada wanita dengan usia di atas 30 tahun, ada peluang dilepaskan dua sel telur sekaligus pada saat ovulasi. Peluang hamil kembar khususnya meningkat pada rentang usia 35-40 tahun dan sudah pernah hamil sebelumnya. Namun, karena risiko medis yang mungkin terjadi, biasanya dokter tidak merekomendasikan kehamilan di usia tersebut.

3. Postur

Postur dalam hal ini merujuk pada tinggi badan dan berat badan. Konon wanita dengan postur besar memiliki peluang lebih besar pula untuk hamil kembar.

Sayangnya, hubungan antara postur dan kehamilan kembar belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Dugaan sementara, wanita dengan postur besar dianggap menyerap nutrisi lebih baik dibandingkan dengan wanita berpostur kecil, sehingga memiliki sistem reproduksi yang lebih baik. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini.

Tips menjalani program anak kembar

Di luar faktor alami tersebut, Anda tetap dapat memiliki anak kembar dengan mengikuti program anak kembar. Artinya, Anda melibatkan bantuan medis agar dapat mengalami kehamilan kembar.

Dokter spesialis kandungan akan membantu Anda untuk merencanakan program anak kembar. Baik dengan metode clomiphene, gonadotropin, maupun In Vitro Fertilization (IVF).

Namun menjalani program anak kembar tidak menjamin pasti Anda dapat hamil kembar. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan upaya-upaya agar peluang hamil kembar dapat meningkat. Berikut ini tips untuk Anda.

1. Mempersiapkan diri

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kehamilan merupakan hal yang menantang. Hamil satu anak saja memiliki banyak tantangan, apalagi dua anak sekaligus. Maka, persiapan diri perlu dilakukan, bukan hanya bagi calon ibu, melainkan para calon ayah pun perlu mempersiapkan diri.

Dari sisi ibu, hal pertama yang perlu disiapkan adalah mental. Kesiapan mental ibu sangat menentukan keberhasilan program anak kembar.

Selanjutnya, sebagai pasangan, Anda dan pasangan perlu membekali diri dengan wawasan yang memadai tentang bagaimana merawat anak kembar, segala tantangan yang mungkin muncul serta solusinya.

2. Konsumsi asam folat

Bagi calon ibu yang sangat menginginkan anak kembar, disarankan untuk memperbanyak asupan asam folat. Bisa melalui suplemen atau asupan makanan yang kaya akan asam folat, seperti sayuran hijau, kacang merah, alpukat, dan lain sebagainya.

3. Banyak mengonsumsi produk susu

Disebutkan dalam sebuah penelitian, wanita yang rutin mengonsumsi susu beserta produk olahannya memiliki peluang lima kali lebih besar untuk hamil kembar.

Selanjutnya, berdiskusilah dengan dokter kandungan yang merawat Anda untuk melakukan program anak kembar. Pastikan juga Anda memperoleh informasi mengenai segala risiko yang mungkin timbul.

More