Bagaimana Cara Menghilangkan Keloid Melalui Tindakan Medis?

Munculnya keloid di tubuh seringkali membuat seseorang tidak percaya diri. Luka yang seharusnya bisa sembuh dan memudar seiring waktu, pada pasien keloid justru menimbulkan luka baru dengan jaringan parut yang lebih besar.

cara menghilangkan keloid

Mengapa keloid bisa muncul?

Keloid merupakan jaringan kulit yang biasanya muncul setelah adanya luka seperti tusukan, goresan dalam, tindik, tato, bekas operasi sesar, luka bedah, bekas jerawat, bekas cacar air, gigitan serangga, suntikan vaksin, bahkan luka cukur jenggot dan kumis pada pria.

Ada pula keloid yang muncul namun tidak disebabkan adanya luka lain atau disebut spontaneous keloid. Apabila satu luka keloid jenis ini tumbuh, tak lama lagi beberapa keloid lainnya akan tumbuh juga.

Sampai saat ini belum ada penyebab pasti munculnya keloid. Akan tetapi, beberapa sumber menyebutkan kejadian ini mungkin disebabkan karena genetik atau turun temurun. Jika keluarga Anda memiliki riwayat keloid, ada baiknya untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan luka.

Sebuah studi menunjukkan bahwa adanya gen ANHAK yang berada di sel membran dan sitoplasma merupakan indikator seseorang berpotensi memiliki keloid. Deteksi ANHAK sejak dini bisa menjadi solusi alternatif untuk mencegah timbulnya keloid saat dewasa.

Penampakan keloid di tubuh dirasa cukup mengganggu pemadangan. Oleh karena itu, terdapat beberapa cara menghilangkan keloid yang bisa dilakukan melalui perawatan dan tindakan medis.

  1. Krim retinoid

Krim retinoid berisi zat turunan dari vitamin A atau retinol. Retinoid mampu mengurangi ukuran keloid di kulit meskipun tidak bisa dijadikan sebagai pengobatan utama. Kandungan retinoid juga mampu meringankan gejala inflamasi.

  • Silikon gel

Efektivitas silikon gel kurang lebih sama seperti efektivitas pada krim retinoid. Selain mengurangi keloid, silikon gel juga terbukti mampu megurangi bekas luka operasi. Silikon gel digunakan dengan cara dioleskan ke area keloid. Cara ini membutuhkan waktu beberapa bulan agar mencapai hasil optimal.

  • Suntikan kortikosteroid

Suntikan kortikosteroid biasanya berisi zat triamcinolone acetonide yang mampu memberikan hasil cukup tinggi untuk penyembuhan keloid. Suntikan kortikosteroid mencegah adanya inflamasi dan mencegah regenerasi fibroblast sehingga mengurangi jaringan parut pada keloid. Setelah dilakukan suntikan, kemungkinan kulit bekas keloid akan lebih gelap dibandingkan dengan warna kulit di sekitarnya.

  • Cryotherapy

Cara ini bertujuan menghancurkan jaringan abnormal di kulit, biasanya cryotherapy juga digunakan untuk menghancurkan sel tumor. Cairan yang digunakan pada cryotherapy adalah nitrogen cair, jenis zat lain yang juga bisa digunakan yakni gas karbondioksida dan argon. Nitrogen cair akan membeku saat terkena kulit. Meskipun hasilnya akan meinggalkan luka bekas berwarna gelap di kulit.

  • Operasi

Operasi penghilangan keloid dilakukan apabila keloid tidak hilang dalam jangka waktu yang lama atau luka keloid sangat besar. Efek samping dari operasi ini adalah munculnya luka pasca operasi yang berisiko memunculkan keloid baru dan inflamasi. Biasanya dokter memberikan kombinasi tindakan medis lain seperti memberi suntikan steroid atau radiasi. 

  • Terapi radiasi

Meskipun cara ini cenderung berisiko karena bisa menimbulkan bahaya kanker, namun dapat menjadi pilihan terapi terutama setelah dilakukan operasi. Kombinasi terapi radiasi dan operasi terbukti aman dan layak untuk pengobatan keloid. Dosis dan waktu terapi ini berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing individu.

Berbagai pengobatan, tindakan medis, dan cara menghilangkan keloid lainnya harus dilakukan di bawah saran dan pengawasan dokter. Perlakuan berupa pembedahan dan cara fisik lainnya memiliki risiko timbulnya keloid baru atau luka yang lebih besar. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari hal-hal yang memungkinkan munculnya luka.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>