Category Tips

3 Tips Menjalani Program Anak Kembar

Motivasi setiap pasangan untuk memiliki anak kembar sangat beragam. Ada pasangan yang ingin memiliki dua anak dan tidak ingin melewati fase melelahkan momong bayi dua kali, sehingga memiliki bayi kembar menjadi pilihan. Ada juga yang tergoda memiliki bayi kembar sebab terlihat sangat menyenangkan merawat dua bayi sekaligus, mereka bisa dipakaikan pakaian atau sepatu yang sama misalnya.

Apa pun alasannya, sah-sah saja untuk menginginkan anak kembar. Namun, biasanya memiliki anak kembar memang tidak mudah. Itulah sebabnya, banyak pasangan yang memilih untuk mengikuti program anak kembar.

Faktor yang memengaruhi kehamilan kembar

Mengikuti program anak kembar artinya memberikan ruang untuk intervensi medis. Sebab, tanpa intervensi medis, memiliki anak kembar memang sangat bergantung pada faktor-faktor alami.

Berikut ini beberapa faktor yang akan menentukan kehamilan kembar.

1. Keturunan

Cobalah lihat pengalaman di dalam keluarga Anda dan pasangan. Apabila di dalam keluarga Anda atau pasangan yang melahirkan anak kembar, kemungkinan besar Anda dan pasangan juga memiliki peluang untuk memiliki anak kembar.

Umumnya, peluang tersebut akan semakin besar, jika kehamilan kembar terdapat pada garis keturunan wanita atau istri. Ada studi yang menyatakan bahwa wanita yang di dalam keluarganya memiliki riwayat melahirkan anak kembar, berpeluang sebesar 1:60 untuk melahirkan anak kembar juga. Sedang, bila kehamilan kembar berada pada garis keturunan laki-laki, peluangnya turun menjadi 1:125.

2. Usia

Saat membaca bahwa usia menjadi faktor penentu kehamilan kembar, apakah Anda berpikir bahwa usia yang lebih muda akan semakin mudah mengalami kehamilan kembar?

Sayang sekali, perkiraan Anda keliru. Sebab khusus untuk kehamilan kembar, peluangnya justru akan semakin besar apabila usia ibu saat mengandung sudah di atas 30 tahun. Apalagi bagi wanita di akhir usia 30-an.

Kondisi tersebut terjadi karena pada wanita dengan usia di atas 30 tahun, ada peluang dilepaskan dua sel telur sekaligus pada saat ovulasi. Peluang hamil kembar khususnya meningkat pada rentang usia 35-40 tahun dan sudah pernah hamil sebelumnya. Namun, karena risiko medis yang mungkin terjadi, biasanya dokter tidak merekomendasikan kehamilan di usia tersebut.

3. Postur

Postur dalam hal ini merujuk pada tinggi badan dan berat badan. Konon wanita dengan postur besar memiliki peluang lebih besar pula untuk hamil kembar.

Sayangnya, hubungan antara postur dan kehamilan kembar belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Dugaan sementara, wanita dengan postur besar dianggap menyerap nutrisi lebih baik dibandingkan dengan wanita berpostur kecil, sehingga memiliki sistem reproduksi yang lebih baik. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini.

Tips menjalani program anak kembar

Di luar faktor alami tersebut, Anda tetap dapat memiliki anak kembar dengan mengikuti program anak kembar. Artinya, Anda melibatkan bantuan medis agar dapat mengalami kehamilan kembar.

Dokter spesialis kandungan akan membantu Anda untuk merencanakan program anak kembar. Baik dengan metode clomiphene, gonadotropin, maupun In Vitro Fertilization (IVF).

Namun menjalani program anak kembar tidak menjamin pasti Anda dapat hamil kembar. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan upaya-upaya agar peluang hamil kembar dapat meningkat. Berikut ini tips untuk Anda.

1. Mempersiapkan diri

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kehamilan merupakan hal yang menantang. Hamil satu anak saja memiliki banyak tantangan, apalagi dua anak sekaligus. Maka, persiapan diri perlu dilakukan, bukan hanya bagi calon ibu, melainkan para calon ayah pun perlu mempersiapkan diri.

Dari sisi ibu, hal pertama yang perlu disiapkan adalah mental. Kesiapan mental ibu sangat menentukan keberhasilan program anak kembar.

Selanjutnya, sebagai pasangan, Anda dan pasangan perlu membekali diri dengan wawasan yang memadai tentang bagaimana merawat anak kembar, segala tantangan yang mungkin muncul serta solusinya.

2. Konsumsi asam folat

Bagi calon ibu yang sangat menginginkan anak kembar, disarankan untuk memperbanyak asupan asam folat. Bisa melalui suplemen atau asupan makanan yang kaya akan asam folat, seperti sayuran hijau, kacang merah, alpukat, dan lain sebagainya.

3. Banyak mengonsumsi produk susu

Disebutkan dalam sebuah penelitian, wanita yang rutin mengonsumsi susu beserta produk olahannya memiliki peluang lima kali lebih besar untuk hamil kembar.

Selanjutnya, berdiskusilah dengan dokter kandungan yang merawat Anda untuk melakukan program anak kembar. Pastikan juga Anda memperoleh informasi mengenai segala risiko yang mungkin timbul.

More